Kabar Baik, Pendapatan Negara Naik 9,1 Persen di Semester I 2021

Kabar Baik, Pendapatan Negara Naik 9,1 Persen di Semester I 2021
info gambar utama

Di tengah kondisi krisis yang terjadi akibat situasi pandemi, setidaknya baru-baru ini ada kabar baik yang dicapai Indonesia dari sektor ekonomi. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, pada hari Selasa, (6/7/2021), mengumumkan bahwa pendapatan negara pada semester I tahun 2021 mencapai Rp886,9 triliun.

Angka yang diraih tersebut dilaporkan mengalami pertumbuhan sebesar 9,1 persen ketimbang pendapatan negara pada periode yang sama di tahun sebelumnya (Rp811 triliun).

Adapun capaian yang berhasil dimiliki dari pendapatan semester I ini sudah memenuhi lebih dari separuh realisasi pendapatan negara yang ditargetkan, tepatnya sebesar 50,9 persen dari target APBN 2021 yang bernilai Rp1.743,6 triliun.

“…terjadi geliat pemulihan ekonomi yang terekam cukup kuat. Pertumbuhan pendapatan negara 9,1 persen dibandingkan tahun lalu yang mengalami kontraksi 9,7 persen. Ini adalah suatu kenaikan yang sangat tinggi dan bagus,” ujar Sri Mulyani dalam keterangan pers Kemenkeu.

Kemenkeu Optimistis Ekonomi Indonesia Naik 5 Persen pada 2021

Detail sumber pendapatan negara di semester I 2021

Menteri Keuangan Sri Mulyani
info gambar

Jika dijabarkan secara detail, adapun dari total pendapatan yang diterima lebih dari separuh dana yang masuk diperoleh dari penerimaan pajak yang mencapai Rp557,8 triliun, atau sebesar 62,8 persen dari total pendapatan.

Penerimaan perpajakan tersebut diketahui mengalami pertumbuhan nyaris mencapai 5 persen dibanding waktu yang sama di tahun sebelumnya (2020). Pada tahun lalu, penerimaan pajak diketahui mengalami hantaman kuat akibat kondisi ekonomi masyarakat Indonesia yang menurun karena situasi pandemi.

“Tahun lalu penerimaan pajak kita mengalami hantaman yang sangat kuat, yaitu kontraksinya sampai 12 persen atau hanya Rp531,8 triliun. Sekali lagi, dari sisi penerimaan pajak terjadi pemulihan, mengalami pertumbuhan mendekati 5 persen,” ungkap Menkeu.

Selain penerimaan pajak, ada pula pemasukan dari bea dan cukai yang terkumpul sebesar Rp122,2 triliun atau sebesar 13,7 persen dari total dana yang masuk. Sama halnya seperti sumber pendapatan yang lain, dana yang didapat dari bea dan cukai juga mengalami pertumbuhan hingga 31,1 persen dibandingkan tahun lalu.

Selain pajak, tentunya ada pemasukan yang diterima dalam bentuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang jika ditotal mencapai Rp206,9 triliun atau setara 23,32 persen dari total pendapatan yang diterima. Capaian PNBP ini juga mengalami kenaikan sebesar 11,4 persen dibandingkan tahun lalu yang hanya mencatatkan penerimaan sebesar Rp185,7 triliun.

Keluar dari Jerat Resesi, 10 Provinsi Ini Catat Pertumbuhan Ekonomi Positif Pada Q1 2021

Target dan realisasi APBN dari 2019-2021

Data APBN Negara
info gambar

Berdasarkan data yang dimuat dalam situs resmi Kemenkeu, dapat dilihat bahwa terhitung pada tahun 2018 dan 2019, anggaran pendapatan negara setidaknya selalu melampaui hampir separuh dari anggaran belanja yang dirancang dalam APBN setiap tahunnya.

Akibat dari dampak pandemi yang tak terhindarkan, terlihat bahwa pada tahun 2020 pendapatan negara harus mengalami penurunan cukup signifikan dan berbanding terbalik dengan anggaran belanja negara yang justru mengalami peningkatan, karena bertambahnya pengeluaran pemerintah dalam menghadapi situasi pandemi yang terjadi di tanah air.

Kondisi ekonomi masyarakat di tahun lalu yang serba terbatas untuk bertahan, otomatis juga memengaruhi pendapatan negara dari segi pajak yang dibayarkan oleh masyarakat. Padahal, pendapatan pajak nyatanya menjadi penyumbang terbesar dan yang paling utama dari pemasukan yang diterima oleh kas negara.

Beruntungnya, di tahun 2021 geliat ekonomi perlahan mulai menunjukkan tanda kebangkitan. Sebagaimana yang telah disampaikan oleh Menkeu, bahwa di semester I tahun ini saja pendapatan yang diterima negara mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.

Hal tersebut membuktikan bahwa masyarakat dan pemangku kepentingan lain di sektor ekonomi sudah dapat melakukan penyesuaian, dan kembali bangkit dengan harapan baru, walau di tengah situasi pandemi yang belum menunjukan tanda-tanda usai dalam waktu dekat ini.

Sayonara Resesi, Ekonomi Indonesia Akan Kembali Bangkit

Kepedulian negara melalui anggaran kesehatan di situasi pandemi

Ilustrasi vaksinasi di Indonesia
info gambar

Jika melihat grafik APBN dari gambar sebelumnya, peningkatan anggaran belanja negara diketahui meningkat drastis dibandingkan pada tahun 2019. Tak dimungkiri bahwa hal tersebut merupakan langkah yang harus dilakukan pemerintah untuk menghadapi situasi pandemi yang terjadi.

Walau penerimaan yang diterima negara mengalami penurunan, namun pemerintah tidak menutup mata dan tetap memberikan upaya terbaik dalam mengatasi situasi yang terjadi.

Terbaru, bersamaan dengan pengumuman mengenai pertumbuhan pendapatan negara di semester I kemarin, Menkeu sekaligus menyatakan bahwa pemerintah akan menambah anggaran kesehatan untuk penanganan Covid-19, menjadi sebesar Rp193,93 triliun. Anggaran tersebut meningkat dari rencana awal sebesar Rp172 triliun.

Penambahan anggaran tersebut akan digunakan untuk membiayai diagnostik testing dan tracing, therapeutic, untuk biaya perawatan 236.340 pasien, insentif tenaga kesehatan, santunan kematian, dan pembelian berbagai obat dan alat pelindung diri (APD).

“Anggaran Rp193,93 triliun juga dipakai untuk pengadaan 53,9 juta dosis vaksin dan bantuan untuk iuran JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) untuk 19,15 juta orang. Di dalam anggaran kesehatan ini juga termasuk insentif untuk perpajakan bagi sektor kesehatan,” jelas Menkeu.

Menilik Progres Vaksinasi Covid-19 di Indonesia, Sudah Sejauh Mana?

Konten di atas sebagian memakai konten yang ada di Wikipedia. Untuk melihat yang lainnya, silakan klik tautan berikut Arsip Wikipedia. Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

SA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini