Sego Gandul, Hidangan Berkuah Nikmat Khas Pati

Sego Gandul, Hidangan Berkuah Nikmat Khas Pati
info gambar utama

Jawa Tengah memiliki berbagai kuliner khas yang terkenal lezat. Beberapa di antara yang terkenal antara lain nasi liwet, soto Kudus, getuk, lumpia Semarang, tahu petis, mi ongklok, mendoan, dan mangut beong.

Bila berkunjung ke daerah Pati, yang jaraknya kurang lebih 80 km dari Kota Semarang, jangan lupa mencicipi salah satu kuliner khasnya yaitu sego gandul atau nasi gandul. Hidangan ini dipopulerkan di Desa Gajahmati, sepintas penampilannya mirip dengan semur daging karena kuahnya berwarna kecokelatan dan berisi potongan daging.

Sego gandul sebenarnya merupakan hidangan yang sederhana. Makanan ini terdiri dari nasi putih yang disiram kuah gandul, kemudian ditaburi potongan daging sapi. Kebanyakan penjual memberikan potongan daging yang bisa dibilang sedikit, maka akan lebih mantap rasanya jika menambahkan lauk lain.

Biasanya di warung sego gandul ada menu pelengkap yang beragam, seperti tempe goreng, tempe dan tahu bacem, perkedel, telur bacem, paru goreng, telur asin, dan sate telur.

Kenikmatan dalam Semangkuk Nasi Grombyang Khas Pemalang

Sego gandul, hidangan sederhana yang kaya rempah

Untuk membuat sego gandul, bahan-bahan yang dibutuhkan antara lain daging sapi, lengkuas, daun salam, batang serai, kaldu jamur, gula jawa, gula dan garam, santan, jeruk nipis, bawang merah, bawang putih, keluak, kemiri, kencur, ketumbar bubuk, lada, dan jintan.

Rasa sego gandul didominasi manis dari kuahnya, bisa dibilang rasanya pun kurang lebih mirip semur tapi lebih encer. Bila suka lebih manis, biasanya di warung-warung disediakan kecap untuk tambahan.

Cara penyajian sego gandul pun punya kekhasan tersendiri. Para penjual biasanya menyajikan nasi di atas piring beralas daun pisang. Untuk makannya pun tidak menggunakan sendok, tetapi pakai suru alias sendok dari daun pisang. Namun, kini sudah banyak warung yang menyediakan sendok garpu biasa bila pembeli tak paham menggunakan suru.

Ternyata penggunaan alas daun pisang pun punya alasan tersendiri. Ini karena saat kuah diambil dari kuali panas dituang ke piring, daun pisang ini bisa membuat kuah tak terlalu panas dan tak cepat dingin pula.

Ada hal unik dalam menu pelengkap sego gandul, yaitu tempe goreng bertekstur keras. Ya, tidak seperti tempe goreng pada umumnya yang lebih garing ataupun lembut, tempe di sego gandul memang dimasak sampai keras. Namun, ketika dimakan, semua bagian kedelainya pecah dan mudah dikunyah.

Nasi gandul | @Tiwuk Suwantini Shutterstock
info gambar
5 Fakta Unik Nasi Sumsum, Makanan Khas Tangerang yang Melegenda

Mencicipi sego gandul versi otentik di Pati

Salah satu tempat untuk mencoba kenikmatan sego gandul di Pati adalah di warung Nasi Gandul Pak Meled. Lokasinya ada di Jalan Panunggulan, Desa Gajahmati. Menurut pengakuan Meled, warung tersebut awalnyadijalankan oleh orang tuanya sejak tahun 1955 dan masih berjualan berkeliling kampung.

"Dulu kan jualan pakai dunak (bakul besar dari anyaman bambu). Sambil berkeliling desa, pas dipikul nasinya gondal-gandul. Sampailah saat itu ada sosok yang sudah dituakan di Pati yaitu Mbah Rono, menyebut nasi yang gondal-gandul saat dijual itu dinamakan nasi gandul," jelas Meled, seperti dikutip Detik.com.

Tempat lain untuk mencoba sego gandul di Pati adalah Nasi Gandul H A Warsimin di Jalan Roro Mendut, Semampir. Selain daging sapi, sego gandul di sini juga bisa memilih menggunakan bagian kikil, paru, empal, hingga otak sapi.

Selain itu, ada juga Nasi Gandul Romantis H.S. Sardi yang selalu antre karena banyak penggemarnya. Warung yang telah berjualan sejak tahun 1978 ini memiliki rasa yang konsisten dan tak pernah berubah dari masa ke masa. Harganya pun murah meriah, yaitu sekitar Rp18-20 ribu.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

DA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini