Pos Bloc, Tempat Kongko dan Ruang Kreatif Baru di Gedung Kantor Pos

Pos Bloc, Tempat Kongko dan Ruang Kreatif Baru di Gedung Kantor Pos
info gambar utama

Tak sulit menemukan tempat kongko seru di Jakarta. Ada begitu banyak pilihan untuk berkegiatan di luar rumah, dari mulai kedai kopi, tempat makan, taman kota, galeri, hingga kawasan-kawasan kreatif.

Jika di Jakarta Selatan banyak tempat nongkrong anak muda berada di sekitaran Kemang, Senopati, atau Blok M, kini cobalah bergeser sedikit ke pusat. Di sana, terdapat tempat hiburan baru bernama Pos Bloc.

Familier dengan namanya? Memang tempat tersebut dikelola oleh PT Ruang Kreatif Pos, salah satu anak perusahaan Radar Ruang Riang, yang sebelumnya mengelola M Bloc Space di kawasan Blok M, Jakarta Selatan.

Pos Bloc sendiri merupakan hasil kolaborasi dengan PT Pos Indonesia dan berada di bekas gedung Kantor Pos Pasar Baru atau Gedung Filateli Jakarta. Lokasinya ada di Jalan Pos, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Kongko Sambil Dukung Produk Lokal di Kumulo Creative Compound

Tempat kongko baru di Jakarta Pusat

Salah satu keunikan dari Pos Bloc adalah lokasinya yang berada di gedung tua peninggalan Belanda. Dulunya, gedung ini berfungsi sebagai kantor pos terbesar di Hindia Belanda. Oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, gedung tersebut telah ditetapkan menjadi Bangunan Cagar Budaya kelas A.

Jimmy Saputro, CEO Pos Bloc Jakarta, mengatakan bahwa pihaknya ingin para pengunjung Pos Bloc bisa memiliki pengalaman berkunjung yang autentik, hangat, dan menyenangkan. Ia pun berharap Pos Bloc bisa mendorong wisatawan lokal dan mancanegara untuk datang dan mengenal sejarah kawasan di sekitarnya yang selama ini hampir terlupakan.

Mirip dengan M Bloc, Pos Bloc juga memiliki konsep sebagai ruang kreatif yang inklusif bagi komunitas lokal. Selain jadi tempat kongko, kawasan tersebut juga akan jadi ruang untuk diskusi, pertunjukkan musik, dan mewadahi berbagai usaha kreatif di bidang kuliner, film, fesyen, dan kriya.

Handriani Tjatur Setijowati selaku Direktur Utama PT Pos Properti Indonesia mengatakan bahwa aset Pos Bloc ini memang milik Pos dan menempati bangunan bersejarah yang orisinal. Ia berharap bangunan bersejarah tersebut bisa hidup kembali dan mendekatkan lebih banyak anak muda dengan Pos Indonesia.

Jika berkunjung ke Pos Bloc, Anda akan melihat deretan toko yang menjual berbagai produk lokal, mulai dari makanan, pakaian, hingga barang antik. Di sana pun terdapat ruang untuk diskusi dan bekerja. Hal seru lain yang bisa dicoba adalah berfoto dengan mesin pengambil gambar otomatis, yaitu Photomatics.

Ada pula sebuah ruangan yang akan difungsikan sebagai venue musik bernama Pos Bloc Live House. Menurut penuturan Wendi Putranto selaku Program Director, musik yang akan ditampilkan di Pos Bloc akan berbeda dengan M Bloc. Nantinya, pengunjung akan dimanjakan dengan musik-musik bergenre jazz, hawaiian, hingga keroncong.

"Itu yang akan kami coba kenalin lagi ke anak muda lewat tempat ini. Bisa dibayangkan Nonaria, White Shoes and The Couples Company, sampai Mocca main di sini. Band yang lebih laidback di sini. Mudah-mudahan bisa melahirkan artis baru seperti di M Bloc," ujar Wendi.

Wendi mengungkapkan harapannya agar Pos Bloc bisa menjadi game changer untuk menghidupkan kembali dinamika kreatif di kawasan Pasar baru dan berdampak baik pula pada lingkungan sekitarnya.

Menarik! Berikut 3 Rekomendasi Produk Merchant UMKM Lokal

Pembangunan Pos Bloc

Pos Bloc diketahui menempati lahan seluas 6.500 meter persegi yang terbagi dalam dua fokus pembangunan, yaitu untuk area UMKM dan ruang kreatif. Setelah pembukaan tahap pertama pada 17 Agustus 2021 lalu, kini masih dilanjutkan pengembangan tahap kedua yang diperkirakan akan selesai tahun depan.

Pembukaan Pos Bloc di Jakarta juga menjadi langkah awal dalam pengembangan kawasan serupa di Surabaya dan Medan. Rencananya, Pos akan membidik aset-aset bersejarah di kota besar terlebih dahulu. Perlu diketahui bahwa aset Pos sendiri mencapai 2.930 unit dan komersialiasi ribuan aset tersebut akan dibangun untuk menjadi co-working space, hotel, kos ekslusif, dan berbagai bisnis kekinian.

Meski sudah diubah menjadi ruang kreatif dan tempat dengan konsep kekinian, bangunannya tidak diubah total. Seluruh pemugaran dilakukan dengan sangat hati-hati mengingat sudah menjadi bagian dari cagar budaya.

Selain menikmati berbagai keseruan di Pos Bloc, pengunjung juga masih bisa melihat-lihat benda peninggalan saat pos jadi sarana penting dalam komunikasi jarak jauh. Di sana masih tersimpan brankas, prasasti, hingga laci-laci tempat menyortir surat.

Wendi berharap setiap pengunjung yang datang ke Pos Bloc bukan hanya sekadar nongkrong, makan-minum, dan berbelanja, tetapi juga menggali sejarah dan cerita masa lalu. Apalagi kawasan tempat Pos Bloc ini berada dahulunya merupakan pusat pemerintahan Hindia Belanda.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini