Inovasi PT KAI di Tengah Menurunnya Penumpang Kereta Api Imbas Pandemi Covid-19

Inovasi PT KAI di Tengah Menurunnya Penumpang Kereta Api Imbas Pandemi Covid-19
info gambar utama

Kereta api menjadi moda transportasi darat yang cukup disenangi bagi sebagian masyarakat Indonesia. Alasannya adalah kereta api bebas dari macet dan perjalanan dapat ditempuh dalam waktu yang relatif cepat menjadi hal yang mendasari mengapa kereta api jarang sepi penumpang.

Perusahaan kereta api di Indonesia dinaungi oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) dan beberapa anak perusahaan di bawahnya. Seri kereta api yang disediakan oleh PT KAI pun beragam, mulai dari kereta api jarak dekat dan jarak jauh, kereta commuter, kereta wisata hingga kereta aglomerasi daerah.

Tercatat, ada 634 stasiun kereta di Indonesia berdasarkan Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api, Ditjen. Perkeretaapian pada 2018. Sebanyak 476 stasiun kereta berada di Daerah Operasi (DAOP) pulau Jawa dan 158 stasiun kereta berada di Divisi Regional Sumatra.

Sejarah Kereta Rel Listrik, Moda Transportasi Andal Masyarakat Jabodetabek

Jumlah penumpang kereta api tahun 2020 menurun drastis akibat pandemi Covid-19

Jumlah penumpang kereta api 10 tahun terakhir. | Infografis : GoodStats
info gambar

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penumpang kereta api dari tahun ke tahun berdasarkan wilayah operasionalnya sejak 2006. Penumpang kereta api dibagi menjadi 3 wilayah yakni Jabodetabek, Non Jabodetabek (Jawa), dan Sumatra.

Tahun 2020 menjadi tahun dengan penurunan jumlah penumpang kereta api paling signifikan semenjak pencatatan jumlah penumpang oleh BPS. Hingga Desember 2020, tercatat ada 186,12 juta penumpang kereta api.

Angka ini turun 56,4 persen dari jumlah penumpang kereta api 2019 yang mencapai 426,88 juta orang dan jauh merosot ketimbang 4 tahun sebelumnya di mana jumlah penumpang kereta api setiap tahunnya berada di atas angka 300 juta penumpang. Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) karena pandemi Covid-19 menjadi penyebab utama merosotnya jumlah penumpang kereta api di tahun 2020.

Kebijakan PSBB menyusul setelah terkonfirmasinya Covid-19 masuk Indonesia pada Maret 2020. Pada April 2020 kebijakan PSBB mulai diterapkan di berbagai wilayah kota/kabupaten dan provinsi yang akhirnya menyebabkan penurunan jumlah penumpang berbagai moda transportasi.

Penurunan penumpang kereta api paling mencolok terjadi saat PSBB baru saja diterapkan, yakni bulan April dan Mei. Penumpang kereta api di bulan April dan Mei tidak lebih dari 6 juta penumpang setiap bulannya.

Kebijakan PSBB membuat beberapa layanan kereta api harus dinonaktifkan sementara maupun diaktifkan kembali secara bergantian. Hal tersebut juga berlaku pada layanan kereta commuter.

Pusat Pengendali Operasi Kereta Tercanggih Se-ASEAN Ada di Manggarai

Syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi oleh calon penumpang kereta api di masa pandemi Covid-19

Antrean calon penumpang kereta di stasiun. | Foto : Shutterstock/Debora Himawan
info gambar

Meskipun masih dihadapkan dengan pandemi Covid-19, namun pengoperasian layanan kereta api masih aktif dengan syarat perjalanan bagi penumpang sesuai dengan ketentuan protokol kesehatan.

Dikutip dari siaran pers PT KAI, syarat untuk naik kereta jarak jauh, calon penumpang diharuskan untuk sudah divaksin minimal dosis pertama dan menunjukkan surat keterangan hasil tes RT-PCR maksimal 2x24 jam atau Rapid Test Antigen maksimal 1x24 jam sebelum jadwal keberangkatan.

Sementara itu, bagi calon penumpang dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbiditas yang menyebabkan tidak dapat menerima vaksin, wajib, surat keterangan dokter dari pemerintah menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan/atau tidak dapat mengikuti program kesehatan Covid-19 melalui vaksinasi.

Selain itu, calon penumpang harus dalam kondisi sehat dan suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celsius serta diwajibkan untuk menggunakan masker kain 3 lapis atau masker medis yang menutupi hidung dan mulut. Persyaratan lengkap dan pembaruannya dapat dilihat langsung di halaman resmi PT KAI dan platform media sosial resminya.

Hingga Juli 2021, jumlah penumpang kereta api di tahun 2021 ada 87,6 juta penumpang dari sumber PT Kereta Api Indonesia dan PT KAI Commuter Jabodetabek.

Fungsi Angka Pada Papan Nama Stasiun Kereta Api

Inovasi PT KAI

Guna memaksimalkan layanan serta meningkatkan penumpang kereta api, PT KAI baru-baru ini menghadirkan inovasi yang dicetuskan tepat pada perayaan Hari Kereta Api Indonesia (28 September). Inovasi tersebut berupa percepatan waktu tempuh, penyediaan layanan wifi gratis, dan penyediaan layanan Live Cooking di atas rangkaian kereta.

Percepatan waktu perjalanan dilakukan pada perjalanan KA Argo Bromo Anggrek (Gambir - Surabaya Pasar Turi pp), Argo Wilis (Bandung - Surabaya Gubeng pp), Argo Lawu (Gambir - Solo Balapan pp), Argo Dwipangga (Gambir - Solo Balapan pp). ), dan Taksaka (Gambir - Yogyakarta pp).

Sementara itu, layanan wifi gratis akan diluncurkan di KA Argo Bromo Anggrek, Argo Lawu, Argo Dwipangga, Argo Wilis, Taksaka, dan Argo Parahyangan. Hadirnya wifi gratis bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan di era digital.

“Dengan wifi gratis, pelanggan tetap dapat beraktivitas seperti bekerja, mengakses konten hiburan, dan berkomunikasi selama dalam perjalanan,” kata Didiek.

Layanan live cooking akan ada di KA Argo Lawu, Argo Dwipangga, Taksaka, dan Argo Wilis. Setelah sebelumnya dihadirkan pada KA Argo Bromo Anggrek pada 1 Juni 2021, PT KAI kembali menambah layanan live cooking pada kereta api penumpang lainnya di atas respon masyarakat yang positif.

Pada usia yang ke-76 ini, KAI terus berupaya menyediakan layanan transportasi yang aman, efisien, dan terus berkembang untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

Mengenal Gunung yang Menjadi Inspirasi Nama Kereta

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Widhi Luthfi lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Widhi Luthfi.

WL
IA
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini