Sejarah Kereta Rel Listrik, Moda Transportasi Andal Masyarakat Jabodetabek

Sejarah Kereta Rel Listrik, Moda Transportasi Andal Masyarakat Jabodetabek
info gambar utama

Penulis: Ega Krisnawati

Kereta Rel Listrik (KRL) di Jabodetabek merupakan salah satu moda transportasi yang ramai peminat. Tidak hanya itu, jenis transportasi ini juga memiliki ribuan pengguna setiap harinya.

Dikutip dari laman Kompas.com, semenjak Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) dan Staat Spoorwagen (SS) mengembangkan jalur kereta api di Pulau Jawa, perkembangan industri kereta api mulai ramai dan berkembang dengan baik. Pasalnya, jalur kereta api mulai dibangun dan tersambung untuk menghubungkan satu wilayah ke wilayah lain.

Semula kereta api dibuat untuk mengangkut hasil bumi dan perkebunan, industri ini bertransformasi untuk mengangkut manusia. Lantas, Kereta api dinilai memiliki keuntungan memangkas waktu yang lebih cepat daripada kendaraan lainnya. Hingga akhirnya, kereta api dikembangkan menjadi lokomotif tenaga diesel dan listrik.

Mengenal Berbagai Jenis Transportasi Darat RI, Ada Apa Saja?

Bermula dari elektrifikasi

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, wacana elektrifikasi jalur kereta api di Jakarta dan sekitarnya telah dilakukan oleh para pakar dari perusahaan kereta api milik pemerintah Hindia Belanda, Staats Spoorwegen (SS) sejak tahun 1917. Menurut laman resmi KAI Commuter, elektrifikasi ini diyakini akan menguntungkan secara ekonomi.

Elektrifikasi ini pertama kali dilakukan untuk lintas Tanjungpriok- Meester Cornelis (Jatinegara). Kemudian, proyek yang dimulai tahun 1923 tersebut rampung pada 24 Desember 1924.

Helicak, Transportasi Idola Warga Jakarta yang Sekarang Tinggal Kenangan

Lantas, untuk mendukung elektrifikasi, Dinas Tenaga Air dan Listrik membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) “Oebroeg” /Ubrug dan PLTA “Kratjak” /Kracak di wilayah Sukabumi. Selanjutnya, listrik mengalir ke Gardu Induk Ancol dan Jatinegara.

Kendati demikian, listrik dari PLTA Kracak telah mendukung suplai LAA lintas Manggarai-Bogor melalui Gardu Induk Depok dan Kedungbadak (Bogor). Sehingga, pemerintah Hindia Belanda pun membeli sejumlah lokomotif listrik untuk menarik rangkaian kereta api.

Lokomotif yang dibeli, yaitu seri 3000 buatan Swiss Locomotive & Machineworks (SLM) - Brown Baverie Cie (BBC), seri 3100 buata Allgemaine Electricitat Geselischaft (AEG) Jerman, seri 3200 buatan Werkspoor Belanda, serta KRL buatan pabrik Westinghouse dan General Electric.

Peresmian elektrifikasi kereta

Kereta Rel Indonesia | Foto: Media Indonesia
info gambar

Peresmian elektrifikasi jalur Tanjungpriok – Meester Cornelis dilakukan bersamaan dengan perayaan hari ulang tahun ke-50 SS pada April 1925. Selanjutnya, elektrifikasi beroprasi di lintas Batavia (Jakarta Kota)-Kemayoran dan Meester Cornelis (Jatinegara)-Manggarai-Koningsplein (Gambir)-Batavia (Jakarta Kota).

Akhirnya, sejak 1 Mei 1927 KRL mengelilingi kota (ceintuur-baan) di Kota Batavia. Kemudian, untuk pertama kalinya jalur KRL Batavia (Jakarta Kota)-Buitenzorg (Bogor) beroperasi di tahun 1930, hingga tahun 1939, telah ada sebanyak 72 perjalanan KRL yang melintasi jalur lingkar Batavia dan Manggarai-Bogor.

Ragam Transportasi Djadoel di Jakarta, Apa Kabarnya Kini?

Setelah Indonesia merdeka tepatnya setelah tahun 1945, lokomotif listrik masih beroperasi di sekitar Jakarta. Tapi, akhirnya usia kereta yang telah mencapai setengah abad itu tidak ada penambahan lokomotif listrik baru dan membuat transportasi dengan lokomotif listrik tidak lagi memadai.

Perkeretaapian Jabodetabek kemudian mulai akrab dengan rangkaian KRL buatan Jepang yang beroperasi tahun 1976. Seiring dengan konsep pengembangan KRL Jabodetabek dan sekitarnya, PT KAI (Persero) membentuk anak perusahaan yakni PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) yang ditugaskan menjadi operator sarana KRL.

PT KCJ yang kini berganti nama menjadi KCI dibentuk menggantikan Divisi Jabodetabek PT KAI sebagai pengelola KRL pada tahun sebelumnya. Kini, KRL Commuter Line semakin menjadi moda transportasi andalan masyarakat perkotaan.

Manfaat menggunakan KRL tentunya mempermudah mobilitas yang lebih aman, nyaman, dan bebas macet. Nah, Kawan sudah pernah belum, nih, naik KRL?*

Referensi: Kompas.com | KAI Commuter

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Kawan GNFI Official lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Kawan GNFI Official.

KO
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini