Arul Ismail, Pemuda Asal Ciamis yang Sukses Rintis Usaha Miniatur Pesawat

Arul Ismail, Pemuda Asal Ciamis yang Sukses Rintis Usaha Miniatur Pesawat
info gambar utama

Tidak semua orang memiliki keberanian dan tekad besar untuk memulai suatu usaha yang dimulai dari nol, terlebih jika mempertanyakan tekad tersebut di kalangan anak muda.

Bayang-bayang kegagalan dalam merintis suatu usaha sampai saat ini masih menjadi alasan utama yang membuat banyak kalangan anak muda tidak berani mengambil risiko, apalagi jika bicara mengenai potensi kerugian yang berhubungan dengan materi.

Padahal, hal tersebut bisa dihindari atau diminimalisir dengan merintis semuanya secara perlahan dan bertahap, sesuai dengan kemampuan dan potensi yang dimiliki tanpa mengedepankan ambisi yang berlebih.

Setidaknya hal tersebut yang sampai saat ini dijalani oleh Arul Ismail, seorang pemuda asal Ciamis yang beberapa waktu lalu sempat mencuri perhatian berkat semangatnya merintis usaha miniatur pesawat di tengah situasi pandemi.

Semangat Dewi untuk Indonesia, Dorong Anak Muda Mengabdi Bagi Negeri di Tengah Pandemi

Tetap produktif walau memutuskan berhenti kuliah

Arul Ismail
info gambar

Usianya saat ini masih 21 tahun, terbilang cukup muda di antara segelintir orang yang memutuskan untuk mulai merintis suatu usaha. Di kisaran usia tersebut, umumnya pemuda seusia Arul sedang menempuh pendidikan di jenjang perguruan tinggi, namun jalan berbeda dipilih Arul.

Saat dihubungi GNFI, Kamis (21/10/2021), Arul mengungkap bahwa ia sebenarnya juga sempat menempuh pendidikan tinggi di Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Tasikmalaya.

Namun pada saat pandemi melanda ketika ia berada di semester dua, Arul memutuskan untuk menghentikan pendidikannya karena merasa tidak dapat menjalani perkuliahan dengan kondusif.

Segala macam bentuk pembatasan kegiatan pada saat itu tentu membuat Arul memiliki banyak waktu luang, namun bukan berarti ia hanya berdiam diri dan tidak melakukan aktivitas apapun.

Berangkat dari banyaknya waktu luang yang dimiliki itulah, Arul mulai mencoba berbagai hal baru dengan berkreasi yang menuntunnya menjadi pembuat miniatur pesawat dan mendatangkan pundi-pundi rupiah hingga saat ini.

Anak Muda Indonesia Yakin Mampu Memenuhi Kebutuhan Dasar di Masa Depan

Sempat gagal dalam usaha miniatur bus

Bercerita mengenai awal mula dirinya mampu berkreasi membuat miniatur pesawat, Arul yang saat ini tinggal di Desa Sadananya, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat menjelaskan bahwa sebelum masuk kuliah, dirinya kerap membuat lampu hias dengan memanfaatkan material berupa paralon bekas.

Tidak ingin karyanya tak termanfaatkan dengan baik, Arul berniat untuk menjual hasil karya yang dimiliki agar dapat menjadi sesuatu yang menghasilkan. Namun, saat itu ia menilai bahwa target pasarnya tidak ada.

Mencoba berkreasi dengan membuat sesuatu yang lebih menarik, dirinya ternyata sempat membuat miniatur bus saat pertama kali memutuskan untuk berhenti kuliah.

“Karya lampu hias ini mau dijual tapi pasarnya tidak ada, baru di awal tahun 2020 sewaktu ada pandemi saya akhirnya berhenti kuliah, kemudian membuat miniatur bus. Jadi sebelum ke miniatur pesawat saya sempat bikin miniatur bus lebih dulu,” jelas Arul.

Walau sempat berjalan dengan baik, Arul nyatanya harus mengalami kegagalan karena usaha miniatur bus tersebut hanya mampu bertahan dalam waktu singkat.

“Waktu pertengahan tahun 2020 itu penjualan sudah merosot, sudah tidak ada lagi yang pesan jadi saya tidak produksi lagi miniatur bus,” tuturnya.

Lebih jauh Arul mengungkap, untuk usaha miniatur pesawat itu baru ia mulai di awal tahun 2021 yang dilakukan dengan merintis lagi segalanya dari nol. Masih dengan bermodalkan belajar secara otodidak dengan menonton berbagai tayangan tutorial di YouTube, baru pada akhirnya Arul kembali berhasil mengembangkan usaha miniaturnya hingga saat ini.

Nasihat-Nasihat ''Gila'' Bob Sadino untuk Anak Muda Indonesia

Pengembangan usaha miniatur pesawat

Kembali merintis usaha miniatur pesawat dari nol, Arul mengungkap bahwa tiga karya miniatur pesawat pertamanya dibuat setelah mempelajari tutorial hanya dalam waktu singkat.

“Belajar cuma sekilas sebenarnya, tidak sampai mendalam jadi benar-benar otodidak, dan Alhamdulilah langsung jadi, tidak ada proses gagal dalam pembuatannya,” jelas Arul.

Sementara itu bicara mengenai modal yang digunakan, Arul mengungkap bahwa ia memanfaatkan dana bantuan UMKM terdampak Covid-19 yang didapat dari pemerintah. Dengan dana sekitar Rp2,4 juta ia membeli peralatan berupa gerinda, bor, pipa, dan alat lainnya.

Sementara itu mengenai proses pembuatan, Arul diketahui mengerjakan semuanya sendiri. Namun seiring dengan semakin banyaknya pesanan yang diterima, ia kemudian dibantu oleh sang ayah dan saudaranya untuk memenuhi permintaan konsumen.

“Satu unit miniatur pesawat itu sebenarnya bisa dibuat dalam waktu tiga hari. Tapi sekarang saya menerapkan sistem kloter dan bisa mendapat pesanan hingga sebanyak 15 unit miniatur per bulan. Jadi kalau misal ada yang mau pesan pada saat satu waktu tertentu sistemnya nunggu pesanan yang lain, produksinya bersamaan di satu bulan itu,” papar Arul.

Membahas lebih detail, Arul tak menampik bahwa awalnya kerap mengalami kesulitan dalam membuat beberapa detail dari bagian pesawat.

“Dulu itu kesulitan di bagian lambung pesawat yang ada sayap di bagian bawahnya itu. Kemudian di bagian kepala moncongnya itu kan berbeda ya, Boeing sama Airbus itu beda, jadi harus benar-benar teliti,” ungkapnya.

Beruntung, hingga saat ini Arul mengaku selalu mendapat feedback memuaskan dari para konsumen yang membeli miniatur pesawat hasil karyanya.

Untuk harga yang dipatok dari setiap miniatur pesawat, Arul menjelaskan jika saat ini ada dua ukuran pesawat yang ia buat, yaitu ukuran 30 sentimeter dengan kisaran harga Rp130 ribu, kemudian ukuran 40 sentimeter dengan harga sekitar Rp160 ribu.

Meski begitu, Arul juga mengungkap bahwa dirinya kerap menerima pesanan miniatur untuk pesawat jenis tertentu seperti Sukhoi, Antonov, Hercules, atau pesanan khusus lainnya yang diterima dari konsumen. Harga yang dipatok untuk pesawat jenis tersebut diketahui sedikit berbeda dan disesuaikan dengan tingkat kesulitan atau permintaan yang diinginkan oleh konsumen.

Saat ini, Arul aktif memasarkan hasil karya miniatur pesawat yang dibuat dengan memanfaatkan platform media sosial Instagram yang diberi nama Aero Creative Miniature. Lewat akun tersebut, Arul memajang sejumlah katalog dari karya yang telah dihasilkan dan laku terjual.

Mulai Usaha Sejak SMA, Sukses Pasarkan Produk Kerajinan ke Seluruh Negeri

Rencana perluas pasar dan harapan di waktu yang akan datang

Miniatur pesawat karya Arul Ismail
info gambar

Untuk saat ini, Arul menjelaskan bahwa miniatur pesawat hasil karyanya sudah laku dipasarkan ke lintas pulau seperti Aceh dan wilayah lainnya. Meski begitu, dirinya mengungkap bahwa dalam waktu dekat ingin mencoba untuk memperluas pasar dengan menawarkan karyanya ke negara tetangga.

“…dalam waktu dekat ingin mencoba menawarkan ke beberapa konsumen di negara lain, InsyaAllah. Lewat kenalan yang memang sudah sempat sharing di beberapa grup.”

Saat ditanya apakah memiliki rencana untuk kembali memperluas bidang miniatur untuk objek lain di luar pesawat, Arul menyampaikan bahwa untuk saat ini dirinya ingin lebih fokus mengembangkan miniatur pesawat terlebih dulu, dengan harapan usahanya dapat berkembang lebih baik lagi.

Di akhir perbincangan, Arul berharap agar anak-anak muda seperti dirinya yang ingin menjalani usaha dapat lebih berani lagi untuk memulai sesuatu yang sudah diyakini.

“Apapun yang sesuai dengan basic kita ya jalani saja, kalau mau memulai usaha memang harus berani mengambil risiko terutama dalam kegagalan, tapi akhirnya pasti ketemu jalannya dan akan terus berproses.” pungkasnya.

Anak Muda! Temukan Inspirasi dan Asah Kemampuanmu di Tengah Pandemi

Catatan:

Artikel di atas merupakan persembahan GNFI untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2021.

Mereka adalah segelintir dari banyak anak muda yang mampu membangkitkan asa, mendobrak pesimistis, dan bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, serta lingkungannya, di tengah situasi pandemi Covid-19 ini.

Selamat Hari Sumpah Pemuda, Maju Terus Anak Muda Indonesia. Kalian adalah pemantik asa yang perkasa.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

SA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini