Rintis Holding Company yang Digawangi Anak Muda, Isya Yusril: Harus Ada Kemauan

Rintis Holding Company yang Digawangi Anak Muda, Isya Yusril: Harus Ada Kemauan
info gambar utama

“Punya mimpi dan tujuan besar tetap harus realistis, setiap perjalanan jauh selalu dimulai dengan langkah kecil.”

---

Bicara soal membangun suatu usaha, tak dimungkiri jika selama ini di kalangan masyarakat terutama anak muda kerap muncul dua pandangan skeptis yang bertolak belakang, dalam menyikapi mimpi sekaligus pencapaian seseorang saat merintis suatu bisnis.

Pertama, keraguan akan keberhasilan seseorang saat ingin membangun bisnis besar yang awalnya mungkin terdengar mustahil untuk bisa digapai. Atau kedua, ketika ada orang yang sudah berhasil merintis bisnis besar yang dimaksud, namun sentimen yang didapat justru berupa pandangan bahwa hal tersebut digapai berkat hak istimewa semata, atau yang selama ini lebih populer disebut dengan istilah privilege.

Tak bisa sepenuhnya disalahkan, karena kondisi pada pandangan kedua memang kerap ditemui. Namun hal tersebut kadung membuat mereka lupa, bahwa masih ada segelintir orang yang mampu mematahkan dua pandangan di atas.

Isya Yusril salah satunya, pemuda berusia 24 tahun yang mengawali karier di bidang investasi ini memiliki sejumlah bisnis di beberapa sektor seperti properti, edukasi dan penasehat finansial, cyber security consultant, sampai production house.

Ditambah dengan beberapa entitas bisnis yang masih dikembangkan, Isya memiliki mimpi untuk membangun sebuah holding company atau konglomerasi bisnis di berbagai bidang, yang saat ini diketahui sudah berkembang dan digawangi oleh sekelompok anak muda yang berada di kisaran usia sama dengan dirinya.

Pencapaian bisnis yang terdengar mustahil untuk bisa digapai pemuda berusia 24 tahun, yang bagi sebagian besar orang dianggap hanya mungkin dimiliki oleh kalangan yang memiliki privilege.

Tak banyak orang yang tahu kalau semuanya diawali dari berbagai perjuangan dan langkah kecil. Mulai dari berjualan sate di depan kampus hingga menjadi driver ojek online selama dua tahun.

Melalui sambungan telepon, Minggu (26/10/2021), kepada GNFI Isya berbagi cerita mengenai bagaimana awal mula dirinya menumbuhkan tekad berbisnis yang terus dilakoni hingga detik ini.

Arul Ismail, Pemuda Asal Ciamis yang Sukses Rintis Usaha Miniatur Pesawat

Apa hal yang memotivasi jadi seorang pebisnis sejak usia muda?

Sudah punya tekad dari sekolah, tapi keinginan kuat buat bangun bisnis dan mulai investasi sebenarnya berawal dari buku yang didapat sebagai hadiah ulang tahun ke-17, judulnya Rich Dad Poor Dad karangan Robert Kiyosaki.

Buku itu yang benar-benar merubah semuanya di hidup saya, mulai dari perspektif tentang uang, pekerjaan, dan hal lain. Secara garis besar pesan yang saya dapat dari buku itu, ketika seseorang mau ‘kaya’ atau berhasil, peluang terbesarnya ada ketika orang tersebut jadi pemilik bisnis atau investor.

Dari situ saya mulai berfikir jalan mana yang harus dilalui buat bisa sampai di posisi tersebut, salah satunya dengan memulai bisnis itu sendiri dari usaha kecil-kecilan.

Apa bentuk usaha yang pertama kali dijalani?

Mulai usaha dari SMA, dari makanan ikan misal pepes yang dibikin ibu terus setiap hari Minggu saya jual di tempat semacam pasar kaget. Pokoknya banyak hal dicoba usaha kecil-kecilan dari SMA bahkan SMP.

Sampai di waktu kuliah kebetulan bisa buka rekening saham karena sudah 17 tahun, jadi mulai coba investasi sekalian belajar. Dan lagi, investasi di saham itu kan sebenarnya bisa dimulai dengan modal hanya Rp100 ribu.

Di saat yang bersamaan, sambil kuliah dan belajar tentang investasi saya juga menjalankan beberapa usaha. Bahkan sebelumnya saya sempat jadi ojek online (ojol) selama kisaran dua tahun semenjak lulus SMA, bahkan bisa dibilang angkatan pertama.

Awalnya ajak teman buat coba jadi driver bareng tapi gak ada yang mau, sama orang tua juga bahkan sempat dilarang karena waktu itu benar-benar pas masih baru, lagi ramai kasus ojol digebukin ojek pangkalan.

Selama dua tahun berjalan, uang yang didapat dari hasil ojol itu dipakai buat top-up di saham. Jadi setiap ada uang dipakai bikin bisnis, ada uang dipakai untuk tambah di saham. dua hal itu benar-benar dijalani secara bersamaan karena tekad ingin jadi pemilik bisnis dan investor.

Kalau dari bisnis sendiri mulai dari usaha jualan semacam sate-sate Jepang di depan kampus, usaha keripik, sampai usaha kuliner konsep food truck dengan nama Zelo.

Kuru Yakitori, salah satu usaha yang dilakukan semasa kuliah
info gambar
Garry Yusuf, Pemuda 18 Tahun yang Raih Omzet Besar dari Bisnis Martabak

Proses yang dilalui sampai bisa ada di posisi sekarang itu bagaimana?

Soal proses, Zelo itu sebenarnya jadi kali pertama saya menjalani bisnis yang modalnya berasal dari orang. Ada teman yang mempercayakan modal usaha, di situ saya yang susun semua konsep dan menjalani operasionalnya. Itu jadi kali pertama saya belajar me-manage modal atau uang yang diinvestasikan orang lain dalam berbisnis.

Sambil terus belajar dan mendalami soal investasi akhirnya ada satu kesempatan saya untuk ikut lomba analisa pasar modal ke Semarang, sampai tahap final dan di situ saya kenalan sama peserta lain, jalin relasi dengan banyak orang dan beberapa senior.

Sampai satu waktu, senior tersebut akhirnya mengajak buat kerja di salah satu perusahaan sekuritas. Dihadapkan sama dua pilihan, akhirnya bisnis Zelo yang waktu itu berjalan di-stop.

Waktu itu berfikirnya sebelum punya bisnis, saya harus ada pengalaman kerja, harus tahu dan belajar dulu gimana caranya mimpin orang-orang dalam suatu perusahaan. Di tingkat tiga, kisaran semester lima atau enam akhirnya saya pindah ke kelas malam, jadi siangnya kerja malamnya kuliah.

Dari situ juga akhirnya saya terus improve karena sehari-hari memang kerja di bidang investasi jadi banyak berkembang, dan di saat bersamaan juga tetap cari peluang bisnis yang akhirnya menuntun sampai ke tahap ini.

Bisnis apa saja yang sudah dan sedang dibangun, masih dijalani sambil bekerja?

Kalau untuk sekarang salah satu yang lagi fokus itu ada bisnis properti dengan nama Sinergi Development, yang Alhamdulillah entitasnya sudah dalam bentuk PT Sinergi Properti Asia, proyek pertama itu cluster kost eksklusif di Malang dengan nama The Houston, yang pembangunannya sendiri dimulai di tengah situasi pandemi dan berjalan sampai saat ini.

Ada juga PT Sinergi Saki Digdaya yang menaungi berbagai bisnis di bidang retail, misal bisnis semacam suplai sayur dan sejenisnya, kemudian PT Digital Solusi Group yang kolaborasi dengan partner di bidang cyber security consultant.

Beberapa usaha yang belum established PT-nya tapi sudah berjalan, misal Sinergi Investama semacam platform edukasi dan advisor di bidang finansial terutama investasi, Sinerginative yang sekarang masih dalam bentuk production house tapi kedepannya mau dibawa jadi agency, ada juga usaha car wash serta car detailing di Bandung.

Sebelumnya masih bisa dijalani bersamaan, bisnis dan kerja. Tapi kebetulan, baru kurang lebih satu bulan lalu akhirnya memutuskan resign dari pekerjaan sebelumnya, karena sekarang bisnis yang dijalani kebetulan semakin berkembang, dan ada beberapa orang yang bergantung dari situ, jadi saya memutuskan untuk fokus menjalani bisnis di Sinergi ini.

Kiprah Maya Stolastika Menyebarkan Semangat Bertani Organik kepada Pemuda

Makna dan visi dari Sinergi itu apa?

Saya bangun entitas bisnis dengan nama Sinergi itu esensinya menggambarkan kita masing-masing individu yang ada di dalamnya bisa saling kerja sama untuk satu visi yang sama.

Mimpi atau rancangan besar saya kedepannya Sinergi akan punya banyak lini bisnis di berbagai bidang, jadi semacam holding company yang saya harap teman-teman saya sendiri yang akan mengisi di berbagai lini bisnis tersebut.

Karena saya tau, gimana teman-teman saya termasuk saya dulu juga mungkin tidak seberuntung orang-orang yang bisa punya kesempatan besar atau apa yang disebut sebagai privilege untuk membangun bisnis, ibarat kasarnya mereka yang saya sebut sebagai ‘teman gembel’ atau teman-teman saya di waktu susah semasa SMP, SMA, bahkan kuliah yang saya harap akan mengisi bisnis-bisnis di jaringan Sinergi yang sedang dan akan terus dibangun.

Apa sudah merasa pencapaian yang dimiliki bermanfaat dan memberi dampak positif bagi orang banyak?

Semua orang yang menjalani usaha atau bisnis pada dasarnya pasti paham kalau mereka sudah memberikan manfaat dari sebatas langkah kecil seperti membuka lapangan kerja.

Hal itu juga yang saya yakini sejak dulu, dari usaha kecil-kecilan berjualan keripik yang produksinya rumahan, waktu itu kebetulan juga sempat memberdayakan ibu-ibu rumah tangga di lingkungan sekitar rumah yang beberapa suaminya mungkin ada yang bekerja sebagai tukang bangunan.

Hal yang sama juga berlaku sewaktu Sinergi Development memulai pembangunan proyek pertama di tengah pandemi, yang membuka lapangan kerja untuk para tukang.

Kemudian saya dan teman-teman yang memang jalan bersama di Sinergi punya komitmen bahwa setiap yang kita hasilkan dari bisnis yang berjalan, harus bermanfaat bagi orang banyak. Salah satunya Alhamdulillah lewat wakaf tanah bagi sebuah yayasan untuk membangun pesantren penghafal Al-Quran di Bogor.

Komitmen itu kita bawa bukan hanya sebatas penyediaan lahan, tapi kedepannya mulai dari pembangunan, sampai sudah jadi dan keberlangsungan pesantren tersebut, kita putuskan untuk terus terlibat di sana.

Intinya dari segi usaha jelas mewujudkan padat karya, sedangkan dari segi hasil usahanya kita sisihkan dan dikembalikan lagi untuk masyarakat.

Apa rencana selanjutnya dan prinsip memulai bisnis yang bisa dibagi?

Jelas masih ada banyak hal yang ingin dilakukan, untuk semakin mengembangkan bisnis ini beberapa ada rencana yang masih dalam tahap pengembangan dan berkolaborasi juga dengan pihak lain.

Berbagai bidang selain properti bahkan sampai ke sektor maritim dan pertambangan juga kita sudah coba buat cari tau potensi dan peluangnya dari hal mendetail seperti permodalan. Tapi kembali lagi, itu kan mimpi besar yang semuanya harus dijalani pelan-pelan, butuh waktu dan fokus lebih besar.

Soal prinsip, hal yang sama juga berlaku untuk semua orang bukan hanya anak muda, punya mimpi dan tujuan besar tetap harus realistis, setiap perjalanan jauh selalu dimulai dengan langkah kecil. Penting untuk memulai karena kita tidak akan pernah tahu kalau tidak mencoba, intinya harus improve dan harus ada kemauan.

Sukses Jual Roti Hingga Buka 100 Cabang, Afan Syahdana: Tuhan Bersama Anak Muda yang Nekat

Catatan:

Artikel di atas merupakan persembahan GNFI untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2021.

Mereka adalah segelintir dari banyak anak muda yang mampu membangkitkan asa, mendobrak pesimistis, dan bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, serta lingkungannya, di tengah situasi pandemi Covid-19 ini.

Selamat Hari Sumpah Pemuda, Maju Terus Anak Muda Indonesia. Kalian adalah pemantik asa yang perkasa.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

SA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini