Melihat Kinerja Produksi Telur Itik Indonesia di Tengah Pandemi

Melihat Kinerja Produksi Telur Itik Indonesia di Tengah Pandemi
info gambar utama

Salah satu sumber protein hewani dapat diperoleh melalui konsumsi telur unggas. Jenis unggas di Indonesia yang banyak dibudidayakan adalah Ayam dan Itik untuk diambil telurnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia, mencatat bahwa usaha ternak unggas, terutama itik petelur, dapat ditemukan di setiap provinsi Indonesia. Hal tersebut terlampir dalam laporan berjudul "Produksi Telur Itik Menurut Provinsi" yang tercatat setiap tahunnya.

Menurut Unsurtani.com, ada beberapa jenis itik yang khusus dipilih untuk budidaya itik petelur. Beberapa jenis itik petelur yang banyak dipilih oleh peternak yakni Itik Tegal, Itik Magelang, Itik Alabio, Itik Mojosari Alabio (MA), Itik Bali, dan beberapa jenis lainnya.

Telur Asin Brebes Dinobatkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia

Produksi telur itik tahun 2020

Produksi telur itik di Indonesia pada selama tahun 2020. | Infografis ; GoodStats/Angelia
info gambar

Per tahun 2020, produksi telur Itik di Indonesia mencapai 332.907 ton secara nasional. Dengan rekor produksi tertinggi dipegang oleh Provinsi Jawa Barat sebanyak 65.592 ton, diikuti oleh Provinsi Jawa Timur sebanyak 43.046 ton, dan Provinsi Jawa Tengah sebanyak 40.105 ton.

Perlu diketahui, bahwa produksi telur itik di tahun 2020 mengalami kenaikan dibanding tahun 2019 yang sebanyak 328.686 ton. Angka tersebut terlampir dalam laporan tahunan BPS yang bersumber dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian.

Berdasarkan data tersebut, dapat diketahui bahwa beternak atau budidaya itik petelur ternyata menjadi contoh usaha yang dapat bertahan di tengah gempuran pandemi Covid-19. Salah satu cara yang dikembangkan para peternak itik petelur adalah memanfaatkan bahan lokal yang mudah didapat untuk pakan ternak.

Hal tersebut dilakukan mengingat produsen bahan pokok pakan ternak sempat berhenti beroperasi karena pandemi.

"Pada saat aplikasi ke ternak itik, pakan olahan dari bahan lokal ini harus dicampur dengan pakan dari pabrikan dengan perbandingan, 40 persen pakan olahan ditambah 60 persen pakan produksi pabrikan, dengan demikian kami para peternak itik dapat mengurangi biaya pakan," ucap Arbani salah satu peternak itik petelur di Kabupaten Tanah Laut, dikutip dari laman resmi Portal Kabupaten Tanah Laut (02/12/2020).

Meningkatnya produksi telur itik saat pandemi dapat disimpulkan dengan dua kemungkinan. Pertama, para peternak mampu menemukan celah bertahan di tengah pandemi, dan yang kedua adalah bertambahnya jumlah peternak itik petelur selama pandemi sehingga produksi telur itik turut bertambah yang juga dipicu oleh meningkatnya permintaan telur itik.

Balitbangtan Kembangkan Teknologi Perpanjang Umur Telur Ayam

Pasang surut yang dialami peternak itik petelur selama pandemi

Peternak itik | Foto : ShutterStock/Pramata
info gambar

Ajaib.co (29/06/2020) memaparkan beberapa cara yang dilakukan para peternak serta pemerintah setempat guna menyelamatkan usaha ternak itik petelur selama pandemi karena menurunnya daya beli konsumen. Salah satunya dilakukan oleh Dinas Pertanian melalui Bidang Peternakan Hulu Sungai Utara.

Tindakan Dinas Pertanian setempat itu adalah membeli hasil panen peternak telur itik dengan harga pantas, yaitu Rp1.750 per butir yang setelahnya dipasarkan kembali dengan harga Rp2.200 per butir melalui pemasaran secara online kepada ASN dan masyarakat umum. Tindak lanjutnya adalah Dinas Pertanian melakukan kerjasama pemasaran telur bebek melalui ASN SKPD Provinsi, Program Keluarga Harapan (PKH), dan langsung ke masyarakat.

Tindakan tersebut dapat dikatakan sebagai win-win solutions. Hasilnya, kelompok peternak itik petelur lokal merasa penghasilan usaha ternak mereka terbantu, dan hingga tulisan ini tayang pesanan telur itik terus bertambah hingga mencapai lebih dari 7.000 butir setiap bulannya yang dikirim oleh komunitas peternak secara langsung.

Sementara itu, para peternak itik petelur di Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat justru mendapatkan banyak pesanan telur itik saat wabah Covid-19. Para peternak harus menyediakan permintaan rutin harian dari trader dengan kuantitas 1.500 butir per hari.

Angka tersebut adalah kebutuhan telur itik di luar permintaan konsumen lainnya, sehingga dalam waktu 1 bulan total permintaan telur itik mencapai 3.000 hingga 4.000 butir untuk setiap peternak dengan pemesan yang berasal dari berbagai wilayah seperti Majalengka, Kuningan, dan Cirebon.

Salah satu penyebab masih banyaknya pesanan telur itik meski pandemi adalah kebutuhan nutrisi yang dapat tercukupi melalui konsumsi telur itik. Terlebih, ketahanan imun setiap orang dituntut untuk lebih kuat mengingat Covid-19 dapat menyerang siapa saja, kapan saja, dan di mana saja.

Melansir ipb.ac.id, telur itik fungsional merupakan salah satu pangan yang sangat baik dikonsumsi untuk meningkatkan imunitas tubuh.

"Telur itik fungsional adalah telur yang telah didesain melalui rekayasa nutrien pakan untuk menghasilkan telur dengan kandungan nutrien/zat nutrisi tertentu lebih tinggi atau lebih rendah dari telur asalnya. Hal ini bertujuan untuk mendukung kebutuhan konsumen akan zat gizi yang diperlukan untuk hidup sehat, yang dimulai dari imun yang kuat," kata Prof Dr Sumiati, dosen Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan (INTP) yang juga Dekan Fakultas Peternakan IPB University sebagai peneliti itik fungsional.

Kandungan nutrisi yang terdapat di dalam telur itik ini adalah

  • Antioksidan,
  • Vitamin A,
  • Asam Lemak Omega 3,
  • Rendah Kolesterol,
  • Protein, dan
  • Asam Amino Esensial.

Selain itu, telur itik ini juga mengandung banyak vitamin dan mineral yang sangat diperlukan tubuh. Sehingga, guna memenuhi berbagai kandungan nutrisi yang berguna untuk menjaga kekebalan imun, mengonsumsi telur itik menjadi salah satu solusi selama pandemi di beberapa daerah.

Sejarah Telur Asin, Oleh-Oleh Spesial Khas Brebes

Tindak lanjut potensi budidaya itik petelur

Salah satu olahan telur itik | Foto : ShutterStock/Reezie
info gambar

Dengan harga yang standar dan terjangkau di kisaran Rp2.000 hingga Rp2.200, telur itik diolah menjadi berbagai macam produk jadi seperti telur itik asin, telur itik bakar, telur itik oven, dan masih banyak lagi.

Oleh sebab itu dalam menyikapi potensi ternak itik petelur, beberapa wilayah di Indonesia, seperti Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, dan Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, berencana untuk memberdayakan masyarakat, terutama pemuda, untuk menambah penghasilan melalui beternak itik petelur dan membina kerjasama kemitraan guna memperkuat kemampuan budidaya dan rantai pasokan.

Tahap akhirnya adalah peternakan bebek petelur masyarakat tersebut akan dimasukkan ke Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) guna memajukan dan meningkatkan perekonomian masyarakat dan diharapkan akan menjadi prioritas bagi usaha mandiri, yang menjadi contoh bagi desa-desa di berbagai wilayah lain.

Legenda 4 Raja yang Lahir dari Telur, Asal-Usul Kepulauan Raja Ampat

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Widhi Luthfi lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Widhi Luthfi.

WL
IA
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini