Rilis Teaser Ciamik, Ini Deretan Fakta Menarik dari Produksi Film Gatotkaca

Rilis Teaser Ciamik, Ini Deretan Fakta Menarik dari Produksi Film Gatotkaca
info gambar utama

Pergerakan dari industri perfilman bergenre pahlawan super di Indonesia kembali muncul, film yang mengangkat kisah mengenai salah satu tokoh wayang populer dari masa lampau yakni Gatotkaca, memancing antusias penikmat film di tanah air setelah merilis konten first look teaser, pada hari Selasa (22/2/2022) kemarin.

Semakin istimewa karena terasa menghidupkan persaingan dalam industri terkait, Gatotkaca akan menjadi karya produksi pertama dari jagat Satria Dewa, rumah produksi film pahlawan super asli Indonesia selain jagat Bumi Langit (BCU) yang telah lebih dulu menghadirkan Gundala sebagai film pertamanya.

Digarap oleh sutradara kenamaan Hanung Bramantyo, setiap karakter yang ada di film Gatotkaca diperankan oleh jajaran nama yang berasal dari berbagai kalangan baik aktor muda, senior, dan berpengalaman di dunia bela diri.

Beberapa nama yang dimaksud di antaranya Yatie Surachman, Edward Akbar, Yayan Ruhian, Cecep Arif Rahman, dan Rizky Nazar yang memerankan karakter utama atau Gatotkaca sendiri.

Menjadi salah satu film pahlawan super yang paling dinanti sejak tahun 2019, setelah merilis teaser terbaru Gatotkaca menuai banyak pujian karena bocoran kualitas yang membuatnya sukses menghadirkan ekspektasi tinggi untuk perilisannya di waktu yang akan datang

Review Gundala: Hujan, 10% Kenangan, 90% Kekuatan

Memahami cikal bakal konflik di film Gatotkaca

Gambaran cikal bakal cerita di Film Gatotkaca
info gambar

Diangkat dari jejak masa lampau yang banyak diceritakan lewat setiap kisah pewayangan yang tumbuh di Indonesia, salah satunya pewayangan Jawa. Gatotkaca banyak dikenal sebagai sosok dengan kekuatan sakti dan kemampuan luar biasa, di antaranya mampu terbang di angkasa tanpa menggunakan sayap serta terkenal dengan julukan ‘otot kawat tulang besi’.

Siapa sebenarnya Gatotkaca? Sejalan dengan pengantar cerita yang mengawali pembentukan filmnya, cikal bakal lahir dan populernya Gatotkaca sendiri dimulai pada masa Dinasti atau Kerajaan Kuru dalam mitologi Hindu, yang diyakini hidup pada masa ratusan juta tahun yang lalu.

Kuru sendiri merujuk pada nama seorang Raja dalam legenda kepercayaan Hindu, yang diyakini sebagai leluhur dari dua kaum yakni Kurawa dan Pandawa, di mana sebenarnya masih bersaudara.

Dengan melalui silsilah keluarga yang panjang, tersisa kaum yang hidup bersama 100 keturunan Kurawa, namun di sisi lain juga terdapat kaum yang hidup sebagai keturuan dari lima orang keturunan Pandawa. Kurawa dan Pandawa sendiri sebenarnya pernah hidup berdampingan, bahkan keturunan keluarga keduanya berada di bawah didikan yang sama dari salah satu guru keraton, yakni Resi Drona.

Namun pada satu garis waktu, diceritakan jika terjadi perang saudara antara keturunan Kurawa dan Pandawa yang menyisakan sejarah kelam, yaitu dengan gugurnya Resi Drona. Aswatama, yang merupakan anak dari Drona sekaligus panglima perang Kurawa membalas dendam dengan melenyapkan semua keluarga keturunan Pandawa, hingga hanya menyisakan lima keluarga utama yang terdiri dari Yudistira, Bima, Arjuna, Nakula, dan Sadewa.

Singkat cerita karena aksi pembantaiannya, Aswatama dihukum oleh Dewata--Dewa berkedudukan paling tinggi--dengan dikutuk menjadi buruk rupa dan hidup dalam pengasingan, sementara itu salah satu keturunan Pandawa yakni Bima dianugerahi anak dengan kemampuan sakti yang pada masa depan ditakdirkan untuk melawan Kaum Kurawa yang mendendam, salah satunya Aswatama sendiri. Anak tersebut lah yang kemudian dikenal sebagai Gatotkaca.

Dengan mengambil latar kehidupan di masa kini, karakter Gatotkaca dalam film diceritakan akan melawan berbagai aksi kejahatan dan kerusuhan yang disebabkan oleh keturunan Kurawa, karena campur tangan dan pengaruh Aswatama.

Mengenal Asal Muasal Karakter Tira, Superhero Jagat Bumilangit yang Akan Hadir di Disney+

Biaya produksi Rp24 miliar dengan kostum khusus

Kostum Gatotkaca
info gambar

Bukan hanya bermodalkan latar belakang cerita yang kuat dan hidup dari mitologi masyarakat Hindu, nyatanya modal dari segi materi yang dibutuhkan dalam penggarapan film Gatotkaca juga menelan biaya yang tidak sedikit.

Kabar yang beredar menyebut jika film ini menelan anggaran hingga mencapai Rp24 miliar, meski nyatanya memang masih lebih kecil dibanding biaya produksi film pesaingnya yakni Gundala, yang dikabarkan menelan anggaran sekitar Rp30 miliar.

Dari sekian banyak persiapan, satu hal yang paling menyita perhatian adalah kostum karakter utama yakni Gatotkaca sendiri. Mengutip video wawancara dengan karakter utamanya yakni Rizky Nazar yang dimuat oleh MechaShock, diketahui jika kostum khusus tersebut menelan anggaran hingga Rp1 miliar.

Bukan tanpa alasan, pembuatannya ternyata melibatkan seorang desainer dan penjahit khusus yang didatangkan dari Prancis, dan disebut telah terlibat dalam penggarapan kostum dari salah satu film pahlawan super di ranah Hollywood, yakni Daredevil.

Fakta lainnya bukan hanya satu, dalam film ini rupanya dibuat lima kostum dengan masing-masing peruntukkan, misalnya saja ada yang memang dibuat untuk keperluan beauty shoot, dan keperluan adegan aksi yang dibuat secara khusus agar aktor yang menggunakannya dapat bergerak dengan nyaman dan ringan.

“Karena ini dibuat sebagai best quality costume, didesain buat mobilitas tinggi karena ini film action jadi akan banyak gerakan dan segala macam. Kostum ini juga ada fitur breathable technology jadi waktu dipakai gak pengap. Karena waktu shooting bukan satu atau dua jam pakai kostum ini mungkin bisa seharian,” jelas Rizky.

CG Artist Asal Indonesia Terlibat dalam Produksi Film "Spiderman-Man: No Way Home"

Kemunduran rilis dan kontroversi aktor

Potongan adegan Gatotkaca
info gambar

Selain dihadapkan dengan kebutuhan besar dari segi modal dan waktu, penggarapan film Gatotkaca sendiri rupanya telah melalui berbagai proses yang panjang mulai dari penggantian sejumlah aktor untuk mengisi jajaran karakter utama, hingga kemunduran jadwal tayang yang disebabkan karena situasi pandemi.

Menjalani proses pra-produksi sejak tahun 2019, awalnya film Gatotkaca dijadwalkan akan rilis pada kisaran bulan Februari 2020. Karena pandemi melanda, perilisannya mengalami beberapa kali kemunduran seperti misalnya akhir tahun 2020 maupun 2021 yang lagi-lagi harus kembali batal.

Meski begitu, pihak Satria Dewa memastikan jika Gatotkaca akan kembali memiliki jadwal rilis baru yakni pada pertengahan tahun atau bulan Juni 2022. Sementara itu jika bicara mengenai 'ujian' dari segi aktor, film ini sendiri dilaporkan sempat mengalami beberapa pergantian sampai mendapatkan pemeran yang tepat.

Awalnya, disebutkan jika Hanung Bramantyo bukanlah sosok yang akan menggarap film ini, bangku sutradara tadinya akan dipegang oleh Charlez Gozali yang akhirnya memutuskan mundur.

Bukan cuma itu, tadinya disebut ada tiga sosok yang direncanakan terlibat dalam film ini yaitu Didi Kempot, Ashraf Sinclair, dan Dwi Sasono. Namun, ketiganya batal bergabung karena Ashraf dan Didi Kempot sendiri diketahui meninggal dunia pada 18 Februari dan 5 Mei di tahun 2020.

Sedangkan Dwi Sasono harus mundur karena terjerat kasus obat-obatan terlarang dan menjalani rehabilitasi. Sekarang, meski jajaran pemeran sudah resmi dan proses produksi dikabarkan sudah rampung, ujian kembali datang ketika aktor utamanya sendiri atau Rizky Nazar terlibat kasus yang sama seperti Dwi Sasono, pada akhir tahun 2021 lalu.

Meski begitu, dalam perilisan teaser terbaru film Gatotkaca kemarin, Hanung memastikan kalau yang terjadi pada aktor utamanya tidak akan memengaruhi proses produksi atau perilisan film di tahun ini. Lebih jauh, menanggapi permasalahan yang ada Hanung justru menyatakan jika seluruh tim yang terlibat dalam film Gatotkaca berharap agar Rizky dapat berbesar hati dan belajar dari kesalahannya.

"Saat itu kejadian pada Rizky, kita semua yang ada di Gatotkaca ini men-support Rizky, semua punya takdirnya masing-masing, tugas saya men-support. Jadi dibesarkan hatinya, bukan mendukung tindakannya, tetapi dibesarkan hatinya,” pungkas Hanung, dalam acara konferensi pers sekaligus perilisan teaser yang berlangsung di Jakarta.

Inilah Superhero Indonesia yang Pernah Tayang di Layar Kaca

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa. Artikel ini dilengkapi fitur Wikipedia Preview, kerjasama Wikimedia Foundation dan Good News From Indonesia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini