Menilik Kondisi dan Tren Industri Musik Nasional Saat Ini

Menilik Kondisi dan Tren Industri Musik Nasional Saat Ini
info gambar utama

Musik sejatinya telah menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas kebanyakan orang dan gaya hidup sehari-hari. Bukan tanpa alasan, sebagai salah satu karya seni yang dalam proses pembuatannya menyalurkan cita dan rasa, musik memang hadir untuk menjadi media meluapkan atau menggambarkan ekspresi diri yang dimiliki setiap orang.

Dalam artian lebih luas, musik bahkan dapat menjadi identitas tak terpisahkan baik bagi satu individu, kelompok, bahkan hingga negara dalam bentuk musik nasional dan daerah.

Saking pentingnya, tak heran jika musik nasional ikut memiliki momentum khusus dalam bentuk peringatan berupa Hari Musik Nasional, yang rutin diperingati setiap tanggal 9 Maret sejak tahun 2013.

Bicara perjalanannya, musik di tanah air yang memiliki cakupan luas memang telah melalui berbagai macam perkembangan baik yang dipengaruhi dari dalam maupun luar negeri, terutama jika bicara mengenai pengaruh dari budaya luar yang akhirnya memunculkan berbagai macam fenomena, mulai dari kelahiran insan musik tanah air yang terus berinovasi, tren baru, hingga ragam prestasi.

Lantas seperti apa kondisi industri musik nasional saat ini?

Kiprah Bens Leo dan Jasa Besarnya untuk Sederet Musisi di Tanah Air

Musik lokal masih diminati

Ilustrasi penikmat musik
info gambar

Secara umum, kebanyakan orang mungkin menganggap jika industri musik nasional telah banyak berubah dan lebih condong ke arah tren barat akibat arus globalisasi.

Meski hal tersebut tak sepenuhnya salah, tapi jika menilik kondisi sebenarnya musik yang dihadirkan oleh musisi lokal masih menduduki posisi dominan dan memiliki peminat cukup tinggi, bahkan di beberapa kota besar.

Hal tersebut terbukti berdasarkan data rekap yang dimiliki oleh salah satu platform streaming musik yang beroperasi di tanah air yakni Spotify, yang dalam peringkat atau chart mingguan periode 24 Februari-3 Maret 2022 kemarin, mereka mencatat jika musik lokal masih diminati dan berada pada peringkat teratas di sejumlah kota besar.

Sebagai gambaran, berikut daftar lagu teratas di beberapa kota yang paling banyak didengar masyarakat Indonesia:

  • Bandung: 2 Lalaki – Ade Astrid (diputar lebih dari 32,6 ribu kali)
  • Jakarta: Bertahan Terluka – Fabio Asher (diputar lebih dari 2 juta kali)
  • Makassar: Puadai Pappoji Ko Mappojiki – Vania (diputar lebih dari 140,5 ribu kali)
  • Medan: Haholongan – Jun Munthe (diputar lebih dari 69,3 ribu kali)
  • Semarang dan Surabaya: Madiun Ngawi – Happy Asmara, Denny Caknan (diputar lebih dari 258,2 ribu kali)
  • Yogyakarta: Kok Iso Yo – Guyon Waton (diputar lebih dari 100,7 ribu kali)

Setelahnya, baru jika bicara dalam skala nasional beberapa musik yang berasal dari luar mulai memasuki peringkat. Meski jika dilihat secara keseluruhan, musik karya musisi tanah air tetap mendominasi.

Adapun peringkat tangga lagu nasional dalam kurun waktu yang sama adalah sebagai berikut:

  1. Treasure – Darari
  2. Tiara Andini – Merasa Indah
  3. Justin Bieber – Ghost
  4. Mahalini – Sisa Rasa
  5. Feby Putri, Fiersa Besari – Runtuh
  6. Niki – Every Summertime
  7. Adele – Easy On Me
  8. The Walters – I Love You So
  9. Mahalini – Melawan Restu
  10. Amigdala – Kukira Kau Rumah

Dari 10 lagu di atas, 6 di antaranya merupakan karya musisi tanah air. Sebagai catatan, penyanyi Niki sendiri pasalnya merupakan musisi Indonesia yang memang dikenal berhasil berkarya sampai ke tingkat internasional, sehingga hal tersebut menjadi catatan prestasi sendiri bagi industri musik tanah air.

Perkembangan Musik Tradisi, Dewa Budjana: Musisi Etnik Indonesia Tidak Pernah Habis

Pengaruh teknologi dan timbal balik globalisasi

Semenjak maraknya bermunculan platform streaming dalam beberapa tahun terakhir, tak dimungkiri jika hal tersebut membuat akses untuk menikmati berbagai karya musisi baik dari dalam maupun luar negeri menjadi lebih mudah.

Tapi fakta menarik lain yang belakangan ini tak bisa dihindari, adalah fenomena kehadiran salah satu platform jejaring sosial berbasis konten musik yang lebih sering 'menciptakan' trennya sendiri, yakni TikTok.

Diakui oleh sejumlah pihak dari berbagai kalangan bahkan musisi sendiri, jika pengaruh ‘ciptaan’ tren yang dibuat melalui platform ini sangat berpengaruh. Hal tersebut diakui secara langsung oleh musisi Andi Rianto.

"Pengaruh TikTok itu sangat luas, jadi kalau misalnya ada satu lagu yang tiba-tiba viral di TikTok, pasti akan ada pengaruhnya ke sales, streaming, dan yang lainnya," ujar Andi, mengutip Republika.id.

Bahkan, Andi juga mengucap jika dalam beberapa waktu ke depan tren populernya suatu musik masih akan terus dipengaruhi oleh tren yang lahir dari platform tersebut.

Di sisi lain, kehadiran platform TikTok harus diakui memang memberikan pengaruh luas jika bicara mengenai timbal balik globalisasi. Dalam arti kata, beberapa atau sebagian besar masyarakat Indonesia tidak bisa sepenuhnya beranggapan jika kehadiran teknologi tersebut membuat musik-musik tanah air semakin digerus oleh musik yang berasal dari luar, misalnya saja dominasi Kpop.

Karena kenyataannya, distribusi serupa akan lagu lokal yang sampai ke negara tetangga juga terjadi dengan cara yang sama. Misalnya saja, fenomena beberapa lagu tanah air bahkan yang notabenenya bergenre dangdut koplo dinikmati dan kerap dijadikan konten oleh beberapa masyarakat yang berasal dari negara lain.

Satu kejadian yang paling mencuri perhatian, lagu berjudul Mendung Tanpo Udan yang oleh musisi Ndarboy Genk diubah ke dalam bentuk dangdut koplo, dan menjadi konten nasional yang disertai dengan gerakan joget khas buatan masyarakat tanah air.

Sampai akhirnya, tren tersebut ikut dibuat oleh salah satu kelompok musik pop yang berasal dari Korea Selatan. Hal ini tentu membuktikan jika Indonesia mampu membuat suatu tren musik bahkan dalam bentuk konten yang digemari oleh masyarakat luar.

Konten YouTube Paling Sering Ditonton Netizen Indonesia, Film dan Musik Jadi Favorit

Tahun 2022 dangdut koplo tetap berjaya

Melihat fenomena populernya musik bergenre dangdut koplo, beberapa pihak bahkan mengungkap jika hal tersebut masih akan bertahan di tahun 2022, terutama musik koplo pop jawa yang memang telah lebih dulu mendapat banyak peminat dan semakin populer pada tahun 2021 lalu.

"Kalau saya lihat, musik dangdut akan terus eksis. Nanti akan ada beberapa new act di dangdut, mungkin bisa jadi dari jebolan ajang kompetisi, tapi pedangdut yang sekarang namanya sudah besar masih akan terus menghasilkan karya baru," ujar Andi.

Hal tersebut senada dengan apa yang disampaikan oleh salah satu pengamat musik Wendi Putranto. Menurutnya, musik dangdut memiliki basis penggemar yang sangat besar sehingga akan terus melanjutkan kejayaannya di tahun ini, terlebih dengan pengembangan varian yang lebih beragam.

“Dulu kan ada dangdut koplo dan sebagainya. Bisa dibilang pada 2022 (musik dangdut) masih akan terus menguasai," pungkas Wendi.

Dangdut Dari Masa Ke Masa Hingga Digemari Oleh Milenial

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

SA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini