Tradisi THR, Nominal Penukaran Uang Baru ke BI Tembus Rp172 Triliun

Tradisi THR, Nominal Penukaran Uang Baru ke BI Tembus Rp172 Triliun
info gambar utama

Selain opor ayam, ketupat, kue nastar, dan kebiasaan mudik lengkap dengan paket macetnya, ada satu tradisi yang tak boleh terlewat dari perayaan Idulfitri di Indonesia, yakni THR.

Bukan hanya bagi para pekerja, istilah yang cikal-bakalnya hadir sejak tahun 1951 untuk kalangan PNS tersebut kekinian lekat dengan ajang kesenangan, dan momen yang paling ditunggu pembagiannya saat berkumpul bersama sanak keluarga.

Khususnya bagi kalangan anak-anak, momen pembagian THR bisa dibilang jadi saat yang paling diingat. Tanpa melihat besar-kecilnya nominal, ciri khas lain dari THR yang kerap mengundang antusias adalah karena wujud uang yang diberikan biasanya masih sangat baru.

Kondisi itu pula yang nyatanya mendorong kebiasaan lain, yakni penukaran uang baru yang biasa dilakukan masyarakat Indonesia menjelang Hari Raya, bahkan saat awal Ramadan tiba. Tak main-main, jika diakumulasi secara nasional nominal perputaran uang yang ada dari tradisi THR cukup fantastis, yakni mencapai ratusan triliun.

Sejarah THR, Berawal dari Strategi Politik Hingga Protes Buruh

BI catat penukaran uang Rp172 triliun

Bank Indonesia (BI) selaku bank sentral, menjadi pihak utama yang sudah pasti memfasilitasi kebutuhan penukaran uang baru bagi masyarakat, dan memiliki catatan tersendiri akan perputarannya. Belakangan diketahui, jika realisasi penukaran uang baru yang diterima BI mencapai Rp172 triliun. Hal tersebut diungkap oleh Eva Aderia, selaku Direktur Departemen Pengelolaan Uang BI.

“Sampai sekarang sudah sekitar Rp172 triliun. Jadi kurang lebih 98 persen sudah ditarik untuk masyarakat. Ini untuk seluruh Indonesia” ujar Eva, menukil Kontan.

Adapun maksud dari perhitungan 98 persen yang disebutkan Eva, mengacu pada anggaran penukaran uang yang sejatinya telah disediakan BI yakni sebesar 175,26 triliun. Sementara itu jika dibandingkan dengan tahun lalu (2021), realisasi penukaran uang baru kali ini disebut mengalami peningkatan sebesar 13,42 persen.

Lebih lanjut, dijelaskan jika catatan penukaran uang yang dimaksud terjadi sejak awal Ramadan 2022, tepatnya pada tanggal 4 April. Mulanya, batas terakhir layanan penukaran uang akan ditutup pada tanggal 26 April, namun karena tingginya kebutuhan masyarakat layanan tersebut kemudian diperpanjang hingga tanggal 28 April.

Sebutan Uang dan Duit, Dari Mana Asalnya?

Kas keliling dengan sistem praktis

Masyarakat yang menukarkan uang di kas keliling
info gambar

Selain menyalurkan uang baru melalui 11 bank nasional, layanan penukaran uang juga BI lakukan dengan layanan kas keliling yang tersebar di sebanyak 455 titik di seluruh Indonesia. Sistemnya pun berjalan secara digital, di mana BI menerapkan pendaftaran H-7 bagi masyarakat yang ingin melakukan penukaran uang melalui situs atau aplikasi yang dinamakan Penukaran dan Tarik Uang Rupiah (PINTAR).

Dalam praktiknya kemarin, masyarakat bisa memilih kota domisili, dan akan menemukan daftar titik atau lokasi di mana saja mobil kas keliling tersedia. Masyarakat hanya perlu mengisi beberapa data yang dibutuhkan, termasuk nominal uang yang ingin ditukar beserta detail pecahannya.

Akan mendapatkan kode nomor tertentu, selanjutnya mereka hanya perlu datang dan menunjukkan kode yang dimaksud untuk kemudian langsung mendapatkan pecahan atau tukaran uang yang diinginkan dengan jauh lebih cepat, dibandingkan dengan cara manual seperti tahun-tahun sebelumnya.

Berdasarkan penjelasan Eva, di setiap titik yang telah ditentukan mobil kas keliling bisa membawa modal sebesar Rp900 juta hingga Rp 1,1 miliar, untuk memenuhi sebanyak 250 kuota penukaran.

“Kalau sekarang memang konsepnya mau tidak mau kita mengikuti era sekarang, semua menggunakan digital. Selain itu juga menghindari kerumunan, seandainya kita datang tiba-tiba kerumunan kan bahaya juga. Jadi kita mengaturnya dengan aplikasi PINTAR,” jelas Eva.

Menilik Rencana Bank Indonesia Menghadirkan Mata Uang Rupiah Digital

Pecahan favorit dan meningkatnya perekonomian

Pecahan uang yang banyak dibutuhkan untuk THR
info gambar

Disebutkan bahwa per tanggal 28 April, ada sebanyak 47.049 pemesan atau orang yang melakukan penukaran uang, dengan mendaftar melalui platform atau aplikasi PINTAR.

Lain itu, tercatat jika pecahan uang yang paling banyak ditukar oleh masyarakat adalah pecahan Rp5.000 dan Rp10.000. Menurut Eva, hal tersebut didasarkan kebutuhan masyarakat saat tradisi bagi-bagi THR sewaktu berkumpul di hari Idufitri.

Bicara mengenai peningkatan yang terjadi, Eva juga menilai bahwa hal tersebut didorong oleh mulai pulihnya situasi nasional, di mana PPKM sudah tidak lagi diberlakukan dan masyarakat bisa kembali melakukan mudik ke kampung halaman.

“Jadi kalau dibandingkan tahun lalu memang ada peningkatan. Otomatis ini berpengaruh ya, karena kan sekarang kondisi Covid-19 sudah turun. Terus mobilitas masyarakat diperbolehkan untuk Hari Raya. Aktifitas perekonomian juga pasti meningkat, dan dampaknya kepada kebutuhan uang,” paparnya.

Biar Anti Mainstream, Ini Dia 5 Cara Kreatif Bagi-Bagi THR

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini