6 Hewan Langka di Indonesia yang Wajib Dilindungi

6 Hewan Langka di Indonesia yang Wajib Dilindungi
info gambar utama

Indonesia memiliki banyak fauna endemik yang beragam dan tersebar di berbagai pulau. Sayangnya, tidak sedikit fauna tersebut berstatus langka dan wajib dilindungi. Melindungi sejumlah fauna langka bisa membuat populasi mereka tetap terjaga, serta memberikan dampak baik untuk ekosistem alam.

Dari fauna-fauna tersebut, enam diantaranya adalah:

1. Orang Utan

Ada tiga spesies orang utan yang hidup di Indonesia, yaitu orang utan Sumatera, orang utan Kalimantan, dan orang utan Tapanuli. Di antara ketiganya, orang utan Tapanuli adalah spesies yang paling terancam punah. Saat ini, populasi orang utan di Tapanuli hanya tersisa 800 ekor saja.

Kehadiran orang utan di alam liar sangat penting karena bisa membantu persebaran biji-bijian tanaman dan buah-buahan yang mereka makan. Hal tersebut nantinya mempermudah tanaman yang biji dan buahnya disantap orang utan bisa beregenerasi dan lestari

2. Badak Jawa

Badak Jawa adalah salah satu spesies badak di Indonesia yang berada dalam kondisi kritis (critically endangered). Menurut catatan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada tahun 2021, populasi badak Jawa saat ini hanya sebanyak 80 ekor saja. Seperti halnya orang utan, badak Jawa juga berperan penting dalam persebaran tanaman yang mereka konsumsi.

Bedanya, badak Jawa membantu persebaran tanaman dengan memakan semak dan pucuk daun suatu tanaman. Hal tersebut nantinya akan memicu tumbuhnya pucuk-pucuk baru yang mampu menyerap karbon dioksida lebih banyak ketimbang pucuk tua.

3. Komodo

Ini adalah spesies purba dan langka di Indonesia yang populasinya hampir punah. Satwa ini bisa ditemukan di kawasan Taman Nasional Komodo terdiri atas tiga pulau besar di Nusa Tenggara Timur (NTT), yaitu pulau Komodo, pulau Padar, dan pulau Rinca.

Menurut data KLHK pada 2021, jumlah komodo di Indonesia saat ini berjumlah 3.303 ekor. Sebagaimana hewan predator umumnya, komodo juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, terutama dalam mengurangi jumlah mangsa dan melahirkan pemangsa baru.

4. Harimau Sumatera

Selain komodo, harimau Sumatera adalah hewan predator lainnya yang tergolong langka. Menurut data KLHK pada 2018, populasi harimau Sumatera saat ini berkisar 210 ekor. Sejak 1996, satwa ini sudah masuk kategori satwa sangat terancam kepunahan dalam daftar merah International Union for Conservation of Nature (IUCN).

Perlindungan terhadap satwa ini sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya. Sayangnya, populasi satwa ini terus menurun oleh berbagai macam faktor, salah satunya adalah perburuan dan perdagangan ilegal.

5. Burung Cendrawasih

Satwa satu ini punya ciri khas berupa tampilannya yang cantik. Banyak orang yang menyebut satwa ini sebagai burung dari surga. Ada sekitar 30 jenis burung cendrawasih yang dilindungi undang-undang. Dari sekian banyak jenis itu, cendrawasih botak dan cendrawasih paradigalla ekor panjang adalah jenis-jenis cendrawasih yang keberadaannya terancam punah.

Ada berbagai faktor yang mengancam populasi satwa ini, mulai dari perburuan liar sampai alih fungsi hutan alam menjadi perkebunan kelapa sawit. Satwa ini sendiri punya peranan penting bagi ekosistem alam, yaitu membantu penyebaran biji tanaman dan mengontrol populasi serangga.

6. Owa Jawa

Primata ini merupakan hewan arboreal alias hewan yang lebih sering hidup di atas pohon. Owa Jawa memiliki ciri khas tubuh yang ramping dan tangan yang panjang. Ciri khas tersebut memudahkan satwa ini untuk berpindah dari satu pohon ke pohon lainnya.

Populasi owa Jawa saat ini berkisar di angka 4 ribu ekor. Seperti halnya burung cendrawasih, owa Jawa juga berperan penting dalam membantu penyebaran biji tanaman.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Anggie Warsito lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Anggie Warsito.

Terima kasih telah membaca sampai di sini