Mengenal Suku Madura yang Gemar Merantau

Mengenal Suku Madura yang Gemar Merantau
info gambar utama

Suku Madura adalah salah satu suku yang berkampung halaman di Pulau Madura (Provinsi Jawa Timur) di Indonesia, yang mana mereka dikenal ulet dan gemar merantau ke berbagai daerah. Di perantauan, orang Madura biasanya bekerja di sektor jasa dan swasta.

Menurut Totok Rochana dalam bukunya yang bertajuk Orang Madura: Suatu Tinjauan Antropologis, suku Madura pada dasarnya termasuk bagian suku Jawa. Bedanya, bahasa yang digunakan suku Madura tidak memiliki tingkatan bahasa layaknya suku Jawa. Saat ini, populasi suku Madura kurang lebih 7,1 juta jiwa atau 3,03 persen dari total penduduk Indonesia.

Asal-Usul Suku Madura

© Wikipedia
info gambar

Dikutip dari buku The History of Madura karya Samsul Ma’arif, Pulau Madura dulunya dihuni oleh bangsa berkebudayaan neolitik yang datang dari utara pada 2000 tahun sebelum masehi.

Setelah ratusan tahun menghuni Pulau Madura, para pendatang tersebut beranak-pinak dan berpencar ke semua penjuru Pulau Madura dan sekitarnya. Di mana pun mereka berada, mereka akan selalu bermukim dalam kelompok-kelompok dengan kesuburan tanah atau daya dukung ekologi yang besar.

Menurut seorang akademisi bernama Mardiwarsito, nama Madura berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti “permai, molek, indah, jelita, manis, lemah-lembut, dan ramah-tamah”. Ada juga yang menyatakan jika nama Madura diambil dari suatu daerah di India bernama sama yang kebetulan beriklim kering seperti Madura-nya Indonesia.

Baca juga: Keberadaan Barisan Tjakra: Melihat Sisi Masyarakat Madura dalam Pelukan Belanda

Bahasa, Pakaian, dan Rumah Adat Suku Madura

© Travel Kompas
info gambar

Melansir dari Kajian Dialektika Bahasa Madura, Dialek Bangkalan karya Fitria Dewi, dkk, bahasa Madura masih serumpun dengan bahasa Austronesia. Bahasa Austronesia sendiri meliputi Jawa, Sumatera, Sunda, Melayu, Nusa Tenggara, Madagaskar, dan Filipina. Seperti beberapa bahasa daerah di Indonesia, bahasa Madura juga memiliki berbagai jenis dialek, yaitu dialek Bangkalan; dialek Sumenep; dialek Pamekasan; dan dialek Kangean.

Untuk pakaian, masyarakat Madura umumnya menggunakan baju sakera dan destar sebagai penutup kepala. Selain destar, masyarakat Madura juga menggunakan odheng sebagai ikat kepala. Tidak hanya sekadar ikat kepala, odheng juga menjadi simbol status sosial orang Madura. Semakin tegak dan tinggi kelopak odheng yang digunakan, semakin tinggi derajat kebangsaan orang Madura. Melengkapi pakaian adat, orang Madura kerap membawa senjata khas Madura sebagai simbol kebesaran kalangan petani.

Baca juga: Celurit - Senjata Tradisional Madura yang Jadi Simbol Perlawanan Petani

Khusus perempuan, mereka akan mengenakan hiasan rambut berupa tusuk konde berbahan emas dan berbentuk seperti busur. Salah satu ujungnya memiliki kepingan uang kepingan dollar. Perhiasan lainnya yang sering digunakan adalah gelang kaki berbahan emas bernama bingel.

Untuk rumah tradisional, suku Madura memiliki rumah dengan beberapa komponen seperti mushola, rumah utama, dapur, kandang, dan pekarangan. Rumah tradisional Madura juga memiliki motif flora dan fauna yang menarik.

Motif flora memiliki warna merah, kuning, dan hijau yang merupakan warna-warna khas suku Madura. Motif ini biasanya diletakkan di atas pintu sebagai ventilasi atau diletakkan pada dinding gejug.

Sementara itu, motif fauna memiliki paduan corak China dan Madura. Motif yang tergolong jarang digunakan ini biasanya diletakkan di kusen pintu atau jendela, serta pada bubungan atap.

Baca juga: Taneyan Lanjhang, Rumah Adat Madura yang Menyimpan Banyak Keunikan

Karakteristik dan Beberapa Tokoh Ternama dari Madura

suku madura -asal usul pakaian rumah adat kebudayaan
info gambar

Orang-orang dari suku Madura umumnya berbicara dengan intonasi kasar dan keras. Mereka juga punya tradisi Islam yang kuat meskipun beberapa di antara mereka masih melakukan ritual rokat tasse atau pethik laut yang mirip dengan ritual larung sajen. Mereka juga rutin melakukan tradisi karapan sapi yang dilakukan setiap bulan Agustus dan September pada tiap tahunnya.

Walaupun umumnya bekerja di bidang swasta dan jasa, beberapa orang Madura juga berhasil menjadi tokoh ternama yang dikenal secara nasional, yaitu:

  • Mahfud MD (Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK)).
  • Rachmat Saleh (Gubernur Bank Indonesia (BI) pada tahun 1973-1983, serta Menteri Perdagangan Indonesia pada tahun 1983-1988).
  • D. Zawawi Imron (Penyair dan Budayawan)
  • Syaikhona Kholil Bangkalan (Ulama)
  • Tretan Muslim (Komika)

Baca juga: Ingin Rasakan Sensasi Wisata Berbeda? Datang Saja ke Madura


Referensi:
https://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Madura
https://travel.kompas.com/read/2021/08/28/093100927/suku-madura-penghuni-pulau-madura-yang-gemar-merantau?page=all#
https://www.detik.com/jatim/budaya/d-6304347/asal-usul-suku-madura-yang-belum-banyak-orang-tahu?single=1
https://id.wikipedia.org/wiki/Karapan_sapi

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Anggie Warsito lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Anggie Warsito. Artikel ini dilengkapi fitur Wikipedia Preview, kerjasama Wikimedia Foundation dan Good News From Indonesia.

AW
RP
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini