Lupa Sandi?
/ Front

Malaysia Interested in Monitoring Students' Activities with Indonesia's SAT Systems

Bambang
Bambang
0 Komentar
Malaysia Interested in Monitoring Students' Activities with Indonesia's SAT Systems
Students skipping classes, playing hookey, using their tuition money to buy CDs of their favorite bands...sounds familiar? This age-old problem happens all around the globe, while teachers and parents alike have been scratching their head bald, trying to find a solution. Thanks to technology, their woes will soon be over. Bad news for the students, Indonesia has developed a system called SAT which stands for 'Sistem Absensi Terpadu' or Integrated Attendance System. Although there are other similar systems in the market, SAT has shown capabilities that they could compete on the world stage. According to this article published in Republika.co.id, our neighboring country, Malaysia, is showing interest on SAT. Not surprising, as SAT is a superb technological tool that allows parents to know the teaching and learning activities through the internet, the attendance of their children, even the school bill payment process. The system is integrated with the school server system and a central server managed by SAT operator where student attendance data and student database are compiled. It comes in 2 modules, SAT-Ab and SAT-Cash. SAT-Ab is a machine that records attendance and record attendance and the return of students and send them to phone a parent or guardian, while SAT-Cash is basically SAT-Ab with additional keypads and applications to function as smart cash register machine, capable of processing financial transactions of students in school.
Malaysia Pun Minati Absensi Buatan Lokal Indonesia REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Perangkat teknologi informasi Sistem Absensi Terpadu (SAT) buatan Indonesia mendapat respon dari Malaysia untuk diaplikasikan di sejumlah sekolah di negeri jiran. "Sejumlah sekolah di Malaysia berminat mengadopsi SAT yang telah kami kembangkan ini," kata Direktur PT Selectv Antarnusa, Imam Rochadi, di Jakarta, Selasa (24/5). Menurut Imam, SAT merupakan piranti teknologi yang memungkinkan orangtua secara "on-line" dapat mengetahui aktivitas belajar mengajar, tingkat kehadiran putra-putrinya, hingga proses pembayaran tagihan sekolah. "Sistem ini terintegrasi dengan sistem server sekolah dan server pusat yang dikelola oleh operator SAT di mana data absensi siswa dan database siswa dikompilasi," kata Imam. Data absensi kemudian dikirim ke masing-masing orang tua siswa atau wali yang membutuhkan, baik secara tersiar maupun secara perorangan dalam format SMS. SAT dikembangkan dalam dua modul, yaitu SAT-Ab dan SAT-Cash. SAT-Ab adalah mesin absensi yang mencatat dan merekam kehadiran dan kepulangan siswa lalu mengirimkannya ke ponsel orang tua atau wali. Sementara SAT-Cash adalah SAT-Ab yang diberi keypad dan tambahan aplikasi untuk menjalankan fungsi tambahan sebagai mesin "cash register" pintar yang mampu memproses transaksi-transaksi keuangan siswa di sekolah. Misalnya, pembayaran uang sekolah (SPP), transaksi jajan siswa di kantin sekolah, iuran OSIS dan BP3, dan sebagainya. Sementara itu, Direktur pengembangan SDM Selectv Antarnusa, Yusuf Febryanto, mengakui, SAT bukanlah sistem absensi pertama yang beredar di pasar. Ia menjelaskan, sistem SAT merupakan karya tim riset Halba, sekumpulan kelompok mahasiswa di Indonesia yang menekuni bidang riset teknologi. Ide tersebut kemudian dikembangkan Selectv Antarnusa bekerjasama dengan SMK Pembangunan Jaya Yakapi dan Koperasi Karyawan XL. Meski demikian Yusuf tidak merinci seberapa besar permintaan dari lembaga pendidikan di Malaysia terhadap SAT tersebut. "Potensi pasar SAT di tanah air sesungguhnya sudah sangat besar. Tapi kalau memang permintaan dari luar meningkat, ya..kita siap pasok," ujar Yusuf.
Source: Republika.co.id

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG BAMBANG

Kawan GNFI ... Lihat Profil Lengkap

ARTIKEL TERKAIT

Welcome, Vietnam Airlines

Akhyari Hananto5 tahun yang lalu

The Blue of the Birds

Akhyari Hananto5 tahun yang lalu

Internationally-connected Medan

Akhyari Hananto5 tahun yang lalu

Konser Keajaiban : Sound From the East

Akhyari Hananto5 tahun yang lalu

Liverpool to Manado

Akhyari Hananto5 tahun yang lalu
Next
BJ. Habibie

Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya. Dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup.

— BJ. Habibie