Pulau Tidung merupakan sebuah kawasan wisata bahari di utara Jakarta, yang dapat ditempuh hanya dengan 2 jam perjalanan kapal dari Muara Angke. Terumbu karang yang indah dan terawat dengan baik, serta spesies ikan yang melimpah, cukup menjadi daya tarik dari pulau yang memiliki jembatan penghubung antarpulau ini. Dengan kapal nelayan berkapasitas 100 orang, kita akan dibawa mengarungi Laut Jawa, menuju pulau-pulau dalam gugusan Kepulauan Seribu yang sangat indah. Dengan bermodalkan Rp300.000-an per orangnya, kita sudah dapat melakukan perjalanan 2 hari 1 malam ke pulau ini. Lengkap dengan semua kegiatan yang meliputi bersepeda, snorkeling, melihat matahari terbit dan terbenam, barbeque plus bermain-main di pantai, rasanya 2 hari 1 malam terasa sangat singkat. Pulau Tidung terdiri dari Pulau Tidung Besar dan Pulau Tidung Kecil, yang dihubungkan dengan sebuah jembatan kayu. Di jembatan ini pula ada sebuah cekungan laut yang cukup dalam, dan dimanfaatkan sebagai lokasi lompat tinggi, baik oleh penduduk setempat maupun oleh pengunjung yang berani mencoba. Dengan ketinggian 7 meter, ternyata melihat orang lain melompat jauh lebih mudah daripada melakukannya sendiri. Sebagai sebuah pulau percontohan, Pulau Tidung telah dialiri oleh listrik selama 24 jam penuh. Berbeda dengan pulau tetangga seperti Pulau Pramuka yang masih menggunakan genset, sehingga harus mengatur waktu dalam menggunakan peralatan elektronik, karena listrik hanya menyala 12 jam sehari. Transportasi di Pulau Tidung hanyalah sepeda motor dan sepeda (yang dapat disewa per hari), yang dapat membawa kita ke ujung barat dan timur Pulau Tidung Besar melalui jalan-jalan dari conblock, untuk menikmati indahnya pasir putih dan bintang laut yang tersembunyi di antara pasir-pasir. Kegiatan snorkeling akan dipandu oleh seorang penduduk lokal yang telah paham lokasi-lokasi snorkeling di kepulauan Seribu. Pemandu pun terkadang menawarkan kepada pengunjung, apakah ingin melihat lebih banyak terumbu karang atau ikan berwarna-warni, dan dengan senang hati menunjukkan lokasinya kepada pengunjung. Pemandangan taman bawah laut dengan warna-warni yang sangat menakjubkan, mampu membuat kita berdecak kagum dengan keanekaragaman ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Dengan menggunakan sebuah kapal berkapasitas 10 orang, kegiatan snorkeling ditutup dengan melihat sunset di ujung barat Pulau Tidung Besar. Keramahan penduduk lokal merupakan sebuah ciri khas Indonesia, yang juga sangat terasa di Pulau Tidung. Penduduk lokal tidak akan segan-segan berbagi cerita dan pengalaman hidupnya, sekaligus menceritakan bagaimana rasanya hidup di sebuah pulau kecil, yang mungkin belum pernah kita bayangkan sebelumnya, terutama untuk Anda yang lahir dan tumbuh di kota besar. Pulau Tidung adalah sebuah “pelarian” singkat dari kehidupan supersibuk di kota-kota besar Indonesia saat ini, di mana kita diajak menikmati kekayaan alam negeri kita yang menakjubkan, namun terkadang terlupakan. Written for Good News From Indonesia by JSH Armeyn Sinaga

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu