Lupa Sandi?

Antara Beijing dan New Delhi...Di Mana Jakarta?

Akhyari Hananto
Akhyari Hananto
0 Komentar
Antara Beijing dan New Delhi...Di Mana Jakarta?

Dengan segala plus dan minusnya, China dan India telah menjadi mesin baru penggerak pertumbuhan dunia, dan diakui atau tidak, negara-negara di dunia diam-diam cukup bergantung kepada keduanya untuk mendorong agar ekonomi mereka tetap tumbuh. Ekonomi China yang didorong oleh ekspornya yang besar dan terus melaju, telah melangkah lebih jauh, dengan mengembangkan infrasturktur berkelas dunia, membangun kota-kota baru dengan fasilitas memadai, dan makin bersiap diri untuk menyambut fajar tatanan dunia baru.

India, meski dengan pertumbuhan tinggi selama 2 dekade terakhir, cukup kesulitan mengejar ketertinggalannya terhadap China dalam banyak hal, terutama dalam infrastruktur, dan fasilitas publik. Bisa dibilang, China dan India, meski ekonomi keduanya tumbuh cepat, adalah dua dunia yang berbeda. Ketika kita menginjakkan kaki di Shanghai, kota terpenting di China, mudah bagi kita untuk merasa bahwa kita berada di sebuah negara dengan ekonomi maju. Jalan yang lebar dan bersih, trotoar dan taman yang tertata rapi, gedung gedung menjulang tinggi, sungai yang bersih, community center yang apik dan indah, sungguh mencerminkan kemajuan China di berbagai bidang.

Hal yang sama tidak bisa kita rasakan di Mumbai, kota ekonomi terpenting di India. Menaiki taksi dari bandara ke pusat kota Mumbai belum mencerminkan India sebagai negara maju di berbagai bidang. Lalu, bagaimana dengan Indonesia?




Indonesia, a better shape!

Baca Juga

Hampir semua orang membicarakan China dan India, dan kompetisi “diam-diam” mereka. Namun kini mulai disadari, setelah ledakan inflasi yang belum terkendali di India, bahwa ada sebuah negara yang sebenarnya punya posisi dan prospek lebih baik dibandingkan India. Dialah Indonesia, raksasa kelas menengah di Asia, begitu orang menyebutnya.

Di bidang infrastructure, Indonesia masih lebih baik dibandingkan India, dan dengan komitmen pemerintah Indonesia untuk menggelontorkan Rp.4,000 trilyun untuk membangun infrastuktur dalam 5 tahun ke depan, akan memberikan Indonesia lebih banyak lagi keunggulan dibandingkan India. Tidak seperti India, Indonesia terletak di posisi yang lebih menguntungkan, yang dikelilingi oleh negara-negara yang secara ekonomi maju dan stabil, seperti Australia, Singapura, Malaysia, Thailand, Taiwan, China, dan Jepang. Sementara, India di antara negara-negara yang relative tidak stabil dengan ekonomi yang tergolong lemah, seperti Pakistan, Afghanistan, Nepal, Bangladesh, Myanmar, Srilanka, dan Afghanistan. Meskipun secara populasi dan geografi India adalah negara yang besar, namun tanpa tetangga yang maju dan friendly, agak sulit untuk terus berkembang pada jangka panjang.

Secara umum, Indonesia jelas berada dalam posisi lebih baik, dimana pendapatan perkapita lebih besar, ekspor per kapita lebih besar, cadangan devisa perkapita lebih besar, populasi yang hanya 1/5 India, dan angkatan muda yang besar. Meskipun perusahaan-perusahaan Indonesia tidak sebesar beberapa perusahaan nasional India, namun pertumbuhannya sungguh cepat, banyak perusahaan baru bermunculan. Hanya masalah waktu saja, Indonesia akan menggantikan India sebagai salah satu Asia’s investor darling.

 

Written for Good News From Indonesia by Akhyari Hananto

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG AKHYARI HANANTO

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to unders ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Evan Dimas

Semua bisa dikalahkan kecuali Tuhan dan orang tua.

— Evan Dimas