Lupa Sandi?
/ MSN

Kue Delapan Jam. Delapan Jam Saja

Akhyari Hananto
Akhyari Hananto
0 Komentar
Kue Delapan Jam. Delapan Jam Saja

Kue Delapan Jam merupakan kue tradisional asli kota Palembang dan merupakan kekayaan kuliner yang masih dilestarikan oleh masyarakat di daerah Sumatera Selatan khususnya selain Kue Jongkong. Namun meskipun begitu tidak mudah menemukan kue ini sehari-hari. Dari namanya yang unik dapat dijelaskan bahwa Delapan Jam merupakan waktu yang digunakan untuk membuat atau mengukus kue tradisional ini, ya memang butuh waktu selama itu untuk membuatnya. Oleh karena itu kue yang fenomenal ini mungkin menjadi kue yang paling lama dalam membuatnya di dunia.

 

Kue tradisional ini pada mulanya hanya bisa dan boleh di sajikan untuk kalangan bangsawan kala itu. Tidak ada yang boleh menikmati kue yang enak ini bagi kalangan masyarakat biasa. Namun berbeda pada saat ini karena kue yang legit dan nikmat ini sudah bisa dinikmati oleh semua kalangan masyarakat meskipun tidak setiap hari bisa ditemukan bebas di pasaran semua itu karena proses pembuatan nya yang memakan waktu tidak sebentar. 8 jam hanya untuk membuat kue bukanlah waktu yang sedikit bukan? Oleh karena nya untuk menikmati kue tradisional yang lezat ini anda bisa meluangkan waktu ke Palembang saat perayaan imlek atau hari besar keagamaan seperti Idul Fitri dan acara-acara penting yang lain atau acara adat di daerah setempat.

Baca Juga

 

Namun tidak perlu khawatir jika anda tidak sempat ke Palembang atau biaya cekak untuk transportasi kesana. Karena akan selalu saya bagikan resep-resep spesial untuk kue-kue di nusantara yang pastinya akan sangat istimewa dalam hal rasa. Jika hanya di dapatkan saat hari-hari besar di daerah asalnya kini anda tidak perlu menunggu waktu lebih lama untuk membuatnya hanya perlu bersabar selama 8 jam untuk membuatnya di rumah anda. Dan hal yang perlu diperhatikan adalah saat mengukus selalu cek volume air segera tambahkan air mendidih jika air untuk mengukus sudah mulai habis. Dan setelah berhasil, waktu yang sangat lama untuk membuat kue ini akan dibayar dengan dengan kenikmatan yang tiada tara oleh rasa legit dan nikmat dari hasil kue buatan anda sendiri.

 

Bahan-bahan dari kue ini sebenarnya sangat sederhana dan sangat mudah untuk mencarinya disekitar rumah anda. Nah daripada anda penasaran segera saja anda simak dan praktekkan cara membuat kue enak ini dalam resep spesial nya di Cara Membuat Kue Delapan Jam Khas Palembang Legit dan Nikmat yang berikut ini.

 

Bahan-bahan :

 

  • 10 butir telur bebek, dikocok lepas
  • 150 gram gula pasir
  • 400 ml susu kental manis
  • 1 sendok teh esens vanili
  • 4 sendok makan mentega

Cara Membuat Kue Delapan Jam Khas Palembang Legit dan Nikmat :

 

  1. Campurkanlah semua bahan yang terdiri dari Telur bebek, gula pasir, susu kental, dan vanili dan mentega kedalam satu wadah kemudian aduk-aduk bahan hingga rata. Tuangkan adonan ke dalam loyang yang diolesi dengan menggunakan mentega dan ditaburi dengan tepung. Selanjutnya tutuplah dengan menggunakan aluminium foil agar air tidak menetes pada adonan kue.
  2. Langkah berikutnya adalah mengukus adonan kue selama waktu delapan jam, lalu masukkan kue yang telah dikukus kedalam oven dengan temperatur 1200C .Dan bakar dengan api bawah selama waktu 15 menit.

Nah penantian anda akan terbayar lunas dengan hasil yang nikmat dari kue delapan jam ini. Selamat mencoba dan berkreasi.

 

 Tips : 

  • Jika waktu pengukusan kurang dari 8 jam hasil kue akan menjadi tidak akan lembut dan kenyal, dan tekstur nya akan menjadi mudah        hancur.
  • Jangan lupa untuk menambahkan air mendidih kedalam dandang kukus apabila air sudah banyak berkurang.
  • Untuk menghasilkan kue yang tahan lama bakarlah kembali kue selama 10 menit

(Sumber: menuinternasional.com)

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG AKHYARI HANANTO

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to unders ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti

ARTIKEL TERKAIT

Sumenep, Mistis di Ujung Madura

Akhyari Hananto3 tahun yang lalu

Antara Manusia, Silat, dan Sang Harimau

Akhyari Hananto3 tahun yang lalu

Produsen Udang Terbesar Kedua di Dunia

Akhyari Hananto3 tahun yang lalu

Ilmuwan Indonesia dan Katak Misterius dari Sulawesi

Farah Fitriani Faruq3 tahun yang lalu

Berjaya di Amerika

Farah Fitriani Faruq3 tahun yang lalu

Si Kuat yang Akhirnya Merapat

Akhyari Hananto3 tahun yang lalu
Next
Evan Dimas

Semua bisa dikalahkan kecuali Tuhan dan orang tua.

— Evan Dimas