Lupa Sandi?
/ Tren

Kolam Air Soda di Sumatera Utara

Akhyari Hananto
Akhyari Hananto
0 Komentar
Kolam Air Soda di Sumatera Utara
Air soda. Selama ini kita akrab mengenal air ini sebagai hasil karbonasi untuk minuman. Namun, pernahkah Anda mendengar kolam atau pemandian 'air soda'? Mendengar namanya, membuat penasaran. Membayangkan air soda yang selama ini diminum dijadikan untuk mandi. Di kolam pula. Tentunya membutuhkan beribu-ribu liter air soda untuk memenuhi kolam itu. Namun, 'kolam soda' itu benar-benar ada. Kolam unik ini terletak di kaki Bukit Parbubu di Sumatera Utara. Kolam itu dijuluki 'Aek Rara'. Air di kolam ini bukanlah soda buatan manusia. Namun, murni ke luar dari sumber di kaki Bukit Parbubu I, di Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara. Memiliki aroma dan bergelembung menyerupai soda. Meski demikian, rasanya tawar dan tidak lengket di kulit. Air itu menyembul dari dasar kolam. Gelembung-gelembung udara berhambur dari sumbernya. Menyebar ke seluruh penjuru kolam. Jika kita menyeburkann diri ke kolam, maka gelembung-gelembung itu segera mengelilingi kita. Di sekujur tubuh. Di jagat ini, konon hanya ada dua kolam yang airnya menyerupai soda. Yang pertama ada di Benua Amerika, tepatnya di Venezuela, dan satunya lagi ada di tanah Tarutung, Tapanuli. Udara sejuk dan panorama perbukitan yang indah, menjadikan kolam ini sebagai tempat wisata favorit warga. Pengunjung, tidak dipungut biaya sepeser pun untuk menikmati berenang di 'air soda' ini. Namun, para pengunjung diwajibkan mengenakan kaca mata renang agar tak mengalami iritasi pada mata. (Sumber) Image: Wikipedia
Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG AKHYARI HANANTO

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to unders ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Andrea Hirata

Berhenti bercita-cita adalah tragedi terbesar dalam hidup manusia.

— Andrea Hirata