Lupa Sandi?
/ Tren

Mengintip Cara Membuat Kue Sagu Maluku Utara

Iin Amrullah
Iin Amrullah
0 Komentar
Mengintip Cara Membuat Kue Sagu Maluku Utara
Sagu adalah tanaman khas Indonesia Timur, khususnya wilayah Provinsi Maluku dan Maluku Utara. Tanaman ini juga diolah menjadi kue sagu yang merupakan makanan pokok kedua provinsi ini. Kue sagu sering menjadi teman teh manis buat menu sarapan pagi. Sebagai contoh masayarakat di Desa Fitako, Kecamatan Loloda Kepulauan, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara. Warga masyarakat Fitako sering mengolah sagu menjadi bahan makanan mereka. Ada dua jenis sagu yang mereka buat, yaitu sagu biasa (terbuat dari pohon sagu itu sendiri) dan sagu kasbi (terbuat dari kasbi / singkong). Bagaimanakah cara membuatnya? Tahapan-tahapan cara membuat kue sagu tersebut adalah sebagai berikut: Batang pohon sagu dipotong, lalu diambil bagian isi batangnya (serat batang) dan dipotong kecil-kecil Potongan batang sagu kecil-kecil tersebut dihaluskan hingga seperti tepung, lalu dikeringkan Agar lebih halus, tepung sagu tersebut disaring terlebih dahulu untuk mendapatkan tepung yang halus. Untuk memasaknya menjadi kue sagu, siapkan dulu peralatan yang dibutuhkan yaitu Sosakai (tempat cetakan sagu), pastaka (seperti corong yang terbuat dari buluh/bambu), kayu bakar dan gonufu (serabut kulit kelapa) Pertama, sosakai dibakar/dipanaskan dulu di atas api yang berupa kayu bakar dan gonufu hingga membara Jika sudah membara, sosakai diangkat lalu masukan olahan tepung sagu menggunakan pastaka untuk dimasukkan ke dalam lubang sosakai Tunggu hingga sekitar 5-10 menit, maka kue sagu sudah jadi. Siap untuk dihidangkan Ada dua jenis sagu yang siap dimakan, yaitu sagu lombo (lembek) dan sagu keras. Untuk mendapatkan kedua jenis bentuk sagu ini tergantung pada lama pemanggangan di atas sosakai tersebut. Kue sagu siap dinikmati, biasanya agar lebih sedap dimakan bersamaan dengan teh manis
Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli100%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG IIN AMRULLAH

Kawan GNFI ... Lihat Profil Lengkap

Next
Andrea Hirata

Berhenti bercita-cita adalah tragedi terbesar dalam hidup manusia.

— Andrea Hirata