Ecommerce hasil Skripsi mendapatkan pendanaan dari Perusahaan asal Korea

Ecommerce hasil Skripsi mendapatkan pendanaan dari Perusahaan asal Korea

Ecommerce hasil Skripsi mendapatkan pendanaan dari Perusahaan asal Korea

Skripsi dan tugas akhir biasanya menjadi momok untuk sebagian mahasiswa yang tidak siap untuk menghadapi hidup setelah fase kuliah. Namun tidak untuk Danny Baskara, baginya skripsi menjadi jalan untuk mewujudkan bisnis Ecommercenya. Danny founder dari Evoucher.co.id situs Ecommerce yang di gagas mulai dari tumpukan skripsi tahun 2005 ini,  pada 20 April kemarin mengumumkan telah mendapat pendanaan dari Valuein Technology Indonesia (VITI). VITI adalah perusahaan asal Korea yang berfokus sebagai penyedia digital konten dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri game di Asia Pasifik. Danny Baskara seperti diungkapkan dalam startupbisnis.com, bahwa Evoucher.co.id bermula dari skripsinya untuk persyaratan kelulusan kuliah. Namun sayang ternyata skripsi tersebut hanya mendapatkan nilai C. Meski begitu, kerja keras Danny membuahkan hasil meski harus jatuh bangun membangun Evoucher sejak didirikan tahun 2010. Ecommerce yang saat ini memiliki 800.000 lebih member aktif dan menangani 500 sampai 1000 transaksi perharinya ini, telah bekerja sama dengan lebih dari 300 merchant di Indonesia. Berkat kemampuan Danny dibidang optimisasi mesin pencari (SEO) dan pemasaran digital melalui media sosial, Evoucher mampu terus tumbuh meskipun harus bootstrapping selama hampir lima tahun. Pendanaan yang didapatkan dari VITI nantinya akan digunakan oleh tim Evoucher untuk pengembangan usaha dan infrastruktur bisnis secara strategis. Danny Baskara yang saat ini menjabat sebagai CEO Evoucher Indonesia mengungkapkan, peraihan pendanaan ini menjadi salah satu pendukung Evoucher untuk menjadi Ecommerce yang unggul, “Kami sangat gembira mendapatkan dukungan tambahan dari investor dalam usaha kami untuk menjadi Ecommerce yang paling sesuai dengan kebutuhan konsumen Indonesia.” Evoucher menjadi salah satu pemain lokal yang bertahan di tengah ketatnya persaingan bisnis diantara raksasa Ecommerce berbasis daily deals internasional seperti LivingSocial dan Groupon, maupun pesaing lokal ASEAN seperti Ensogo. Pendanaan ini tentu saja menjadi angin segar untuk tumbuhnya eksosistem bisnis dotcom terutama Ecommerce di Indonesia. Disadur dari berbagai sumber

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Ampiang Dadiah, si Manis dari Minang Sebelummnya

Ampiang Dadiah, si Manis dari Minang

Malang Menargetkan Jadi Destinasi Internasional Selanjutnya

Malang Menargetkan Jadi Destinasi Internasional

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.