Lupa Sandi?
/ Tren

Cara lain Menikmati Borobudur ala UNESCO

Akhyari Hananto
Akhyari Hananto
0 Komentar
Cara lain Menikmati Borobudur ala UNESCO
Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, memang memiliki daya tarik tersendiri untuk dikunjungi. Tidak hanya karena arsitektur candi penginggalan raja wangsa Syailendra itu yang menakjubkan, akan tetapi juga alam sekitarnya yang menyimpan sejuta pesona. Tidak salah jika organisasi PBB untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Budaya (UNESCO) mulai menggerakkan Village and Heritage Tour (VHT) untuk wisatawan. Salah satu program yang mengenalkan wisatawan pada keindahan alam serta beragam potensi indutri kreatif di desa-desa sekitar Candi Borobudur. “Program ini merupakan tur edukasi yang mengkombinasikan kunjungan ke candi-candi di kawasan Boroudur dan Prambanan serta desa-desa industri kreatif di sekitarnya,“ ujar Diana Setyawati, Project Coordinator UNESCO Jakarta, Borobudur Sub-Office. Wisatawan yang mengikuti program ini, lanjut Diana, akan diajak berkunjung ke lokasi-lokasi industri rumah tangga, yang khusus mendapat pendampingan dari UNESCO, seperti produsen batik khas Borobudur, usaha keramik glasir dan produksi selai buah di Galeri Komunitas, Dusun Kregilan, Desa Karanganyar, Kecamatan Borobudur. Lalu mengunjungi produsen gula jawa dan aneka camilan tradisional di lereng bukit Purwosari Desa Kembanglimus hingga kesenian tradisional di lereng perbukitan Menoreh Desa Karanganyar.
Hijaunya Menoreh (foto HendraWardhana)

Selain itu, wisatawan juga akan diajak untuk menikmati matahari terbit (sunrise) dari puncak bukit Purwosari, atau sekitar 600 meter arah barat Candi Borobudur. Sensasi pemandangan matahari terbit semakin menakjubkan karena dari atas bukit setinggi sekitar 400 mdpl itu terlihat pula puncak Candi Borobudur dan puncak Gereja Ayam. “Harapan kami, program ini bisa bermanfaat bagi meningkatkan kesadaran masyarakat akan potensi produk lokal masing-masing. Serta menumbuhkan cinta masyarakat dengan alam dan kearifan lokal Borobudur,” ungkap Diana. Mura Aristina, Penggagas Obyek Wisata Sunrise Bukit Purwosari Desa Kembanglimus, Kecamatan Borobudur, menyambut baik dengan adanya program pendampingan Desa dan VHT dari UNESCO tesebut. Menurut Mura ada banyak destinasi menarik di sekitar Candi Borobudur yang bisa dinikmati wisatawan, salah satuya panorama sunrise Borobudur. “Tanpa sadar semakin sering dinaiki, batu candi Borobudur akan semakin rusak. Makanya ada cara lain untuk menikmati Candi Borobudur dari atas bukit Purwosari ini. Pemandangannya jauh lebih indah karena bisa menikmati sunrise, gereja ayam dan alam Borobobudur yang masih asri,“ ulas Mura. (Kompas)

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG AKHYARI HANANTO

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to unders ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Evan Dimas

Semua bisa dikalahkan kecuali Tuhan dan orang tua.

— Evan Dimas