Lupa Sandi?

Long Bumbung..Masa Kecil yang Gembira

Akhyari Hananto
Akhyari Hananto
0 Komentar
Long Bumbung..Masa Kecil yang Gembira
Long Bumbung..Masa Kecil yang Gembira
\mn,Saya pernah mengalami masa kecil yang indah di sebuah pedesaan yang hijau dan dingin di kaki gunung Merapi. Salah satu yang paling membuat saya mengenangnya adalah masa-masa bulan puasa yang selalu membawa cerita. Alkisah, saya dan puluhan kawan-kawan sebaya harus berjalan menjauhi pemukiman penduduk, dengan membawa selongsong bambu yang sudah dilubangi, dengan hanya menyisakan satu 'palka' di ujung. Yap,,kami ingin bermain 'Long", meriam bambu khas nusantara yang dijamin akan membuat seisi kampung gempar. Namun waktu itu kamu beruntung karena kampung kami dikelilingi persawahan beratus-ratus hektar, dan sengaja kami membawa long jauh-jauh dari kampung. Duh...langsung ingin pulang ke Jogja. Meriam bambu tidak se-berbahaya seperti petasan, sebab meriam bambu ini bahan bakarnya hanya menggunakan minyak tanah. Selain itu permainan ini murah meriah tidak seperti petasan yang harganya puluhan ribu rupiah. Namun tetap saja, memaikannya harus extra hati-hati. Hingga kini, kebiasaan permainan meriam bambu ini rutin dilakukan oleh anak-anak desa di sore hari sambil menunggu tibanya buka puasa. Di Aceh dan Flores, meriam bambu malah dipergunakan untuk menandai kelahiran anak, atau menyambut hari-hari besar. Di Minangkabau, terutama di kawasan pedesaan, meriam bambu amat sering terdengar pada bulan puasa, mereka melakukannya di pinggir-pinggir sungai, di Gorontalo meriam bambu berdentam bersahutan menjelang ....sahur..haha. Hal ini berlangsung sejak dahulu sebab permainan ini tergolong permainan tradisional anak pedesaan. Menjelang azan magrib dan hendak masuk buka puasa, anak-anak yang bermain meriam bambu pulang ke rumah masing-masing. Terima kasih, masa kecilku.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih100%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG AKHYARI HANANTO

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to unders ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
BJ. Habibie

Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya. Dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup.

— BJ. Habibie