Lupa Sandi?

Bandara-bandara Terbaik di Indonesia yang Diakui Dunia

Akhyari Hananto
Akhyari Hananto
0 Komentar
Bandara-bandara Terbaik di Indonesia yang Diakui Dunia
Bandara I Gusti Ngurah Rai di Denpasar Bali mendapatkan penghargaan sebagai bandara terbaik ketiga di dunia. Penghargaan itu diberikan setelah Survei Airport Service Quality (ASQ) yang dilakukan oleh Airport Council International (ACI) pada kuartal I-2015 (Januari-Maret 2015). Survei tersebut menempatkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali sebagai bandara dengan tingkat layanan terbaik nomor tiga di dunia untuk kategori bandara berkapasitas 15 hingga 25 juta penumpang per tahun. “Pada hasil survei sebelumnya di kuartal IV-2014, Bandara I Gusti Ngurah Rai berada di peringkat ke-7 dunia. Peringkat Bandara Juanda Surabaya juga membaik, dari yang sebelumnya ada di posisi ke-10, kini ada di peringkat ke-7 dunia menurut penilaian ACI,” kata Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) I Tommy Soetomo dalam keterangan tertulisnya. Di kategori bandara dengan kapasitas 15 hingga 25 juta penumpang per tahun, ACI melakukan penilaian di 30 bandara di dunia. Peringkat Bandara I Gusti Ngurah Rai bahkan berada di atas bandara-bandara internasional lainnya seperti Bandara Kansai di Jepang, Bandara Auckland di Selandia Baru, Bandara San Diego di AS, Bandara Helsinki-Vantaa di Finlandia, serta Bandara Brisbane di Australia. Peringkat pertama sendiri disabet Bandara Gimpo di Seoul, Korea Selatan yang berhasil menjadi bandara terbaik dalam survei ASQ kali ini, menggeser Bandara Wuhan Tianhe, China yang harus puas di peringkat kedua.
Bandara Juanda Surabaya

Sementara itu, di kategori bandara dengan jumlah penumpang 5 hinggga 15 juta penumpang per tahun, ada tiga bandara di Indonesia yang disurvei. Hasilnya, dari 70 bandara di dunia, Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan berada di peringkat ke-24, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar di posisi ke-36, dan Bandara Kualanamu Medan di peringkat ke-72. Kemudian peningkatan layanan yang dilakukan di Bandara Ngurah Rai juga dimaksudkan untuk mendukung keberadaan Bali sebagai destinasi pariwisata populer di dunia. Dengan semakin banyaknya maskapai yang mendarat di Bandara Ngurah Rai, otomatis akan turut meningkatkan jumlah wisatawan yang masuk ke Pulau Dewata itu. Yang terbaru, adalah masuknya maskapai penerbangan global, Emirates yang membuka rute penerbangan langsung dari Dubai ke Denpasar mulai 3 Juni 2015 lalu.
Bandara Ngurah Rai, Bali

"Pada 30 Mei 2015, pihak Emirates telah melakukan audit terkait keamanan di Bandara Ngurah Rai dalam rangka penerbangan langsung Dubai-Denpasar dan sebaliknya. Hasilnya, bandara ini dinilai clear dan tidak ada catatan keamanan yang harus diperbaiki. Sehingga, pada 3 Juni 2015 telah dilakukan inaugural flight penerbangan langsung Emirates rute Dubai-Denpasar," ujar General Manager Bandara Ngurah Rai Bali Trikora Harjo.
Bandara Sepinggan, Balikpapan

Penerbangan perdana Emirates rute Dubai-Denpasar dengan nomor penerbangan EK398 ini tiba di Bandara Ngurah Rai Ngurah Rai pukul 21.25 WITA, membawa 423 penumpang. Selanjutnya, pesawat ini berangkat menuju Dubai pukul 23.40 WITA di hari yang sama dengan nomor penerbangan EK399 dan mengangkut 315 orang penumpang. Layanan Emirates Dubai-Denpasar ini memiliki jadwal satu kali penerbangan setiap hari, beroperasi menggunakan armada Boeing 777-300ER berkapasitas 426 kursi yang terbagi dalam kelas penerbangan ekonomi dan bisnis. "Dibukanya rute langsung Dubai-Denpasar ini tentu akan berkontribusi dalam meningkatkan ekonomi dan pariwisata di Bali. Hal ini juga bisa menjadi upaya untuk membuka arus wisatawan non-konvensional yang berasal dari Timur Tengah, selain wisatawan dari Eropa dan Asia yang selama ini memang paling banyak berkunjung ke Bali," jelasnya.

Pilih BanggaBangga50%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang33%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau17%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG AKHYARI HANANTO

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to unders ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti

ARTIKEL TERKAIT

7 Puncak Dunia

Yufi Eko Firmansyah7 bulan yang lalu

Tahukah Anda, Seberapa Luas Indonesia ?

Yufi Eko Firmansyah8 bulan yang lalu

Menjadi Penguasa Telekomunikasi Asia Tenggara

Asrari Puadisatu tahun yang lalu

Internet Gahar, 1 GB Per Detik

Asrari Puadisatu tahun yang lalu
Next
Evan Dimas

Semua bisa dikalahkan kecuali Tuhan dan orang tua.

— Evan Dimas