Lupa Sandi?

Mengenal Tanda dan Bukti

Suyoto Suyoto
Suyoto Suyoto
0 Komentar
Mengenal Tanda dan Bukti
Terdengar suara lirih berdebat soal hidup. Dua orang Kakek pesertanya. Kakek pertama  memilih hidup landai, sejak belia tak pernah jauh dari keluarga. Baginya hidup itu,  perbuat dan mendapat sesuatu. Kakek kedua memilih menjadi pengembara. Memberi itulah kata hatinya. Ia pergi kemanapun dan menjadi renta, inilah kesimpulan tentang kehidupan untuk anak cucunya: Tandailah hidup dengan keyakinan. Buktikanlah dengan optimisme dan karya. Tandaikah karya yang baik dengan perencanaan. Buktikanlah naluri kemanusianmu dengan bersinergi. Tandailah kekuranganmu dengan belajar dan saling memberi pertolongan. Buktikanlah belajarmu dengan saling mendengar. Tandailah dengan menyelam ke akar masalah. Lalu buktikanlah dengan manfaat yang diterima sesama. Tandailah kesehatanmu dengan olah raga. Buktikanlah akheratmu dengan kematian yang baik. Tandailah setiap nafasmu dengan kasih sayang dan keadilan. Bila setiap hari engkau selalu sedia menyambut kematianmu, itulah cara  engkau memberi bukti berbaik sangka: bahwa kematian adalah hadiah terbaik buat seorang musafir!   Bojonegoro, 1 Juni 2015  
Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG SUYOTO SUYOTO

Kawan GNFI ... Lihat Profil Lengkap

ARTIKEL TERKAIT

7 Puncak Dunia

Yufi Eko Firmansyah9 bulan yang lalu

Tahukah Anda, Seberapa Luas Indonesia ?

Yufi Eko Firmansyah10 bulan yang lalu

Indonesia, Menuju Takhta E-Commerce Asia Tenggara

Asrari Puadisatu tahun yang lalu

Menjadi Penguasa Telekomunikasi Asia Tenggara

Asrari Puadisatu tahun yang lalu

Internet Gahar, 1 GB Per Detik

Asrari Puadisatu tahun yang lalu
Next
BJ. Habibie

Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya. Dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup.

— BJ. Habibie