Terdengar suara lirih berdebat soal hidup. Dua orang Kakek pesertanya. Kakek pertama  memilih hidup landai, sejak belia tak pernah jauh dari keluarga. Baginya hidup itu,  perbuat dan mendapat sesuatu. Kakek kedua memilih menjadi pengembara. Memberi itulah kata hatinya. Ia pergi kemanapun dan menjadi renta, inilah kesimpulan tentang kehidupan untuk anak cucunya: Tandailah hidup dengan keyakinan. Buktikanlah dengan optimisme dan karya. Tandaikah karya yang baik dengan perencanaan. Buktikanlah naluri kemanusianmu dengan bersinergi. Tandailah kekuranganmu dengan belajar dan saling memberi pertolongan. Buktikanlah belajarmu dengan saling mendengar. Tandailah dengan menyelam ke akar masalah. Lalu buktikanlah dengan manfaat yang diterima sesama. Tandailah kesehatanmu dengan olah raga. Buktikanlah akheratmu dengan kematian yang baik. Tandailah setiap nafasmu dengan kasih sayang dan keadilan. Bila setiap hari engkau selalu sedia menyambut kematianmu, itulah cara  engkau memberi bukti berbaik sangka: bahwa kematian adalah hadiah terbaik buat seorang musafir!   Bojonegoro, 1 Juni 2015  

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu