Lupa Sandi?

Minuman Tempe Raih Juara di Ecotrophelia Netherlands 2015

Indah Gilang  Pusparani
Indah Gilang Pusparani
0 Komentar
Minuman Tempe Raih Juara di Ecotrophelia Netherlands 2015
Minuman tempe "Temptation" hasil ide cemerlang tim ilmuan Indonesia dan Jerman menjuarai Ecotrophelia Netherlands 2015. Tim yang dinamai "Sparkling Teampeh" tersebut beranggotakan Avis Dwi Wahyu Nugroho, Stefani Amanda Harmani, Aysha Mareta Karlina, Herditya Oktania Harsono, Arienta Rahmania Putri Sudibya dan Marie-Luise Puhlmann, mahasiswa Food Technology dan Food Safety, Wageningen University, Belanda. Mereka akan mengikuti final Eropa di Milan sebagai perwakilan Belanda. Pengembangan minuman berbahan dasar tempe ini didorong akan ide untuk membuat inovasi ilmuan Indonesia tembus ke pasaran. Meskipun minuman tempe mungkin tidak terdengar meyakinkan bagi kebanyakan kita, Temphtation memiliki banyak keunggulan dibandingkan susu sapi ataupun susu kedelai. Temphtation mengandung kadar isoflavon yang lebih tinggi, dan lebih mudah dicerna karena minimnya antinutritional factor. Konsumsi satu gelas minuman ini sudah mencukupi kebutuhan isoflavon dalam sehari. Bukan hanya itu, proses pembuatan Temphtation lebih ramah lingkungan karena semua komponen kacang kedelai digunakan tanpa menghasilkan ampas dan penggunaan air pun 5X lebih rendah daripada produksi susu kedelai. Selain meminimalisasi produksi limbah dan air limbah, produk mereka pun menggunakan lebih sedikit energi dan menghasilkan jejak karbon yang lebih kecil dibandingkan produksi susu sapi. Bagaimana dengan rasa minuman tempe ini? Menurut para juri Belanda, minuman ini memiliki rasa yang lebih alami, ringan, dan menyegarkan. Jika Anda penasaran, mari dukung terus karya teman-teman muda ini. Sparkling Teampeh akan bertemu dengan 16 perwakilan negara lain di bulan Oktober nanti. Bekerja sama dengan beberapa perusahaan terkait, ke depannya produk ini mudah-mudahan akan semakin mempopulerkan tempe sebagai warisan budaya Indonesia. foto: tim Sparkling Teampeh juara Ecotrophelia Netherlands 2015 Sumber: Agri&Food/ Bart van Overbeeke artikel: Avis Dwi Wahyu Nugroho  
Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi67%
Pilih TerpukauTerpukau33%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG INDAH GILANG PUSPARANI

Indah graduated from MSc Development Administration and Planning from University College London, United Kingdom in 2015. She finished bachelor degree from International Relations from University of In ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti

ARTIKEL TERKAIT

7 Puncak Dunia

Yufi Eko Firmansyah8 bulan yang lalu

Tahukah Anda, Seberapa Luas Indonesia ?

Yufi Eko Firmansyah9 bulan yang lalu

Indonesia, Menuju Takhta E-Commerce Asia Tenggara

Asrari Puadisatu tahun yang lalu

Menjadi Penguasa Telekomunikasi Asia Tenggara

Asrari Puadisatu tahun yang lalu

Internet Gahar, 1 GB Per Detik

Asrari Puadisatu tahun yang lalu
Next
BJ. Habibie

Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya. Dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup.

— BJ. Habibie