Lupa Sandi?

Ternyata, Gadis Cantik ini “Sang Penenun” di Uang Kertas 5 Ribu

Asrari Puadi
Asrari Puadi
0 Komentar
Ternyata, Gadis Cantik ini “Sang Penenun” di Uang Kertas 5 Ribu
Uang dengan nominal lima ribu, uang yang mungkin sangat tidak asing lagi di mata kita. Keberadaannya didalam dompet turut menghiasi beberapa “kertas rupiah” dengan nominal dan gambar yang khas lainnya. Namun mungkin sangat sedikit yang tahu, bahwa ternyata gambar wanita penenun yang ada di dalam uang kertas lima ribuan ini adalah wanita asli yang sangat asli. Wanita cantik bernama lengkap Natasha Annestessya atau yang biasa disapa Ceci ini adalah wanita penenun di dalam uang lima ribuan tersebut.  Ceci adalah salah seorang yang terpilih menjadi model untuk wanita penenun yang tercantum dalam uang lima ribuan. Wanita cantik lulusan Ilmu Komunikasi UI ini pada awalnya mengikuti seleksi yang diadakan Perusahaan Umum Percetakan Uang RI (PERURI), saat itu dalam pemilihan model untuk uang lima ribu tersebut ia masih berumur 17 tahun, dari total 80 peserta yang mengikuti proses seleksi tersebut ternyata Ceci lah yang paling di anggap layak untuk dijadikan model yang mengisi lembaran uang lima ribu tersebut. Kini Ceci tidak lagi tinggal di Indonesia, ia kini tinggal di California, Amerika Serikat bersama seorang pria keturunan Amerika.
Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang33%
Pilih Tak PeduliTak Peduli33%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau33%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG ASRARI PUADI

Mamut Menteng Ureh Utusku. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti

ARTIKEL TERKAIT

7 Puncak Dunia

Yufi Eko Firmansyah7 bulan yang lalu

Tahukah Anda, Seberapa Luas Indonesia ?

Yufi Eko Firmansyah8 bulan yang lalu

Indonesia, Menuju Takhta E-Commerce Asia Tenggara

Asrari Puadisatu tahun yang lalu

Menjadi Penguasa Telekomunikasi Asia Tenggara

Asrari Puadisatu tahun yang lalu

Internet Gahar, 1 GB Per Detik

Asrari Puadisatu tahun yang lalu
Next
BJ. Habibie

Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya. Dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup.

— BJ. Habibie