Lupa Sandi?

Cara Unik Menikmati Kopi di Meulaboh

Akhyari Hananto
Akhyari Hananto
0 Komentar
Cara Unik Menikmati Kopi di Meulaboh
Kalau soal rasa, kopi tubruk Meulaboh punya rasa yang khas dan berbeda dengan kopi di daerah lain, apalagi cara penyajiannya yang terbilang unik itu. Saat ini, kopi khas Bumi Teuku Umar itu banyak dijual di sejumlah cafe di kawasan Suak Ribee, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat. Walaupun hanya bangunan biasa, sejumlah cafe di sana dipadati pengunjung dari beragam profesi, terutama saat lebaran seperti ini. Bahkan tak jarang banyak pengunjung yang datang tak kebagian tempat. Bagi para pelancong, mencicipi "kupi tebalek" sudah menjadi agenda wajib. "Setiap kali pulang ke Meulaboh, saya selalu sempatin minum kupi tubruk, karena kalau diluar Aceh memang tidak ada kopi seperti ini," ujar Teuku Pondek, mahasiswa Aceh di Jakarta kepada Serambinews.com, saat sedang menikmati kupi tubruk di cafe Jembatan Suak Ribee. Kupi tubruk Meulaboh diracik dalam dua versi, yakni tubruk kopi hitam yang pergelasnya dibandrol Rp 5 ribu, sedangkan tubruk kopi susu yang menjadi favorit, pergelasnya dibandrol Rp 7 ribu. Bagi anda yang mengunjungi Meulaboh, jangan sampai lupa mencicipi kopi unik ini! Aceh.Tribunnews.com
Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG AKHYARI HANANTO

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to unders ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti

ARTIKEL TERKAIT

7 Puncak Dunia

Yufi Eko Firmansyah8 bulan yang lalu

Tahukah Anda, Seberapa Luas Indonesia ?

Yufi Eko Firmansyah9 bulan yang lalu

Indonesia, Menuju Takhta E-Commerce Asia Tenggara

Asrari Puadisatu tahun yang lalu

Menjadi Penguasa Telekomunikasi Asia Tenggara

Asrari Puadisatu tahun yang lalu

Internet Gahar, 1 GB Per Detik

Asrari Puadisatu tahun yang lalu
Next
Andrea Hirata

Berhenti bercita-cita adalah tragedi terbesar dalam hidup manusia.

— Andrea Hirata