Lupa Sandi?

Messenger Berfitur Media Sosial Karya Anak Bangsa

Akhyari Hananto
Akhyari Hananto
0 Komentar
Messenger Berfitur Media Sosial Karya Anak Bangsa
Messenger Berfitur Media Sosial Karya Anak Bangsa
Indonesia ternyata tidak kalah bersaing dengan start up dari mancanegara dalam menciptakan aplikasi messenger . Ini terbukti dengan kehadiran Catfiz yang merupakan karya anak bangsa dari Surabaya. Aplikasi ini dikembangkan sejak Maret 2011 oleh Mochammad Arfan beserta kawan-kawannya. Arfan selaku direktur utama PT Dunia Catfiz Kreatif Media menuturkan, dia mendirikan Catfiz karena melihat pertumbuhan aplikasi messenger BBM yang sangat pesat dan Indonesia menjadi pengguna terbesar. ”Saya berpikir kenapa tidak ada provider lokal yang bisa melayani kebutuhan penduduk lokal juga. Sebuah aplikasi messenger yang sesuai dengan kultur dan kebutuhan orang Indonesia kebanyakan,” kata Arfan. Setelah melakukan persiapan selama kurang lebih setahun, Catfiz resmi diluncurkan pada November 2012. Catfiz memiliki beberapa fitur unik, di antaranya dapat berbagi file hingga 50 MB, memfasilitasi grup dengan anggota mencapai 2.000 orang, comment on status yang memungkinkan user dapat saling berkomentar di status user lainnya hingga fasilitas lain seperti repost, like/unlike, bahkan quote . Menurut Arfan, fitur ini adalah sebuah manifestasi dari beberapa hal yang menjadi kebiasaan orang Indonesia. Saat ini Catfiz menjadi sebuah aplikasi komunikasi personal yang memiliki fitur media sosial. Aplikasi ini menjadi unik dibandingkan dengan aplikasi messenger lainnya. Hal ini, kata Arfan, dapat dilihat dari sisi user experience. ”Ini unik, dengan Catfiz yang basisnya hanya sebuah aplikasi messenger, kita bisa berbagi file dalam bentuk dokumen, video, dan gambar. Bahkan bisa saling berkomentar di status user . Jadi pengalaman yang dirasakan pengguna akan berbeda,” ungkap alumnus Jurusan Informatika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ini. Arfan mengaku tidak menyangka respons masyarakat sangat baik terhadap aplikasi ini. Satu bulan setelah launching , Catfiz sudah memiliki 120.000 user dan saat ini sekitar 2 juta user . Dia juga tidak menduga bahwa pengguna dari mancanegara juga menggemari Catfiz. Aplikasi ini justru lebih banyak digunakan di luar negeri seperti Timur Tengah, India, dan Amerika Selatan. Kini Catfiz dikelola Arfan beserta rekannya, Jagat Hariseno, beserta 20 karyawan yang membantu operasionalnya. Aplikasi ini sudah memiliki layanan dalam bahasa Indonesia, Inggris, Arab, dan Spanyol. Jika aplikasi lain seperti LINE yang memiliki kekuatan di game dan official account, Catfiz justru membidik komunitas atau organisasi. ”Kami coba fasilitasi itu, sebab di messenger lain tidak bisa menampung grup dengan jumlah member yang besar. Justru itu yang menjadi kebutuhan orang Indonesia,” papar Arfan. Dalam mengembangkan Catfiz, Arfan mengaku dibantu oleh angel investor. Berbicara keuntungan, saat ini Catfiz mengandalkannya dari bisnis co branding . Arfan menjelaskan, perusahaan yang berminat dapat menjadikan messenger service sebagai mesin komunikasi. ”Jika ada perusahaan yang ingin memiliki komunikasi private dengan seluruh karyawannya sesuai dengan fitur-fitur yang diinginkan, kami bisa menjalankannya,” urai Arfan. Saat ini, aplikasi messenger Catfiz baru bisa digunakan pemakai android. Namun dalam waktu dekat Catfiz akan bisa digunakan oleh pemilik iPhone. ”Proses pengerjaannya sudah mencapai 80% untuk masuk ke Apple Store,” ungkap Arfan. Rencananya, pada akhir Agustus ini akan diluncurkan Catfiz 2.0. dengan banyak pengembangan fitur. Jika sebelumnya aplikasi ini hanya dapat digunakan untuk chatting, pada versi kedua rencananya akan ada fitur streaming, content delivery , bahkan payment seperti BBM money jika ada transaksi jual-beli antara user . Dina angelina

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG AKHYARI HANANTO

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to unders ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara