Rumah Adat Indonesia. Di Jantung Eropa

Rumah Adat Indonesia. Di Jantung Eropa

Rumah Adat Indonesia. Di Jantung Eropa

Banyak bangunan di Indonesia yang mirip dengan bangunan terkenal di luar negeri seperti patung Merlion di Batam, kawasan Paris Van Java yang mirip di Paris, atau bahkan Monumen Simpang Lima Gumul, Kediri yang sangat mirip dengan Arc de Triomphe.

Rumah Gadang di Belanda (via suprizaltanjung.wordpress.com)
Rumah Gadang di Belanda (via suprizaltanjung.wordpress.com)

1. RUMAH GADANG DI BELANDA

Anda tentu familiar dengan rumah khas masyarakat Minangkabau yang ada di Provinsi Sumatera Barat. Rumah yang juga disebut dengan rumah Bagonjong oleh masyarakat sekitar memiliki bentuk yang unik dimana bentuk puncak atapnya runcing menyerupai tanduk kerbau.

Rumah Gadang di Belanda (via Twitter/ GNFI)
Rumah Gadang di Belanda (via Twitter/ GNFI)

Keunikan bentuk rumah tradisional dari Indonesia ini memberikan inspirasi pada pengelola sebuah theme park di Belanda. Bangunan dengan model serupa bisa kalian jumpai kala berkunjung ke Taman Efteling yang terletak di Kaatsheuvel. Para pengunjung yang datang ke taman hiburan tersebut akan langsung disambut oleh sebuah bangunan yang mirip dengan rumah Gadang yang tidak lain merupakan sebuah gerbang menuju taman. Gerbang ini sangat populer dan diberi nama The House of 5 Senses, model bangunannyapun diilhami dari rumah tradisional Minangkabau.

2. PURA BALI DI BELGIA

Siapa sangka jika Pura di Bali yang begitu terkenal bisa dijumpai di negeri orang. Di Belgia terdapat sebuah taman yang merefleksikan Indonesia dalam ukuran yang mini. Taman tersebut bernama The Kingdom of Ganesha. Nama tersebut dipilih sebagai penghargaan dan kehormatan untuk bangsa Indonesia.

Pura Agung Shanti Buwana (via fond-ecran-image.come)
Pura Agung Shanti Buwana (via fond-ecran-image.come)

Cobalah masuk ke dalam taman, suasana yang Indonesia banget akan langsung nampak di sana. Yang paling mengejutkan adalah adanya Pura Agung Shanti Buwana yang terkenal di Bali juga ada di taman ini bahkan dalam ukuran yang sama. Tidak hanya itu saja pura ini dibangun di atas sawah bertingkat ala sawah di Ubud. Keren!

3. RUMAH ADAT BATAK DI JERMAN

Kita patut berbangga hati menjadi bagian dari warga negara Indonesia yang memiliki beragam suku dan budaya. Tak sedikit kebudayaan Indonesia yang diakui dunia. Salah satunya kebudayaan yang dimiliki oleh suku Batak berupa rumah adatnya yang unik.

Rumah Adat Batak di Jerman (via Twitter/ GNFI)
Rumah Adat Batak di Jerman (via Twitter/ GNFI)

Rumah adat suku Batak tidak hanya dapat dijumpai di Indonesia saja lho. Cobalah untuk datang ke Kota Waperloh, negara bagian Niedersachsen, Jerman Utara. Anda akan tercengang melihat rumah adat Batak berdiri tegak di sana. Rumah adat Batak yang ada di Jerman ini sudah ada sejak tahun 1978 dan dibangun atas inisiatif pastor Matthus. Kini rumah khas salah satu suku di Indonesia ini berfungsi sebagai museum dan menjadi objek wisata bagi masyarakat Jerman.

4. RUMAH TRADISIONAL MINANGKABAU DI ROTTERDAM

Nampaknya Belanda adalah negara yang paling terilhami dengan bangunan khas Indonesia. Setelah taman Efteling yang mengadopsi bentuk rumah Gadang sebagai gerbang taman bermainnya, bangunan model serupa juga dapat ditemui di Kralingse Bos sebuah hutan kota di Rotterdam.

Rumah Tradisional Minangkabau di Rotterdam (via Twitter/ GNFI)
Rumah Tradisional Minangkabau di Rotterdam (via Twitter/ GNFI)

Bangunan yang terinspirasi dari rumah adat Minangkabau ini ternyata adalah sebuah restoran bernama Indisce Restaurant. Meski memiliki model rumah Gadang namun makanan yang tersaji di sana bukan makanan padang namun kebanyakan menu orang bule.

Sebagai orang Indonesia kita patut berbangga hati ternyata kebudayaan Indonesia banyak diakui oleh dunia. Dengan makin banyaknya bangunan bercita rasa Indonesia di luar negeri semoga membuat Indonesia makin terkenal dan banyak wisatawan yang berkunjung ke negeri tercinta ini.

sumber: Travellingyuk.com

editor yf/gnfi 14-04-2016

Pilih BanggaBangga71%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang12%
Pilih Tak PeduliTak Peduli2%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi4%
Pilih TerpukauTerpukau12%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Game Unik bertema Angkot ala Indonesia Sebelummnya

Game Unik bertema Angkot ala Indonesia

Rayakan Hari Pangan Sedunia, Kraft Heinz Ajak Masyarakat Jadi #PejuangNutrisi Selanjutnya

Rayakan Hari Pangan Sedunia, Kraft Heinz Ajak Masyarakat Jadi #PejuangNutrisi

Akhyari Hananto
@akhyari

Akhyari Hananto

http://www.goodnewsfromindonesia.org

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to understand it. My banking career continued in Yogyakarta when I joined in a program funded by the Asian Development Bank (ADB),as the coordinator for a program aimed to help improve the quality of learning and teaching process in private universities in Yogyakarta. When the earthquake stroke Yogyakarta, I chose to join an international NGO working in the area of ?disaster response and management, which allows me to help rebuild the city, as well as other disaster-stricken area in Indonesia. I went on to become the coordinator for emergency response in the Asia Pacific region. Then I was assigned for 1 year in Cambodia, as a country coordinator mostly to deliver developmental programs (water and sanitation, education, livelihood). In 2009, he continued his career as a protocol and HR officer at the U.S. Consulate General in Surabaya, and two years later I joined the Political and Economic Section until now, where i have to deal with extensive range of people and government officials, as well as private and government institution troughout eastern Indonesia. I am the founder and Editor-in-Chief in Good News From Indonesia (GNFI), a growing and influential social media movement, and was selected as one of The Most Influential Netizen 2011 by The Marketeers magazine. I also wrote a book on "Fundamentals of Disaster Management in 2007"?, "Good News From Indonesia : Beragam Prestasi Anak Bangsa di dunia"? which was luanched in August 2013, and "Indonesia Bersyukur"? which is launched in Sept 2013. In 2014, 3 books were released in which i was one of the writer; "Indonesia Pelangi Dunia"?, "Indonesia The Untold Stories"? and "Growing! Meretas Jalan Kejayaan" I give lectures to students in lectures nationwide, sharing on full range of issues, from economy, to diplomacy

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.