Kamera lubang jarum merupakan sebuah kamera dimana tidak menggunakan lensa untuk menangkap gambar, melainkan membutuhkan sebuah ruang kedap cahaya serta sebuah lubang kecil untuk memproyeksikan gambar secara terbalik. Dengan seiring berkembangnya IPTEK, kamera berteknologi analog ini mulai berangsur ditinggalkan.
Kali ini anak bangsa yang berasal dari kota Bandung, menghadirkan sebuah kamera lubang jarum yang diberi nama Onrust Pinhole Camera. Kamera lubang jarum ini memiliki bodi yang terbuat dari bahan kayu jati. Sebenarnya untuk membuat sebuah kamera lubang jarum bisa memakai bahan apa saja, meskipun itu barang bekas tak terpakai sekalipun. Sang pembuat kamera lubang jarum ini adalah Arie Haryana, pemuda yang berasal dari Bandung ini sebelumnya juga telah berhasil membuat Neo Pinhole yang sudah dipasarkan sekitar setahun yang lalu. Sama seperti pendahulunya, Onrust Pinhole Camera ini juga dipasarkan melalui media sosial . Perbedaan Onrust dengan Neo adalah dari segi estetikanya. Serta pada segi komponennya, Onrust lebih berkelas dibandingkan dengan pendahulunya, namun demikian sang pembuat kamera ini tak menampik jika hasil karyanya ini masih jauh dari kata sempurna. Hal ini karena tujuan awal sang pembuat kamera unik ini hanya ingin memberitahukan kepada semua orang, terlebih kepada anak muda yang kreatif, bahwa membuat kamera itu tidak serumit yang kita banyangkan sebelumya. Bahkan barang-barang bekas disekitar kita pun bisa menjadi sebuah kamera jika kita menuangkan ide kreatif pada benda tersebut.
Arie pun juga mengungkapkan bahwa kotak pembungkus kamera ini juga dapat digunakan sebagai kamera lubang jarum lain dengan dimensi yang lebih besar. Untuk spesifikasi dari kamera ini sangar sederhana, bodinya terbuat dari bahan kayu jati, format film 35mm, panjang fokal 25mm, serta aperture f/119. Tak hanya itu saja, kamera lubang jarum ini juga hadir dengan tripod di bagian bawah kamera ini. Bagi Anda yang berminat membeli Onrust Pinhole Camera, dapat membelinya melalui situs resminya. Kamera unik dari bahan kayu ini hanya dibanderol Rp319.000 saja. Pembuatan kamera ini pun masih memberdayakan usaha kecil menengah (UKM) yang berlokasi di kota Bandung. Arie sendiri mengungkapkan bahwa jika kamera ini dibuat dengan skala pabrik besar, maka waktu produksi akan jauh lebih cepat. Serta dapat menghemat biaya pembuatan, sehingga harga kamera ini dapat menjadi lebih murah. Namun bagi Arie, memajukan daerah asalnya sendiri lebih penting ketimbang mencari keutungan semata.(dna/bt)
Sumber : DNA Berita

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu