Lupa Sandi?

5(Lima) Pemandian Menyegarkan Di SUMBAR

Babah Boim
Babah Boim
0 Komentar
5(Lima) Pemandian Menyegarkan Di SUMBAR

Warga SUMBAR perlu berterimakasih kepada Bukit Barisan.Letaknya yang cukup berdekatan menjadikan daerah ini kaya akan sumber mata air yang sangat cocok untuk dijadikan tempat pemandian. Banyak wisatawan yang memanfaatkan objek wisata pemandian ini sebagai tempat untuk menyegarkan pikiran atau sekedar bersantai di sela-sela penatnya kesibukan. Dimana sajakah pemandian air alami tersebut? Yuk, disimak!

Lubuak Paraku

lubuak paraku

Lubuak Paraku merupakan pemandian yang terletak di jalan antara Padang dan Solok. Lokasinya cukup berada di pinggiran kota Padang dan sesampainya di tempat, Anda harus berjalan beberapa meter ke dalam. Tiket masuk gratis hanya membayar uang parkir saja. Air sungai Lubuak Paraku sangat jernih dan dingin – sangat cocok dijadikan tempat pemandian saat udara panas. Saking jernihnya, Anda dapat melihat bebatuan yang ada di dasar sungai. Hati-hati saat melangkah karena batu-batu ini cukup licin.

Bila Anda datang di pagi hari, Anda akan bertemu dengan anak-anak desa yang tampaknya sudah terlatih untuk melompat dari batu besar yang satu ke batu yang lain. Selain itu, Anda juga akan menemui capung dan kupu-kupu berterbangan di sekitar sungai. Pemandangan yang sungguh indah!

Batang Tabik

batang tabik

Batang Tabik merupakan sumber mata air alami dengan atmosfir yang sangat sejuk. Berenang di dalam kolam ini layaknya snorkeling di laut lepas – jernih dan banyak pemandangan indah di dasarnya. Suasana kolam pemandian ini sangat asri dikelilingi dengan pemandangan sawah hijau dan suasana alam yang menyegarkan. Sejak jaman kolonial Belanda, Batang Tabik sudah dijadikan sebagai kolam pemandian setempat. Sumber air yang jernih pun dimanfaatkan sebagai sumber PDAM masyarakat Payakumbuh.

Sangat mudah untuk menemukan lokasi kolam pemandian ini. Lokasinya hanya 5 km dari pusat kota dan letaknya pun di pinggir jalan raya mengarah ke Nagari Lintau.

Air Terjun Nyarai

air terjun nyarai  

Air terjun ini letaknya agak terpencil di kawasan Lubuk Alung, Padang Pariaman – tepatnya di Hutan Gamaran. Meski tersembunyi, namun keindahannya pun menarik minat masyarakat yang penasaran akan kesegaran airnya. Saat ini, Air Terjun Nyarai sangat tersohor dan banyak wisatawan dari luar kota bahkan luar pulau, menyempatkan waktu untuk singgah di sumber mata air alami ini.

Jalan setapak memasuki hutan Gamaran tidak mengurungkan niat para pengunjung untuk melihat air terjun Nyarai karena rasa letih itu terbayar dengan pemandangan yang menakjubkan! Di sepanjang jalannya, terdapat kolam-kolam (lubuak) alami yang dapat disinggahi.

Kolam Air Panas Bukik Kili

air panas bukik kili

Berbeda dengan pemandian lain yang airnya dingin, kolam di Bukik Kili menawarkan air panas yang dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Objek wisata yang satu ini letaknya 54 km dari kota Padang menuju ke kabupaten Solok.

Anda dapat menggunakan mobil atau sepeda motor untuk sampai di lokasi ini. Kolam Bukik Kili tak pernah sepi pengunjung yang ingin merasakan relaksasi di kolam air panas.

Pemandian Tirta Alami

pemandian tirta alami Jika Anda tak mau repot harus menjelajah ke hutan, Anda bisa menikmati pemandian sumber air yang berada di Anai Resort. Tak perlu khawatir karena konsep kolam pemandian di dalam hotel ini didesain se-natural mungkin menyerupai alam yang asri. Air kolamnya pun berasal dari sumber mata air alami dari gunung. Untuk anak-anak, lokasi pemandian ini menyediakan kolam khusus agar mereka dapat bebas bermain air. Selain itu, kawasan ini juga dijadikan sebagai camp ground bagi para pecinta alam. Sumber : Sumbar.co
Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG BABAH BOIM

Social Activism|Fotografer|Writer|Berusaha Bisa memberi manfaat bagi yang lainnya. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
BJ. Habibie

Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya. Dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup.

— BJ. Habibie