ATM disabilitas Data Kementerian Sosial mencatat ada 7,7 juta penyandang disabilitas atau 3,1 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Sebanyak 1,8 juta di antaranya terlantar. Data ini melingkupi semua tingkat disabilitas. Dalam peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) tahun ini pada (3/12) yang lalu, pemerintah secara khusus meluncurkan ATM Disabilitas, ATM ini dapat diakses dengan suara atau Talking ATM untuk menarik uang tunai. Layanan ATM ini baru bisa menarik tunai dengan jumlah minimal Rp 100 ribu hingga Rp 1.250.000 dengan pecahan 50 ribu. Nominal yang bisa ditarik baru pecahan genap seperti 100 ribu, 200 ribu, 300 ribu, 500 ribu. Peluncuran ATM ini dilakukan di Istana Negara, Jakarta Pusat, yang dihadiri oleh ratusan penyandang disabilitas dari berbagai organisasi. Dalam sambutannya, Presiden Jokowi menekankan pentingnya pemenuhan hak-hak bagi penyandang disabilitas, "Sering dan kadang-kadang orang membicarakan jumlah penyandang disabiltas, seakan-akan ini hanya soal angka. Saya kira berapa pun jumlah penyandang disabilitas, bahkan satu orang pun, negara harus hadir untuk memenuhi dan melindungi hak-haknya sebagai warga negara," ungkapnya seperti dikutip dari laman Setkab. Rencananya mesin ATM khusus ini akan disebar hingga pelosok Indonesia.*

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu