Ada Joglo di Tengah-tengah Eropa

Ada Joglo di Tengah-tengah Eropa

Ada Joglo di Tengah-tengah Eropa

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Terdapat bangunan yang tidak umum berdiri di sebuah negara Eropa Tengah. Bangunan tersebut terlihat beraksitektur sangat asing dengan sekitarnya. Bahkan untuk skala eropa sekalipun. Bangunan tersebut dibangun dengan pelataran yang luas dengan banyak ornamen jati dan berwarna dominan coklat. Arsitekturnya terlihat mewah, khas Indonesia dan diklaim sebagai pertama dan satu-satunya di Eropa. Bagaimana bisa terdapat Joglo di Slovenia? 


Ternyata Joglo yang berdiri di Kebun Raya Arboretum, Slovenia tersebut merupakan rumah persahabatan antara Indonesia dengan Slovenia. Rumah tersebut telah diresmikan pada tahun 2014 lalu oleh Dubes Republik Indonesia saat itu, Rachmat Budiman. Bangunan khas jawa tersebut digunakan sebagai tempat pertukaran informasi, pandangan dan bentuk kerjasama antara Indonesia - Slovenia khususnya dibidang kebudayaan.


Joglo yang dibangun dengan bentuk pendopo ini juga diyakini sebagai bentuk dari saling pengertian dan menghormati kebudayaan masing-masing negara yang nantinya dapat memperkuat hubungan diantara kedua negara.


Pendirian rumah joglo ini sendiri melalui proses panjang sejak awal mula gagasan pembangunan rumah tradisional Indonesia di Slovenia mulai dibahas pada 2006. Pembangunannya dimulai dari rancangan khusus langsung dari Yogyakarta yang dimulai pada tahun 2013. Tingkat kesulitannya pun terbilang tinggi sebab perancangan harus dapat mensiasati kondisi iklim empat musim di Slovenia yang sangat berbeda dengan iklim tropis di Indonesia.


Selain memerhatikan kualitas bahan, penyesuaian khusus juga dilakukan pada aspek arsitekturnya. Seperti susunan atap joglo yang harus didesain dapat bertahan secara baik dalam kondisi musim dingin yang bersuhu di bawah nol dan mampu menahan beban berat salju yang tebal.


Joglo merupakan sebuah bangunan tradisional Jawa yang diciptakan dengan mempertimbangkan unsur filosofi, kepercayaan, norma-norma dan nilai-nilai budaya Jawa. Tidak sekadar berfungsi sebagai tempat tinggal atau rumah, bangunan tersebut juga diharapkan mampu mendatangkan kemakmuran dan kebahagiaan bagi penghuninya. Semua elemen filosofis tersebut terpancar dari angka-angka dan ornamen yang terukir dalam Joglo.


Selain itu, Joglo juga dianggap memiliki keserasian dengan alam. Sebab bangunan tersebut diciptakan untuk dapat hidup secara harmoni dengan bumi. Arsitektur joglo yang mempunyai kaitan erat antara struktur dengan material bahan bangunan, yaitu jenis kayu yang fleksibel, membuatnya tahan gempa.


"Diharapkan dengan pendirian rumah joglo di Arboretum ini akan dapat lebih mendekatkan hubungan Slovenia dan Indonesia, khususnya Daerah Istimewa Yogyakarta," ujar GBPH Yudaningrat yang hadir pada saat peresmian.


Pihak Slovenia sebagai negara yang menerima kehormatan sebagai negara tempat berdirinya Joglo tersebut mengungkapkan bahwa mereka sangat berterima kasih dan berharap Joglo tersebut akan membawa kebahagiaan bagi kedua negara. 


Menteri kebudayaan Slovenia pada saat itu menjelaskan bahwa integrasi antara kebudayaan dengan lingkungan menjadi sesuatu yang penting pada saat ini. Tidak hanya dengan alam namun juga tetap mampu memberikan pengalaman yang baik bagi kehidupan manusia. 


Kehadiran rumah joglo yang pertama dan satu-satunya di Eropa ini menurut Konselor Informasi dan Diplomasi Publik Dody Kusumonegoro sangat unik dan diharapkan akan lebih banyak lagi rumah joglo hadir di berbagai belahan dunia sebagai tempat berkumpul berbagai masyarakat dalam upaya menciptakan persahabatan.


Slovenia merupakan negara sahabat yang merupakan akreditasi dari KBRI/PTRI Wina. Negara ini merdeka pada tahun 1991 setelah memisahkan diri dari Yugoslavia. Indonesia telah menjalin hubungan diplomatik dengan Slovenia sejak tahun 1992.


Sumber: Detik
Featured Image: Indopost

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga50%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang17%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi17%
Pilih TerpukauTerpukau17%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Ini Dia Drone Pertama di Asia Tenggara yang Diproduksi Massal Sebelummnya

Ini Dia Drone Pertama di Asia Tenggara yang Diproduksi Massal

Mengenal Tradisi 'Jimpitan' di Tengah Pandemi, Mungkin Bisa Jadi Solusi Selanjutnya

Mengenal Tradisi 'Jimpitan' di Tengah Pandemi, Mungkin Bisa Jadi Solusi

Bagus Ramadhan
@bagusdr

Bagus Ramadhan

http://kulawarga.id

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.