Lupa Sandi?

Kerik Gigi dan Simbol Kecantikan di Suku Mentawai

Asrari Puadi
Asrari Puadi
0 Komentar
Kerik Gigi dan Simbol Kecantikan di Suku Mentawai

Definisi cantik bisa berbeda-beda. Jika di Afrika Barat wanita dengan gusi hitam dibilang cantik. Gigi runcing menjadi simbol kecantikan di beberapa suku di Indonesia, salah satunya suku Mentawai di Sumatera.

Suku pedalaman ini menghuni empat pulau besar di Sumatera, yakni Siberut, Pagai Utara, Pagai Selatan, dan Sipora. Mereka umumnya tinggal di kampung-kampung yang berlokasi di dekat pinggiran sungai atau pantai. Selain seni merajah tubuh (biasa disebut titi), suku Mentawai gemar melakukan praktik meruncingkan gigi (kerik gigi) untuk memperindah penampilan.

Mendengar kata Kerik Gigi saja sudah membuat kita merinding mendengarnya, namun inilah yang dilakukan oleh wanita-wanita di Suku Mentawai. Mereka wajib melakukan tradisi yang sudah ada sejak jaman nenek moyang mereka sebagai simbol mencapai kedewasaan seorang wanita.

Jika dilihat dari namanya sebenarnya tradisi ini  hampir mirip dengan tradisi Potong Gigi yang dimilki masyarakat Bali, namun terdapat perbedaan makna didalamnya. Jika masyarakat bali melakukan ritual ini bertujuan untuk mengendalikan 6 sifat buruk yang ada didalam diri manusia yang dikenal juga dengan Sad Ripu, sedangkan Suku Mentawai melakukan ritual ini dengan tujuan agar terlihat cantik dan menarik bagi kaum pria disekitarnya, karena menurut kepercayaan mereka bila wanita yang beranjak dewasa akan lebih terlihat cantik jika memiliki bentuk gigi yang runcing.

Baca Juga

Selain bertujuan agar terlihat cantik tradisi ini juga bertujuan untuk memberi kedamaian jiwa si wanita. Masyarakat suku mentawai percaya jika mereka sudah melaksanakan ritual ini jiwa mereka akan dipenuhi kebahagiaan dan kedamaian jiwa.

Prosesi Kerik Gigi sendiri memang sangat menyakitkan, karena para ketua adat melakukannya tanpa melalui tahap pembiusan atau (anastesi) bahkan alat yang dipakai untuk ritual ini tanpa melalui proses sterlisasi.

Biasanya kerik gigi dilakukan dengan menggunakan sebuah alat yang terbuat dari besi atau kayu yang sudah mereka asah hingga tajam. Proses ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar, dan gigi akan dibentuk meruncing tajam sehingga akan terlihat seperti gigi drakula, saat itulah mereka akan terlihat cantik dan menarik bagi para kaum pria suku mentawai.

Kebayang bagaimana rasanya ?, inilah tradisi unik yang dimiliki bangsa Indonesia yang tak hanya kekayaan alamnya saja yang terkenal, tapi juga keanekaragaman budayanya.

Sumber : Telusur Indonesia, Merdeka

Foto : ianaprastika.blogs.uny.ac.id

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau100%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG ASRARI PUADI

Mamut Menteng Ureh Utusku. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara