Lupa Sandi?

Penghargaan Tertingi Dunia Geofisika untuk Dosen dari Surabaya

Bagus Ramadhan
Bagus Ramadhan
0 Komentar
 Penghargaan Tertingi Dunia Geofisika untuk Dosen dari Surabaya

Civitas akademika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kembali kembali berbangga berkat pernghargaan tingkat dunia yang belum lama ini diberikan. Salah seorang dosennya bahkan mendapatkan Summit Award dari Society of Exploration Geophysicist (SEG)


Dosen ITS tersebut adalah Dr. Widya Utama DEA yang memperoleh predikat Summit sebagai Facultry Advisor dari SEG. SEG sendiri adalah organisasi ahli geofisika bidang eksplorasi alam tingkat dunia. Predikat Summit yang diperoleh Widya otomatis menobatkannya sebagai pemibimbing terbaik skala internasional untuk SEG Student chapter ITS.


Ini merupakan satu-satunya penghargaan tertinggi yang diperuntukkan bagi dosen pembimbing SEG Student Chapter di universitas seluruh dunia. Dalam hal ini, universitas yang memiliki bidang keilmuan kebumian.


Baca Juga

Ketua Jurusan Teknik Geofisika ITS yang juga menaungi Society of Petroleum Engineers (SPE) Student Chapter ITS dan American Association of Petroleum Geologist (AAPG) Student Chapter ITS tersebut mengatakan bahwa ini adalah kali pertama SEG SC ITS mendapat prestasi bergengsi tersebut, begitu pula penghargaan atas dirinya.


Sebelumnya SEG Student Chapter ITS juga telah meraih penghargaan sebagai SEG Student Chapter dengan klasifikasi summit, artinya organisasi SEG cabang ITS tersebut memiliki kinerja terbaik.


"Ini penghargaan tertinggi, maka dari itu disebut summit. Sebelumnya, beberapa kali kami hanya mendapat Certificate of Excellence. Bahkan, tahun lalu hanya mendapat kualifikasi base," jelas Widya seperti dikutip dari detik.com.


Doktor lulusan Prancis tersebut mengungkapkan bahwa penghargaan ini merupakan sebuah bentuk pengakuan untuk ITS bahwa universitas di Indonesia mampu dan memiliki level internasional dalam bidang ilmu kebumian. Beberapa hal yang menjadi tolok ukur penilaian untuk penghargaan tersebut di antaranya adalah konsistensi prestasi organisasi dan kreativitas kegiatan-kegiatan yang dilakukan.


"Selain itu juga kontribusi organisasi terhadap orang lain terkait dengan ilmu kebumian," imbuh pria berdarah Madura itu.


SEG Student Chapter sendiri merupakan organisasi yang memberdayakan mahasiswa untuk berpartisipasi dan menjadi ujung tombak proyek yang membahas isu-isu, tantangan, atau peluang yang berkaitan dengan ilmu kebumian.


Dianugerahi penghargaan prestisius membuat Widya berkeinginan melaksanakan beberapa langkah untuk mengembangkan keilmuan

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kembali kembali berbangga berkat pernghargaan tingkat dunia yang belum lama ini diberikan. Salah seorang dosennya bahkan mendapatkan Summit Award dari Society of Exploration Geophysicist (SEG).


Dosen ITS tersebut adalah Dr. Widya Utama DEA yang memperoleh predikat Summit sebagai Facultry Advisor dari SEG. SEG sendiri adalah organisasi ahli geofisika bidang eksplorasi alam tingkat dunia. Predikat Summit yang diperoleh Widya otomatis menobatkannya sebagai pemibimbing terbaik skala internasional untuk SEG Student chapter ITS.


Ini merupakan satu-satunya penghargaan tertinggi yang diperuntukkan bagi dosen pembimbing SEG Student Chapter di universitas yang memiliki bidang keilmuwan kebumian seluruh dunia. 


Ketua Jurusan Teknik Geofisika ITS yang juga menaungi Society of Petroleum Engineers (SPE) Student Chapter ITS dan American Association of Petroleum Geologist (AAPG) Student Chapter ITS tersebut mengatakan bahwa ini adalah kali pertama SEG SC ITS mendapat prestasi bergengsi tersebut, begitu pula penghargaan atas dirinya.


Sebelumnya SEG Student Chapter ITS juga telah meraih penghargaan sebagai SEG Student Chapter dengan klasifikasi summit, artinya organisasi SEG cabang ITS tersebut memiliki kinerja terbaik.


"Ini penghargaan tertinggi, maka dari itu disebut summit. Sebelumnya, beberapa kali kami hanya mendapat Certificate of Excellence. Bahkan, tahun lalu hanya mendapat kualifikasi base," jelas pria berdarah Madura tersebut seperti dikutip dari detik.com.


Doktor lulusan Prancis itu mengungkapkan bahwa penghargaan ini merupakan sebuah bentuk pengakuan untuk ITS bahwa universitas di Indonesia mampu dan memiliki level internasional dalam bidang ilmu kebumian. Beberapa hal yang menjadi tolok ukur penilaian untuk penghargaan tersebut di antaranya adalah konsistensi prestasi organisasi dan kreativitas kegiatan-kegiatan yang dilakukan.


"Selain itu juga kontribusi organisasi terhadap orang lain terkait dengan ilmu kebumian," imbuh pria kelahiran 15 Oktober tersebut.


SEG Student Chapter sendiri merupakan organisasi yang memberdayakan mahasiswa untuk berpartisipasi dan menjadi ujung tombak proyek yang membahas isu-isu, tantangan, atau peluang yang berkaitan dengan ilmu kebumian.


Dianugerahi penghargaan prestisius membuat Widya berkeinginan melaksanakan beberapa langkah untuk mengembangkan keilmuan geofisika ke depan, khususnya di lingkungan ITS.


"Selanjutnya saya ingin melaksanakan workshop pembelajaran jurusan kebumian yang di dalamnya mempertemukan ketua-ketua jurusan (kajur) bidang kebumian seluruh Indonesia," ucap Widya.


Widya menyampaikan bahwa dirinya berencana mengajukan usulan untuk mengadakan kegiatan semacam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang dikirimkan ke SEG.


"Jadi setelah kami mengirimkan proposal, SEG menilai lalu memberikan award berupa pendanaan bagi pengembangan proyek riset yang diusulkan. Sehingga tidak sekedar hasil riset di laboratorium yang dikirimkan begitu saja," jelasnya. 


Sumber :  detik.com
Sumber Gambar Featured: Dimas Prasaja / Liputan6.com

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG BAGUS RAMADHAN

Seorang copywriter dan penulis konten yang bermimpi mampu menebar inspirasi dan semangat lewat konten-konten berkualitas untuk kehidupan yang lebih baik. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Andrea Hirata

Berhenti bercita-cita adalah tragedi terbesar dalam hidup manusia.

— Andrea Hirata