Lupa Sandi?

Bekas Papan Jadi Frame Kacamata Bernilai Tinggi. Karya Anak Bangsa

Imama Lavi Insani
Imama Lavi Insani
0 Komentar
Bekas Papan Jadi Frame Kacamata Bernilai Tinggi. Karya Anak Bangsa

Kreativitas anak bangsa terus berkembang menangkap tiap peluang. Siapa yang menyangka bekas papan skateboard yang telah rusak dapat disulap oleh ketiga anak bangsa ini menjadi sebuah frame kacamata bernilai jutaan rupiah.

Seorang skater berdarah minang bernama Reynanto Akhmad Aditya adalah seorang dari punggawa startup ini. Bersama dua rekannya, Sofian Arjanggi dan Bonny Andrew(Andro), mereka membuat frame kacamata berbahan dasar papan skateboard yang telah rusak.

Ditto, sapaan akrabnya, tahu betul bahwa limbah skateboard selama ini tidak terdaur ulang.

"Kalau rusak, papannya nggak bisa dibenerin. Dibuang gitu aja. Kami melihat peluang itu," ujarnya.

Baca Juga

Saat itu kampanye go green dengan memilih produk ramah lingkungan sedang marak. Mereka tidak khawatir dianggap mengekor lantaran frame kacamata dari kayu berkembang sejak 1960-an.

"Cuma belum jadi tren karena dianggap gampang patah," ucapnya.

Mereka memilih nama Kabau Artshades sebagai nama startup yang mereka bangun. Kabau berakar dari nama Minang karena ketiganya kebetulan sama-sama berdarah Minang. Lalu Artshades berarti barang bernilai seni.

Modal awal yang mereka gunakan sangat minim hanya Rp 500.000 saja dan untuk kebutuhan perkakas kerja mereka meminjam dari Ayah Andro yang bekerja membuat kapal layar berbahan kayu dan meminta donasi papan skateboard yang telah rusak dari teman-temannya.

Dibutuhkan waktu 2,5 tahun untuk riset pembuatan kacamata agar dapat nyaman ketika digunakan.

Papan skateboard sendiri mereka gunakan sebagai bahan dasar karena beberapa pertimbangan. Pertama bahan papan skateboard yang berasal dari kayu maple yang dikenal ringan, kuat dan tidak mudah patah. Selain itu, motif papan skateboard berbeda-beda sehingga lebih unik.

"Karena tangguh untuk skateboard, begitu juga kalau dipakai untuk frame kacamata," kata Ditto.

Untuk motif dan warna frame karena berasal dari papan skateboard yang sudah unik, mereka tidak perlu repot memberikan warna. Tinggal memberikan lapisan pelindung supaya kacamata lebih tahan lama, termasuk saat kena keringat.

Kacamata hasil kerja mereka pun diperlihatkan kepada teman-temannya untuk mendapat masukan. Enam bingkai kacamata prototipe juga mereka unggah ke akun Facebook pada 2012. Sebuah brand papan surfing asal Australia akhirnya tertarik dan memborong enam bingkai tersebut. Momentum itu disebut Ditto dan kawan-kawannya sebagai pemicu semangat. Akhirnya, pada akhir 2013, mereka bertiga resmi memperkenalkan Kabau Artshades.

Selain bahan dasar yang tergolong unik cara mendapatkan bahan dasar tersebut pun juga tak kalah uniknya. Setiap lima papan yang mereka sumbangkan kepada Kabau Artshades penyumbang berhak mendapatkan satu frame kacamata gratis.

Hal tersebut memberikan dampak signifikan. Sejak 2013 tidak pernah kehabisan stok bahan dasar untuk produksi frame.

Alasan harus lima papan seluncur yang ditukar adalah tidak semua papan bisa dijadikan frame kacamata. ’’Dilihat kondisinya dulu. Kalau bagus, (satu papan) bisa jadi empat kacamata. Tapi, bisa juga hanya jadi satu atau malah nggak jadi sama sekali,’’ jelas dia.

Namun karena sekarang produk mereka makin dikenal dan laku pola barter telah mengalami perubahan.

Untuk rencana ke depan, Ditto berharap Kabau Artshades lebih berkembang. Mereka masih tetap memproduksi frame kacamata dari kayu, tetapi mulai mengombinasikan dengan bahan-bahan lain.

"Misalnya, dikombinasikan dengan bahan kulit," terang Ditto.

Saat ini tiga sekawan tersebut mulai berusaha membuat serta memasarkan frame kayu dan kulit. Tinggal menunggu respon pasar untuk meningkatkan produksi. Mereka juga berharap mampu melebarkan sayap produk dengan cara memanfaatkan kayu sisa potongan frame kacamata untuk diproduksi lagi menjadi produk yang layak jual.

"Misalnya, jadi aksesori seperti kalung sampai cincin," pungkasnya.

 

Thanks @evacelia for your humble support, hopefully we can work together in the near future #KABAU #ARTshades #handcrafted #upcycle #skateboard #wood #quote "YOU ARE WE"

Posted by KABAU on Thursday, 24 September 2015




Sumber : Jawa Pos 
Sumber Gambar Sampul : Pinterest  

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi100%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG IMAMA LAVI INSANI

Hidup sederhana yang penting bermanfaat :D

... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara