Lupa Sandi?

Berenang, Menyelam bersama Paus Raksasa di Gorontalo

Akhyari Hananto
Akhyari Hananto
0 Komentar
Berenang, Menyelam bersama Paus Raksasa di Gorontalo
Berenang, Menyelam bersama Paus Raksasa di Gorontalo

Beberapa hari lalu, warga Kecamatan Bone Pesisir, Kabupaten Bone Bolango dibuat heboh. Ini setelah kemunculan hiu paus di wilayah perairan Desa Botubarani, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango. Menariknya kehadiran Paus ini bukan hanya seekor saja, melainkan berjumlah 8 ekor, dengan panjang bervariasi antara 5-7 meter.

Keberadaan kawanan ikan yang memiliki bobot hingga 20 ton itu menjadi perhatian warga, lantaran lokasinya cukup dekat dengan bibir pantai. Hanya berjarak sekitar 50 meter. Sehingga dengan menggunakan perahu dayung ataupun perahu katinting, para warga dengan leluasa bisa menyaksikan kemunculan ikan hiu paus.

Hiu Paus Hadir di Pantai Gorontalo | hargo.co.id
Hiu Paus Hadir di Pantai Gorontalo | hargo.co.id

Apalagi ikan yang dalam bahasa Gorontalo disebut Munggiango Hulalo itu sangat jinak. Saking banyaknya yang ingin menyaksikan ikan hiu paus, para warga/pengunjung harus antre untuk menyewa perahu.

Bukan hanya warga lokal yang memadati bibir pantai Desa Botubarani. Warga dari kabupaten/kota lainnya, bahkan beberapa turis asing terlihat ikut antre perahu untuk menyaksikan langsung kemunculan hiu paus.

Baca Juga
Pengunjung yang ingin melihat hiu paus di Desa Botu Barani, Kecamatan Bone Pesisir, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo. Foto: Christopel Paino (Mongabay.co.id)
Pengunjung yang ingin melihat hiu paus di Desa Botu Barani, Kecamatan Bone Pesisir, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo. Foto: Christopel Paino (Mongabay.co.id)

Adapun biaya sewa perahu sebesar Rp 50 ribu per orang. Satu perahu dibatasi hingga 4 orang. Rudi Husain, salah seorang warga setempat berharap, pemerintah dan penggiat lingkungan serta warga bersepakat mengelola kawasan tersebut. Tujuannya agar pengunjung yang membeludak tidak berdampak negatif bagi keberadaan hiu paus.

“Sudah dua tahun terakhir terpantau. Kawanan hiu paus biasanya muncul saat nelayan setempat menyebar limbah udang ke laut. Limbah udang itu berasal dari sebuah pabrik pengolahan udang dan menghasilkan limbah berupa kepala dan kulit udang,”kata Rudi Husain.

Keberadaan hiu paus, tambah Rudi Husain menjadi momen bagi warga untuk berjualan, mengingat banyaknya pengunjung yang menyaksikan hiu tersebut.Sementara itu untuk menjaga keamanan lokasi dan keberadaan hiu paus, Polair Polda Gorontalo menurunkan personel di kawasan bibir pantai Desa Botubarani.

Direktur Polair Polda Gorontalo Kombes Pol Drs Edion mengatakan, langkah pengamanan itu dilakukan untuk menjaga jangan sampai hiu paus itu terganggu oleh aktifitas pengunjung dan nelayan setempat “Ada 7 anggota saya sudah stanby mengamankan lokasi munculnya hiu paus itu. Hal ini dilakukan agar keberadaan hius paus itu tetap terjaga dan lokasi itu menjadi tempat wisata,” kata Edion.

Hiu paus dinyatakan sebagai satwa dilindungi berdasarkan keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Nomor 18/Kepmen-KP/2013 tertanggal 20 Mei 2013.  Hiu paus memiliki karakter yang spesifik seperti berumur panjang, fekunditas rendah, jumlah anakan sedikit, lambat dalam mencapai matang kelamin, dan pertumbuhannya lambat, sehingga sekali terjadi over eksploitasi, sangat sulit populasinya untuk kembali pulih.

Jaga pausnya ya, jangan sampai dibuat tidak nyaman. 

Sumber: hargo.co.id | mongabay.co.id

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG AKHYARI HANANTO

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to unders ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
BJ. Habibie

Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya. Dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup.

— BJ. Habibie