5 Pelabuhan Baru di Kepulauan Maluku

  5 Pelabuhan Baru di Kepulauan Maluku

5 Pelabuhan Baru di Kepulauan Maluku

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Presiden Joko Widodo ( meresmikan lima pelabuhan di Maluku. Kelima pelabuhan tersebut adalah Pelabuhan Tobelo, Pelabuhan Galela, Pelabuhan Tutu Kembong, Pelabuhan Wonreli, dan Pelabuhan Pulau Teor. Pelabuhan Tutu Kembong, Pelabuhan Wonreli dan Pelabuhan Pulau Teor berlokasi di Provinsi Maluku, sementara Pelabuhan Tobelo dan Galela berlokasi di Provinsi Maluku Utara.

Presiden mengatakan peresmian lima pelabuhan tersebut merupakan upaya pemerintah untuk terus mendorong program tol laut yang sudah berjalan sejak 2015.

Tol laut yang merupakan program untuk menyediakan kapal berjadwal antar pulau, bertujuan untuk mengurangi tingginya disparitas harga antara di Indonesia Timur dengan Indonesia Barat.

"Pelabuhan-pelabuhan di pulau-pulau harus dikerjakan. Menteri tanya, duit dari mana? Itu urusan saya, ya, duit dicarikan," ujar Jokowi di Pelabuhan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, Rabu (6/4).

Pelabuhan Tutu Kembon merupakan pelabuhan non-komersial yang dibangun mulai tahun 2012 sampai dengan tahun 2015 dengan total pembiayaan Rp 157 miliar. Fasilitas yang dibangun adalah Dermaga seluas 70x8 M2, Trestle seluas 550x6 M2, dan Causeway seluas 310 x 6 M2. Pelabuhan Tutu Kembong memiliki kapasitas dermaga yang baru sebesar 1.000 DWT dengan kedalaman kolam di depan dermaga (Faceline) sebesar 5 mLWS.

Sedangkan fasilitas darat yang dibangun adalah terminal dan kantor seluas 250 M2, bangunan pos jaga 9 M2, dan rumah pompa dan genset 1 unit. Pelabuhan Tutu Kembong yang berada di Kabupaten Maluku Tenggara Barat merupakan pelabuhan pengumpan lokal yang berfungsi sebagai prasarana bongkar muat barang dan penumpang serta sebagai prasarana kapal perintis di Kabupaten Maluku Tenggara Barat.

Pelabuhan Wonreli mulai dibangun pada tahun 2010 dan selesai pada tahun 2015 dengan total biaya sebesar Rp 54,5 miliar. Fasilitas yang dibangun terdiri dari Dermaga seluas 120x8 M2, Trestle I seluas 68x6 M2, Trestle II seluas 68x6 M2, dan Causeway seluas 250x6 M2. Selain itu, area darat pelabuhan juga dikembangkan untuk lapangan penumpukan barang seluas 2.000 M2, kantor, terminal penumpang seluas 300 M2, pos jaga, genset, gudang, dan area parkir kendaraan.

Pelabuhan Wonreli memiliki kapasitas dermaga yang baru sebesar 1.000 DWT dengan kedalaman kolam di depan dermaga (Faceline) sebesar 6 mLWS. Pelabuhan Wonreli yang berada di Pulau Kisar, Kabupaten Maluku Barat Daya merupakan pelabuhan pengumpan lokal dan berfungsi sebagai prasarana dan sarana transportasi masyarakat Kab. Maluku Barat Daya.

Pelabuhan Pulau Teor dibangun sejak tahun 2010 sampai dengan tahun 2015 dengan biaya sebesar Rp. 42,6 miliar. Fasilitas yang dibangun terdiri dari Dermaga seluas 70x8 M2, Trestle seluas 50x6 M2, dan Reklamasi seluas 100x50 M2. Fasilitas darat yang juga dibangun adalah kantor, gudang dan terminal penumpang. Pelabuhan Pulau Teor yang terletak di Kabupaten Seram Bagian Timur ini memiliki kapasitas dermaga yang baru sebesar 1.000 DWT dengan kedalaman kolam di depan dermaga (Faceline) sebesar 5 mLWS.




Sumber : Berbagai sumber
Sumber Gambar Sampul :

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang78%
Pilih Tak PeduliTak Peduli11%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau11%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Amanat Sang Raja, Kontribusi Jogja, dan Berdirinya Republik Indonesia Sebelummnya

Amanat Sang Raja, Kontribusi Jogja, dan Berdirinya Republik Indonesia

Sejarah Hari Ini (15 Agustus 2009) - Karnaval Domba Laga Terbanyak di Garut Selanjutnya

Sejarah Hari Ini (15 Agustus 2009) - Karnaval Domba Laga Terbanyak di Garut

Renatha Agung Yoga Prasetya
@raysss

Renatha Agung Yoga Prasetya

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.