Lupa Sandi?
Java Jazz Single

Bandara-bandara di Indonesia yang Tumbuh Tinggi

Akhyari Hananto
Akhyari Hananto
0 Komentar
Bandara-bandara di Indonesia yang Tumbuh Tinggi
Bandara-bandara di Indonesia yang Tumbuh Tinggi

Kabar membahagiakan datang dari dunia penerbangan Indonesia. PT Angkasa Pura I, BUMN yang mengelola 13 bandara di Indonesia bagian tengah dan timur I mencatatkan pertumbuhan jumlah penumpang sebesar 21,7% di triwulan I/2016 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Jumlah penumpang di 13 bandara Angkasa Pura I di triwulan I/2016 ini mencapai angka 19,6 juta penumpang, sementara pada periode yang sama tahun lalu hanya 16,1 juta penumpang,” ujar Corporate Secretary Angkasa Pura I Farid Indra Nugraha.


Seluruh bandara di bawah kelolaan Angkasa Pura I mengalami kenaikan jumlah penumpang. Di peringkat I adalah Bandara Adi Soemarmo Solo mencatat pertumbuhan tertinggi, yaitu 50,3%, diikuti Bandara El Tari Kupang (45,7%), Bandara Internasional Lombok (43,6%), dan Bandara Sam Ratulangi Manado (26,3%).

Bandara Ngurah Rai, Bali
Bandara Ngurah Rai, Bali

Selain jumlah penumpang, jumlah pesawat yang dilayani oleh 13 bandara Angkasa Pura I juga mengalami peningkatan sebesar 12%. Jika triwulan I/2015 yang ada 161 ribu pergerakan, tahun ini tercatat 181 ribu pergerakan pesawat.
Banyak faktor penyebab pertumbuhan ini.

Selain kondisi perekonomian yang kian membaik, juga karena beberapa program investasi yang dicanangkan Angkasa Pura I mulai menampakkan hasilnya. “Selain itu, penambahan rute-rute baru termasuk penerbangan umroh dari beberapa maskapai juga memberikan dampak cukup signifikan,” Farid menambahkan.

Baca Juga


Sejak Desember 2015 hingga April 2016, tercatat 12 penambahan rute baru, termasuk diantaranya penerbangan umroh Lion Air direct Banjarmasin-Jeddah-Madinah. 3 Mei 2016 mendatang, Garuda Indonesia juga akan membuka rute penerbangan umroh Solo-Jeddah.


“Penambahan frekuensi penerbangan dari maskapai penerbangan juga cukup agresif di awal tahun ini. Setidaknya ada empat penambahan frekuensi dari dan ke bandara-bandara Angkasa Pura I,” kata Farid. Penambahan frekuensi itu antara lain Lion Air Balikpapan-Makasar, Lion Air Manado-Makasar, Lion Air Bandung-Surabaya, dan Sriwijaya Air Surabaya-Berau,” ungkapnya.


Salah satu strategi Angkasa Pura I mengejar peningkatan pertumbuhan penumpang dan rute-rute baru adalah dengan menyelenggarakan Collaborative Destination Development (CDD), sebuah focus group discussion yang mempertemukan airport operator, airline, travel agent, hingga pemerintah daerah, untuk bersama-sama mendorong pertumbuhan pariwisata yang diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan pergerakan penumpang yang datang dan pergi dari bandara-bandara Angkasa Pura I.


“Sejak akhir tahun lalu hingga Januari 2016, CDD telah digelar di empat kota, yakni Manado, Solo, Lombok, dan Kupang. Hasilnya luar biasa! Dibuktikan dengan pertumbuhan trafik tertinggi dipegang oleh empat bandara tuan rumah CDD,” jelas Farid. Secara berkelanjutan, tambah Farid, Angkasa Pura I juga akan membuka peluang-peluang kerjasama untuk membuka rute-rute baru. “Karena saat ini pertumbuhan ekonomi semakin bergerak ke arah timur Indonesia, sehingga demand untuk point to point flight ke seluruh nusantara diperkirakan akan semakin besar,” katanya

(Angkasa Pura I)

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG AKHYARI HANANTO

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to unders ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara