Kebudayaan di Indonesia memang memikat hati. Pada tahun ini, salah satu instrumen langka khas Sulawesi Tengah akan ditampilkan di Australia pada September mendatang.

Lalove adalah instrumen musik tradisional dari Sulawesi Tengah yang terbuat dari bambu menyerupai suling bambu yang dipercaya memiliki daya magis.

Dikutip dari MetroSulawesi.com, Maestro Lalove Sirmansyah menuturkan bahwa Lalove adalah alat tiup tradisional etnis Kaili yang sangat sakral untuk kegiatan keadatan dan ritual dalam suku kaili yang terbuat dari seruas bambu pilihan (volovulu).

Alat musik tiup ini sudah ada sejak peradaban pra-sejarah suku Kaili  yang mengambil bunyi dasar pentatonic tune (5 tangga nada mayor). Cara tiup lalove itu sendiri yaitu dengan teknik circular breathing (pernafasan sirkuler), dengan demikian Lalove bisa di tiup selama 10-60 menit tanpa putus.

Seorang blogger kebudayaan, Dede Mahmud juga tertarik pada kesakralan alat musik Lalove ini.

"Pada mulanya alat musik Lalove ini tidak sembarangan boleh ditiup karena bagi sebagian orang yang sering kerasukan roh akan spontan kerasukan jika mendengar suara alat musik ini. Lalove berfungsi sebagai salah satu alat pengiring Tarian Tradisional Balia, yang merupakan ritual penyembuhan pada suku Kaili di Sulawesi Tengah," tulis Dede Mahmud dalam situsnya TradisiKita.my.id.

Saat ini, belum banyak masyarakat yang paham memainkan instrumen Lalove. Om Seri, sapaan akrab Sirmansyah menceritakan alasannya untuk membuat Lalove. Pada waktu itu lingkungan keadatan dan ritual masih begitu kental di lingkungan keluarganya, secara otomatis mengalir didalam dirinya untuk membuat serta memainkan Lalove.

“Dalam keluarga, hanya saya sendiri yang bisa memainkan Lalove pada waktu itu, karena itulah saya merasa terpanggil untuk memainkan Lalove,” tuturnya.

Di bulan September mendatang, instrumen Lalove akan ditampilkan di Australia dalam rangkaian acara pertukaran pemuda yang digagas oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga. Dikutip dari Antara, instrumen ini akan didemonstrasikan langsung oleh Fadilah Muhsen Alkhatiri, delegasi Indonesia dari Sulawesi Tengah di ajang pertukaran pemuda tersebut.


*Diolah dari berbagai sumber

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu