Indonesia Berada di Peringkat Ke 3 Sebagai Negara Optimis di Dunia

Indonesia Berada di Peringkat Ke 3 Sebagai Negara Optimis di Dunia
info gambar utama

Indonesia kembali menempati posisi 3 teratas di seluruh dunia soal Keyakinan Konsumen Global di akhir tahun 2015 lalu, bersama dua negara Asia lainnya yaitu India dan Filipina yang masing-masing menempati posisi pertama dan kedua.

Berdasarkan rilis yang didapatkan Nielsen Global Survey of Consumer Confidence and Spending Intentions pada Kamis (11/06/2015), menunjukkan bahwa hampir seluruh wilayah di dunia mengakhiri tahun 2015 dengan tingkat keyakinan yang menurun dibandingkan dengan saat awal tahun.

Di wilayah Amerika Utara dan Timur Tengah / Afrika, Indeks keyakinan konsumen menurun 6 poin masing-masing ke angka 100 dan 90. Lalu di Amerika Latin juga turun 3 poin ke angka 83.

Hanya di Eropa yang masih menunjukkan peningkatan dengan indeks 81, meningkat 6 poin dibandingkan dengan kuartal pertama di tahun 2015.

Sementara itu, di wilayah Asia Pasifik tidak berubah, masih tetap di angka 107 di kuartal pertama dan kuartal keempat.

Beberapa negara Asia Pasifik sendiri masuk ke dalam 10 negara teroptimis di dunia. Di peringkat tertinggi, dengan dengan skor 131pp ditempati oleh India. Di peringkat selanjutnya, Filipina bertahan dengan skor 117pp.

Indonesia sendiri berada di angka 115, turun 1 pp dari kuartal sebelumnya soal Tingkat Kepercayaan Konsumen. Angka tersebut membawa Indonesia menjadi 3 teratas negara yang paling optimis di dunia, lalu disusul Thailand dengan skor 114 berada di posisi keempat di dunia. Vietnam dan Cina sendiri berada di urutan ke-6 dan ke-8 secara global, dengan peningkatan di skor 108 dan 107 dari kuartal sebelumnya. (Coba Lihat Grafik 1)

Caption (Sumber Gambar)

Lebih dari 55% responden di seluruh dunia percaya bahwa mereka masih berada dalam situasi resesi di kuartal keempat 2015 ini. Angka tersebut, sedikit meningkat sebesar 2% di awal tahun.

Di Indonesia, pada kuartal keempat, sekitar 69% responden percaya bahwa ekonomi negara sedang dalam resesi, berkurang 4% dari kuartal sebelumnya. Dalam kuartal ini juga, sebanyak 43% konsumen di Indonesia percaya bahwa masa resesi akan berakhir dalam satu tahun ke depan, dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang sebesar 37%.

Para konsumen Indonesia sendiri juga masih optimis mengenai prospek lapangan kerja akan naik dalam 12 bulan ke depan, dari 64% menjadi 68% dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Selain itu, mereka juga optimis akan kondisi keuangan pribadi yang meningkat dari 64% menjadi 66%. Sementara itu, optimisme mengenai keinginan atau niat untuk berbelanja dalam 12 bulan ke depan menurun dari 49% menjadi 45%.

Pada kuartal keempat ini, yang menjadi kekhawatiran utama konsumen Indonesia adalah Keadaan Ekonomi, Keseimbangan antara Hidup dan Pekerjaan, Kesejahteraan dan Kesehatan Orang Tua serta Kesehatan. Namun angkanya sendiri masih relatif stabil, bila dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

Dalam kuatal ini juga, Keadaan Ekonomi menunjukkan sedikit penurunan sebesar 4%, dari 46% menjadi 42%. Untuk Keseimbangan Antara Hidup dan Pekerjaan serta Kesejahteraan dan Kesehatan Orang Tua masih sama masing-masing di angka 17% dan 15%. Sedangkan untuk Kesehatan mengalami penurunan sebesar 2% dari 15% menjadi 13%. Kekhawatiran akan Kriminalitas, dalam kuartal ini tidak lagi muncul, tergantikan oleh adanya kekhawatiran akan Pemanasan Global yang masuk menjadi 5 kekhawatiran utama konsumen Indonesia. (Coba Lihat Grafik 2)


Sumber : www.Nielson.com
Sumber Gambar Sampul : economictimes.indiatimes.com

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

ES
RG
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini