Lupa Sandi?
Java Jazz Single

Gendhang Sahur dan Ela-Ela, Tradisi Asal Ternate di Bulan Ramadan

Imama Lavi Insani
Imama Lavi Insani
0 Komentar
Gendhang Sahur dan Ela-Ela, Tradisi Asal Ternate di Bulan Ramadan
Gendhang Sahur dan Ela-Ela, Tradisi Asal Ternate di Bulan Ramadan

Di beberapa daerah di Indonesia ada beberapa tradisi untuk membangunkan masyarakat ketika sahur seperti Ngarak Bedug di Jakarta, Percalan di Salatiga, Begarakan Sahur di Kalimantan Selatan, dan masih banyak lagi.

Sedangkan di Ternate ada salah satu tradisi serupa bernama Gendhang Sahur. Tradisi tersebut kemudian dijadikan sebagai festival untuk menyemarakkan bulan Ramadhan di tanah yang terkenal dengan pala dan cengkehnya ini.

Festival Gendang Sahur diangkat dari tradisi membangunkan masyarakat untuk sahur dengan menggunakan alat musik tradisional seperti rebana sambil menyanyikan lagu-lagu bernuansa Islam, baik menggunakan bahasa daerah maupun bahasa Indonesia.

Menurut Sutopo Abdullah, Kabag Humas dan Protokoler Pemkot Ternate, Festival Gendang Sahur yang telah menjadi kegiatan tahunan Pemkot Ternate tersebut diharapkan menjadi salah satu tujuan wisata religi di daerah ini, paling tidak bagi wisatawan yang secara kebetulan berkunjung di Maluku Utara.

Baca Juga

Kegiatan lainnya yang juga akan digelar Pemkot Ternate untuk melestarikan tradisi Islam di daerah ini adalah lomba ela-ela atau tradisi menyambut malam turunnya Lailatul Qadar dengan melibatkan seluruh kelurahan yang ada di Pulau Ternate.

Kegiatan di lomba ela-ela tersebut adalah pembakaran obor yang dalam bahasa daerah Ternate disebut ela-ela oleh wakil dari Kesultanan Ternate dan Pemkot Ternate yang kemudian diikuti seluruh masyarakat, baik yang ada di lingkungan Kedaton Kesultanan maupun di seluruh wilayah Ternate.

Seluruh warga di Ternate memasang obor di halaman rumah sampai pagi, ada pula warga yang sekaligus membakar damar sehingga hampir seluruh wilayah Ternate tercium aroma harum bau damar, yang umumnya merupakan damar kualitas terbaik dari wilayah Halmahera.

"Masyarakat Ternate membakar obor dan damar pada malam 27 Ramadhan itu karena sesuai keyakinan yang diwariskan sejak ratusan tahun silam, pada malam itu para malaikat turun dari langit dan untuk itu masyarakat menyambutnya dengan cara menerangi kampung menggunakan obor dan mengharumkannya menggunakan damar," kata Anas Conoras, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Ternate.

Menarik bukan, kalau di daerahmu adakah tradisi khusus selama di Bulan Ramadhan?


Sumber :  www.republika.co.id  mimbarislam.com 
Sumber Gambar Sampul : www.trenmuslim.web.id 

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG IMAMA LAVI INSANI

Hidup sederhana yang penting bermanfaat :D

... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara