'Perang-perangan' Ala Kabupaten Pidie di Musim Lebaran

'Perang-perangan' Ala Kabupaten Pidie di Musim Lebaran

'Perang-perangan' Ala Kabupaten Pidie di Musim Lebaran

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠. Rekomendasi lain dari WHO

Di Kawasan Garot, Kabupaten Pidie, Aceh ada tradisi yang sudah turun-temurun dilakukan oleh masyarakat setempat. Namanya Teut Beude Tring, alias menyalakan meriam bambu. Inilah 'perang-perangan' ala Kabupaten Pidie.

Lebaran telah tiba. Suara takbir trus menggema di berbagai desa. Para perantau pun pulang mudik ke kampung halaman menikmati Hari Raya bersama keluarga tercinta. Begitupun saya, yang kembali menginjak kampung halaman di Kabupaten Pidie, Aceh.

Kampung saya sangat hijau dengan bentangan sawah yang luas. Air sungainya mengalir bersih, perkebunannya pun subur. Namun kali ini saya punya cerita baru, tentang tradisi perang-perangan ala Pidie.

Pada malam kedua Hari Raya, para anak muda dan dewasa memeriahkan malam dengan tradisi 'Teut Beude Tring'. Artinya adalah bermain dengan meriam bambu. Di kampung saya, tradisi ini sudah turun-temurun dari zaman Belanda dulu.

Seiring kemajuan zaman, banyak perubahan yang terjadi pada meriam bambu ini. Kini sudah ada yang menggunakan meriam drum, bahkan petasan atau kembang api.

Anak-anak menghibur didi menggunakan meriam bambu yang dibentuk persis aslinya. Dalamnya diisi minyak sebagai pemicu ledakan. Sementara para pemuda menggunakan drum yang sudah dimodifikasi, diisi dengan karbit sebagai bahan ledaknya.

Meriam Pidie siap beraksi | detik travel
Meriam Pidie siap beraksi | detik travel

Tak kalah meriah, warga juga melepaskan kembang api. Serunya tak kalah dengan tahun baru, warna-warni api meliuk di angkasa Kabupaten Pidie. Tak heran banyak warga yang berkunjung dari kampung-kampung sekitar. Suara dentuman meriam bahkan terdengar sampai jarak 10 Km.

Anak-anak bersiap di lahan peledakan | detik travel
Anak-anak bersiap di lahan peledakan | detik travel

Alhasil, tak sedikit warga yang memiliki gangguan jantung harus 'diungsikan' terlebih dahulu agar tidak terkena dampak suara meriam tersebut. Konon, 'Teut Beude Tring' ini juga merupakan ajang mencari jodoh. Banyak pasangan yang menemukan pasangan jiwa di lokasi ini.

Zulfan Ariansyah - Detik travel

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Hindari menyentuh wajah
  6. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Siapa Sangka, Setengah Boneka Dunia ini Made In Indonesia Sebelummnya

Siapa Sangka, Setengah Boneka Dunia ini Made In Indonesia

Menyaksikan Cara Seniman Memberi HIburan Saat Sedang #dirumahaja Selanjutnya

Menyaksikan Cara Seniman Memberi HIburan Saat Sedang #dirumahaja

Akhyari Hananto

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.