Thailand Siap 'Abadikan' Anggun

Thailand Siap 'Abadikan' Anggun

Thailand Siap 'Abadikan' Anggun

Indonesia patut berbangga. Bertambah lagi tokoh terkenal dibuat patut lilinnya di Museum Madame Tussauds. Setelah patung lilin Presiden pertama RI Soekarno, berikutnya giliran penyanyi Anggun Cipta Sasmi.

Selama ini, Museum Madame Tussauds dikenal selektif memiliki tokoh yang dibuat patung lilin. Hanya tokoh dengan popularitas atau prestasi gemilang saja yang bisa diabadikan. Kebanyakan tokoh Barat, dari selebriti, presiden sampai atlet.

Sementara itu, tokoh Asia yang dibuat patung lilin, antara lain Andy Lau, Bruce Lee, Jackie Chan, Lee Kuan Yew, Mahatma Gandhi, Yao Ming, Ayumi Hamasaki, Jay Chou, Aishwarya Rai, Shahrukh Khan, Hritik Roshan, dan Amitabh Bachchan.

Patung lilin Soekarno dipajang di Museum Madame Tussauds di Hong Kong dan Bangkok, Thailand. Nantinya patung lilin Anggun pun bakal menghiasi museum yang sama di Bangkok. Hal ini dibeberkan sendiri oleh Anggun via akun media sosial.

“Saya tak percaya, saya akan diabadikan. Saya tak sabar melihat tubuh saya di Madame Tussauds Bangkok," tulis Anggun via akun Facebook. Selain itu, ia juga mengunggah video yang memperlihatkan proses pembuatan patung lilinnya.

Tampak di video tersebut, sang musisi berusia 42 tahun diukur oleh seniman Museum Madame Tussauds dengan sangat teliti. Mereka juga mencocokkan bentuk bola mata, warna kulit, dan postur tubuh Anggun dengan sampel yang ada.



Video tersebut menyertakan wawancara singkat dengan Anggun. Sang pelantun Mimpimengaku, awalnya tak mengetahui bila diminta untuk diabadikan dalam bentuk patung lilin ukuran asli. Ia mengira hanya akan dibuat action figure ukuran kecil.

"Saya sangat tersanjung dan terkejut. Saya merasa seperti Marilyn Monroe. Madame Tussauds mengingat saya pada Monroe dengan dress putih," kata Anggun semringah di video tersebut. Tak lupa, ia mengucapkan terima kasih kepada para penggemar.

Anggun merasa terhormat dan tersanjung atas dukungan penggemarnya. “Sebentar lagi, saya akan memiliki patung tubuh saya," katanya. "Kalian bisa mengunjungi saya kapan saja di Bangkok. Jangan sentuh bagian yang tidak seharusnya kalian sentuh.”

(CNN Indonesia)

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau100%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Generasi EMAS (Einstein Dari Masjid): Tumbuhkan Keterampilan Berpikir Ilmiah, Cetak Calon Ilmuwan Masa Depan Sebelummnya

Generasi EMAS (Einstein Dari Masjid): Tumbuhkan Keterampilan Berpikir Ilmiah, Cetak Calon Ilmuwan Masa Depan

Good Talk Jakarta vol. 3: Berkontribusi untuk Turunkan Suhu Bumi Selanjutnya

Good Talk Jakarta vol. 3: Berkontribusi untuk Turunkan Suhu Bumi

Akhyari Hananto
@akhyari

Akhyari Hananto

http://www.goodnewsfromindonesia.org

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to understand it. My banking career continued in Yogyakarta when I joined in a program funded by the Asian Development Bank (ADB),as the coordinator for a program aimed to help improve the quality of learning and teaching process in private universities in Yogyakarta. When the earthquake stroke Yogyakarta, I chose to join an international NGO working in the area of ?disaster response and management, which allows me to help rebuild the city, as well as other disaster-stricken area in Indonesia. I went on to become the coordinator for emergency response in the Asia Pacific region. Then I was assigned for 1 year in Cambodia, as a country coordinator mostly to deliver developmental programs (water and sanitation, education, livelihood). In 2009, he continued his career as a protocol and HR officer at the U.S. Consulate General in Surabaya, and two years later I joined the Political and Economic Section until now, where i have to deal with extensive range of people and government officials, as well as private and government institution troughout eastern Indonesia. I am the founder and Editor-in-Chief in Good News From Indonesia (GNFI), a growing and influential social media movement, and was selected as one of The Most Influential Netizen 2011 by The Marketeers magazine. I also wrote a book on "Fundamentals of Disaster Management in 2007"?, "Good News From Indonesia : Beragam Prestasi Anak Bangsa di dunia"? which was luanched in August 2013, and "Indonesia Bersyukur"? which is launched in Sept 2013. In 2014, 3 books were released in which i was one of the writer; "Indonesia Pelangi Dunia"?, "Indonesia The Untold Stories"? and "Growing! Meretas Jalan Kejayaan" I give lectures to students in lectures nationwide, sharing on full range of issues, from economy, to diplomacy

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.