Dua Siswa SMK di Rembang Buat Kreasi Canting Elektrik

Dua Siswa SMK di Rembang Buat Kreasi Canting Elektrik
info gambar utama

Terinspirasi dari banyaknya murid yang kesulitan menggunakan canting, Ahmad Jamalul dan Fachrudin pun membuat kreasi canting elektrik yang diberi nama Jadiin. Siswa jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) SMK Umar Fatah Rembang ini membuat canting elektrik hanya dalam waktu sehari.

‘’Saya mengamati membatik itu sangat ribet. Karena harus mengunakan kompor untuk mencairkan malam dan mata canting sering mampet ketika malam membeku,’’kata Ahmad. Dia bersama Fachrudin kemudian berusaha mencari informasi tentang kemungkinan penggunaan canting dengan menggunakan listrik.

Bentuknya mirip seperti canting biasa, hanya saja terdapat kabel yang dihubungkan pada adaptor di bagian bawah tempat malam. Adaptor berfungsi mengatur suhu panas, setelah arus listrk mengalir dan canting menjadi panas, malam dapat dilelehkan dalam canting.

Ahmad sendiri bercerita, meski sudah ada canting elektrik yang diproduksi secara massal, namun menurutnya canting elektrik tersebut tidak menyerupai canting tradisional dan harganya sangat mahal, sekitar Rp 200ribu. Canting kreasinya ini pun dibuat sesederhana mungkin agar mudah digunakan.

‘’Arus yang digunakan sangat kecil sehingga tidak berisiko nyetrum,’’ tambah Fachrudin. Canting elektrik buatannya juga tidak membutuhkan untuk mencairkan malam dengan kompor. Malam padat cukup dimasukkan ke dalam lubang canting.

Canting ini dipamerkan dalam ajang Rembang Expo 2016 di Balai Kartini Rembang dan menyedot perhatian pengunjung. Para pengunjung pun dapat mencoba membatik menggunakan canting Jadiin tersebut. Beberapa pengunjung menilai canting ini dirasa lebih mudah digunakan.

“Lebih mudah dan lebih efektif karena hemat bahan bakar,” ujar Nur Indah Lestari, salah seorang pengunjung yang hadir di stand Jadiin, Rembang Expo 2016.

Meski dinilai akan sangat membantu para pengrajin batik, canting ini masih perlu penyempurnaan, terutama pada bagian adaptor yang perlu ditata supaya pembatik dapat mengukur suhu batik yang diperlukan.

Canting elektrik ini mendapatkan dukungan dari Wakil Bupati Bayu Andriyanto dam menyarankan pihak sekolah agar segera mematenkannya dan memasarkan produk ini secara luas. Sementara itu, pihak sekolah sendiri telah berencana mematenkannya dan diproduksi untuk kepentingan pembelajaran apabila penyempurnaannya telah selesai.



Sumber : viva.co.id
Sumber Gambar Sampul : viva.co.id

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini