Lupa Sandi?
Java Jazz Single

Indonesia Adalah Gerakan

Christian Urbanus
Christian Urbanus
0 Komentar
Indonesia Adalah Gerakan
Indonesia Adalah Gerakan

“Alam adalah gerakan. Diam adalah mati. Tanpa gerakan, tidak ada kedukaan, tidak ada kegembiraan, tidak ada emosi. Cita rasa kita terhadap keindahan tidak akan terpuaskan dengan sekali memandang sesuatu yang indah, tapi memerlukan serentetan pandangan yang terus menerus untuk menyaksikan gerakan dari keindahan itu”

(Max Havelaar, 1860 A.D)

Apa yang membuat bangsa ini unik? Sesuatu yang jadi milik khas Republik ini?

                Bagiku, itu adalah gerakan. KEHIDUPAN.

Baca Juga

         Bangsa ini dimulai dari sebuah gerakan para pemuda untuk bangkit terhadap sebuah penjajahan yang merebut kemanusiaan kita. Mereka datang dari ribuan pulau dengan membawa sebuah cita-cita. Bangsa ini bergerak melewati hitam dan putih, api dan air, serta nafas dan perhentian. Kita masih bergerak, karena kita memilih untuk hidup. Tidak mudah, namun kita melewatinya.

         Gerakan itu ada di jiwa para birokrat generasi baru yang mendobrak kemapanan dan menghadirkan perubahan. Tri Rismaharini, membawa Surabaya yang sebelumnya gersang layaknya hutan beton, menjadi kota asri penuh taman hijau dan karya seni. Taman Bungkul di Surabaya meraih “The 2013 Asian Townscape Award” dari PBB untuk kategori Taman Terbaik se-Asia(1).

Arek Suroboyo paling demen nongkrong di taman yang satu ini
Arek Suroboyo paling demen nongkrong di taman yang satu ini

         Gerakan itu ada di jiwa para periset yang terus berinovasi membangun desa dalam segala tantangan dan keterbatasan. Bpk. Eddy Permadi, seorang dosen yang membuat turbin PLTA skala mikro. Para ahli dari Swiss tak bisa menjawab bagaimana membuat turbin untuk air terjun dengan ketinggian di bawah 10 meter. Pak Eddy Permadi, tidak menyerah. Ia mencoba, mencoba, dan mencoba lagi. Ia gagal namun selalu bangkit. Kini pemerintah Malaysia dan Swiss pun menggunakan turbin buatannya (2)

      Gerakan itu ada di hutan, sungai, laut, lembah, dan goa-goa kita. Kekayaan hayati termasuk yang tertinggi di dunia. Tanaman-tanaman dalam hutan hujan kita, hanya bisa disaingi kekayaannya oleh hutan Amazon. Dalam hanya 1 persen area daratan kita berupa hutan hujan, ada 10% dari seluruh tanaman di dunia, 12% dari seluruh mamalia, dan 17% dari seluruh spesies burung yang dikenal manusia (3). Siapa yang tidak jatuh cinta dengan alam secantik ini?

Taman Nasional Baluran yang keren abis!!
Taman Nasional Baluran yang keren abis!!
Perahu nelayan di desa kebangsaan Wonorejo
Perahu nelayan di desa kebangsaan Wonorejo

 

          Gerakan itu ada di para prajurit TNI yang berhasil meraih juara umum dalam lomba menembak tahunan tingkat internasional sebanyak SEMBILAN kali (sembilan tahun) berturut-turut!!! (4) Mereka berhasil mengalahkan kontingen dari negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Inggris yang anggaran militernya jauh lebih besar dari Indonesia. Yang lebih membanggakan, senjata yang mereka gunakan pun hasil karya PT PINDAD, industri strategis dalam negeri.

Penjaga Negeri
Penjaga Negeri

        Gerakan itu ada di dapur bersama keringat ibu-ibu yang mengulek bumbu rendang, papeda kuah, kari kambing, gudeg, arsik ikan mas, rawon, ayam betutu, tinorangsa, dan banyak lagi. Kau tahu kan mengapa bangsa-bangsa barat itu berebut ke sini sejak ratusan tahun lalu? Karena mereka ingin rempah-rempah kita!! Mungkin mereka iri pada lezatnya kari kambing, sambal, dan nasi hangat mengepul yang kita masak. Dan jangan lupakan tempe, makanan asli Indonesia ciptaan nenek moyang yang kaya nutrisi dan lezat! (5)

Rendang, tempe, sambal hijau, sayur daun ketela. Jadi lapar......
Rendang, tempe, sambal hijau, sayur daun ketela. Jadi lapar......

 

        Masih banyak lagi yang ingin kuceritakan, tapi aku berhenti dan bertanya kepada diriku. “Apakah yang aku pilih hari ini? Bergerak, atau diam?” Gerakan-gerakan yang aku tuliskan tidaklah hanya untuk dikagumi, melainkan untuk dihidupi secara pribadi.

Mbah ini pun berjuang lho :)
Mbah ini pun berjuang lho :)

 

        Indonesia kita adalah sebuah gerakan yang hidup. Gerakan ratusan juta manusia pemberani yang memilih untuk tidak menyerah dan tetap bersatu. SETIAP HARI. Bisa melihat gerakan ini adalah sebuah keindahan. Masihkah kita bergerak untuk cita-cita yang sama ketika bangsa ini didirikan?

Indonesia kita memang tidak sempurna, tetapi ia sangat layak diperjuangkan.

Daftar Bacaan:

  1. Heryanto, G.G. dan Rosyidin, I. 2015. 10 Tokoh Transformatif Indonesia. Jakarta: Penerbit Erlangga
  2. Kasali, R. 2012. Cracking Entrepreneurs. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
  3. Diambil dari ran.org. Indonesia’s Rainforest: Biodiversity and Endangered Species. Diakses pada 31 Juli 2016 pukul 10.58
  4. Diambil dari kompas.com. 9 Kali Berturut-turut, TNI AD Sabet Juara Umum Lomba Tembak di Australia. Diakses pada 31 Juli 2016 pukul 11.06
  5. Astuti, M., Meliala, A., Dalais, F.S., and Wahlqvist, M.L. 2000. Tempe, a nutritious and healthy food from Indonesia. Asia Pacifiic Journal of Cilinical Nutrition vol 9, p. 322-325I.


Sumber Gambar Sampul :Koleksi Pribadi

Gambar Kopassus: Wikipedia lisensi publik

Gambar Taman Bungkul: Wikipedia lisensi dokumentasi bebas GNU

Menulis Kabar Baik #2
Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG CHRISTIAN URBANUS

Penulis, peneliti, dan pendidik yang jatuh cinta pada alam dan Insinyur agungnya ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
BJ. Habibie

Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya. Dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup.

— BJ. Habibie