Menanam Kemerdekaan, Merayakan Kemedekaan dengan Menanam Pangan

Menanam Kemerdekaan, Merayakan Kemedekaan dengan Menanam Pangan
info gambar utama

Indonesia negara agraris yang telah merdeka lebih dari 70 tahun. Namun, negeri subur ini masih menggantungkan kebutuhan isi perutnya dari negara lain. Tercatat pada tahun 2014 impor beras 375 ribu ton, kedelai 3,3 juta ton, gula 65 ribu ton dan gandum mencapai 2,5 juta ton. (Kementrian Pertanian, 2014).

Bahkan negeri yang memiliki 54.716 km garis pantai ini (terpanjang kedua didunia) mengimpor lebih dari 2,2 juta ton garam pertahunnya. (KKP, 2014).Haruskah kita menjadi bangsa terpuruk karena tak mampu mandiri pangan di negeri yang subur?

Taukah kamu jika Indonesia juga produsen ketiga terbesar untuk komoditas kakao dan kopi. Bahkan Indonesia merupakan produsen no.1 untuk komoditas pala. (Kementrian Pertanian, 2015).

Memaknai kemerdekaan Indonesia yang ke 71, beberapa komunitas di Yogyakarta menyikapinya dengan aksi damai di beberapa titik strategis seperti di Tugu Yogyakarta.

Indmira, IAAS LC UGM serta BEM KM UGM menggelar acara adopsi bibit dibeberapa titik strategis di Yogyakarta dan diskusi "Menanam Kemerdekaan" Strategi Kemandirian Pangan Bangsa.

Hal ini dilakukan sebagai bentuk keprihatinan pada tergantungnya Indonesia pada pangan impor. Aksi damai ini ingin mengajak seluruh masyarakat terlibat dalam kemandirian pangan, dimulai dari hal sederhana mengadopsi bibit, menanam sumber makanan sendiri.


Masih tidak bangga dengan Indonesia?
Yakinlah kita mampu jika bersatu membangun pertanian Indonesia

Mari menanam kemerdekaan!!


Sumber :

[Kementrian Pertanian, 2015]

[KKP, 2014]
Sumber Gambar Sampul : Indmira & IAAS

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini