Lupa Sandi?

Inventor Muda Indonesia Berkesempatan Kunjung Ke Produsen Komponen Otomotif Terbesar Dunia

Bagus Ramadhan
Bagus Ramadhan
0 Komentar
Inventor Muda Indonesia Berkesempatan Kunjung Ke Produsen Komponen Otomotif Terbesar Dunia

Inventor asal Indonesia dianggap memiliki peran yang penting dalam memajukan budaya inovasi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Tanah Air. Seperti tiga Inventor Muda asal Indonesia yang akan memperebutkan satu kesempatan berharga untuk bisa berkunjung ke kantor pusat perusahaan produsen komponen otomotif terbesar di dunia, Bosch. 

Tiga inventor muda tersebut adalah Raafi Jaya Sutrisna dan Suprihatin asal Pati yang berhasil menciptakan bahan baku pesawat menggunakan komposit kulit singkong dan pelepah pohon pisang; Kristiawan Manik dan Ricky Natahaniel Joevan asal Surabaya yang membuat inovasi helm anti-kantuk; Aan Aria Nanda dan Feriawan Tan asal Tarakan yang merancang Detektor Kemurnian Udara "D'box CC". Ketiganya adalah inventor yang terpilih untuk mendapatkan kesempatan memperoleh bimbingan di pusat riset dan pengembangan Bosch yang berada di Gerlingen, Jerman.

Dr. Ralf von Baer, Managing Director Bosch di Indonesia mengungkapkan dalam Konferensi Pers bertajuk "Bosch Dukung Para Inventor Muda Ciptakan Sebuah Perubahan" yang berlangsung 19 Agustus 2016 yang lalu bahwa pihaknya terkesan dengan para inventor Indonesia tersebut. Dirinya juga menjelaskan bahwa inovasi merupakan sesuatu yang penting dalam mengubah kualitas hidup masyarakat menjadi lebih baik. Itu mengapa Bosch Indonesia mendukung ketiga anak bangsa itu untuk mendapat pembinaan dan satu dari mereka akan mendapat kesempatan berkunjung ke Jerman di tahun 2017 mendatang.

"Motivasi mereka selaras dengan nilai perusahaan kami, yaitu untuk menciptakan produk yang memicu antusiasme serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat," jelas von Baer.

Baca Juga

Raafi Jaya Sutrisna, anak muda alumnus SMA PGRI II Kayen yang kini menjadi mahasiswa baru di Universitas Diponegoro Semarang mengungkapkan bahwa dirinya sangat menghargai dukungan yang diberikan oleh Bosch.

"Kesempatan untuk mengunjungi bisnis Bosch di indonesia telah memperkaya wawasan kami, khususnya terkait bagaimana perusahaan global seperti Bosch berkontribusi untuk meningkatkan kehidupan masyarakat melalui berbagai inovasi yang dihadirkan," jelasnya.

Keenam anak muda tersebut bukanlah anak muda biasa. Mereka adalah anak muda dengan ide brilian yang berhasil mendapatkan penghargaan di berbagai ajang. Sebut saja, Raafi Jaya Sutrisna dan Suprihatin yang merupakan alumni dan siswa SMA PGRI II Kayen, Kabupaten Pati berhasil mendapatkan medali emas dalam Internasional Young Inventos Project Olympiad (IYIPO) untuk kategori fisika pada 24 April 2016 di Georgia.

Raafi Jaya Sutrisna dan Suprihatin menunjukkan komposit karbon dari kulit singkong (Foto: Bagus DR/GNFI)
Raafi Jaya Sutrisna dan Suprihatin menunjukkan komposit karbon dari kulit singkong (Foto: Bagus DR/GNFI)

Kemudian Kristiawan Manik dan Ricky Natahaniel Joevan yang merupakan alumni dari Universitas Surabaya (UBAYA) yang mendapat medali emas untuk kategori invention dalam ajang Innovation & Design Competition (IIID) tahun 2014 di UITM Johor Malaysia pada 20 Agustus 2014 yang lalu. Medali itu didapatkan setelah menyingkirkan 140 tim dari berbagai negara di dunia.

Kristiawan membaw helm anti-kantuk hasil inovasinya dengan Ricky Natahaniel Joevan (Foto: Bagus DR/GNFI)
Kristiawan membaw helm anti-kantuk hasil inovasinya dengan Ricky Natahaniel Joevan (Foto: Bagus DR/GNFI)

Terakhir, Aan Aria Nanda dan Feriawan Tan dari SMAN 1 Tarakan yang berhasil mendapatkan medali Emas dalam ajang International Exhibition for Young Inventors (IEYI) pada 15-22 Juli 2016 di Tiongkok. Keduanya adalah inventor muda hasil dari kompetisi lokal National Young Inventors Award (NYIA) yang diadakan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di awal tahun yang sama.

Aan Aria Nanda dan Feriawan Tan bersama kotak pendeteksi polusi udaranya D'box CC (Foto: Bagus DR/GNFI)
Aan Aria Nanda dan Feriawan Tan bersama kotak pendeteksi polusi udaranya D'box CC (Foto: Bagus DR/GNFI)

Selain mengadakan kompetisi sosial media untuk ketiga penemuan tersebut, sebagai bentuk apresiasi, Bosch Indonesia memberikan juga memberikan pendanaan sebesar Rp 15.000.000 pada setiap tim. Harapannya, dengan uang tersebut para inventor muda itu akan terus mengembangkan produknya melalui riset yang lebih mendalam dan dapat mengajukan paten.

Bosch Indonesia sendiri merupakan anak usaha dari perusahaan global asal Jerman, Bosch yang didirikan oleh Robert Bosch di tahun 1886. Perusahaan yang berkantor pusat di Gerlingen ini sempat menjadi perusahaan penyuplai komponen otomotif terbesar di dunia tahun 2011 versi majalah Bloomberg dan saat ini telah mempekerjakan kurang lebih 375.000 karyawan dari seluruh dunia.

Sumber : GNFI
Sumber Gambar Sampul : Bagus DR / GNFI

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG BAGUS RAMADHAN

Seorang copywriter dan penulis konten yang bermimpi mampu menebar inspirasi dan semangat lewat konten-konten berkualitas untuk kehidupan yang lebih baik. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
BJ. Habibie

Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya. Dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup.

— BJ. Habibie