Lompatan Nilai Ketahanan Pangan Indonesia Tertinggi di Dunia

Lompatan Nilai Ketahanan Pangan Indonesia Tertinggi di Dunia
info gambar utama

Memasuki semester II tahun 2016 ini, Indonesia telah mencetak capaian yang sangat baik dalam ketahanan pangan nasional. Berdasarkan data Global Food Security Index (GFSI) yang dirilis The Economist Intelligence Unit pada observasi tahun 2016 ini, Indonesia mengalami peningkatan nilai ketahanan pangan yang sangat baik, yakni naik dari angka 47,9 pada tahun sebelumnya menjadi 50,6.

Global Food Security yang berkantor di Hongkong, London, dan Amerika memberi penilaian perubahan ketahanan pangan Indonesia di posisi tertinggi dunia pada semester II 2016, yakni 2,7 poin. Di urutan kedua yakni Myanmar.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyambut baik pencapaian ini. Menurutnya, data kenaikan tersebut didapat dari peningkatan produksi padi, jagung, dan kedelai. Adapun produksi padi saat ini merupakan yang tertinggi selama 10 tahun terakhir.

“Stok beras kita hari ini 2,1 juta sampai 2,2 juta ton, cukup sampai Mei (2017). Kita pun mudah-mudahan tidak impor beras lagi," tegas Amran.

Tidak cuma padi, ketahanan pangan Indonesia juga tergambar dari ketersediaan bawang merah. Menurut Amran, Indonesia kini sudah tidak mengimpor bawang merah lagi dan akan berkomitmen untuk meningkatkan ekspor bawang merah.

Menurut Mentan, hal ini tidak terlepas dari upaya Kementerian Pertanian membenahi beberapa aspek, di antaranya kebijakan, infrastruktur, on-farm dan pasca panen, hingga pasar.

"Kami berterima kasih atas nama pemerintah, kerja keras kita, impor jagung sudah turun 50 persen, kami lanjutkan. Kami target tahun depan tidak ada impor lagi, itu mimpi kami. Kemudian bawang tidak ada impor, minggu lalu mulai ekspor. Kemudian beras juga demikian, satu per satu kami selesaikan," tambah Amran.

Pihak kementerian optimis apabila kondisi ini berkelanjutan, 10 hingga 15 tahun mendatang Indonesia bisa menjadi lumbung pangan dunia.



Sumber : Kompas.com
Sumber Gambar :liputan6.com

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini