Kombinasi Nuansa Indonesia dan Modernitas dalam Pameran "The Colors of Indonesia 2016: Hotel No.12"

Kombinasi Nuansa Indonesia dan Modernitas dalam Pameran "The Colors of Indonesia 2016: Hotel No.12"
info gambar utama

Bagaimana jadinya jika keunikan warisan budaya Indonesia dihadirkan dengan style yang modern ? Kumpulan desainer interior, bernamakan ID 12, menantang diri mereka mengapikasikannya ke dalam interior hotel.

12 Desainer
info gambar

Melenceng dari alirannya, ID12 yang beranggotakan 12 orang desainer interior ini, menghadirkan mock-up hotel dengan elemen khas Indonesia dalam pameran di Main Atrium Senayan City, bertajuk 'The Colors of Indonesia 2016: Hotel No.12. Serasa berada di hotel mewah, pengunjung melewati ruang resepsionis, lobi, kafe, butik, kamar tidur, ruang relaksasi, restoran, hingga business lounge. Bertemakan "Glorify Indonesia", ID12 mendonasikan keuntungan pameran kepada Habitat for Humanity, organisasi yang berbasis pada pembangunan hunian layak dan sederhana bagi kaum kurang mampu. Sekaligus sebagai suatu bentuk apresiasi mereka atas pertemanan yang telah berlangsung selama 9 tahun.

"Lewat pameran ini sebetulnya kami ingin menantang diri sendiri karena sebagian besar anggota ID12 fokus pada proyek hunian bukan hotel. Pameran ini juga menjadi selebrasi pertemanan kami yang sudah berlangsung selama sembilan tahun," ujar Ary Juwono, anggota ID12 dan Chairman of the Colours of Indonesia 2016, dalam wolipop Kamis (15/9/2016).

Sebelumnya ID12 juga menggelar pameran instalsi interior di Senayan City, namun dengan konsep yang berbeda. Kala itu pameran perdananya, ID12 mengusung konsep instalasi interior rumah pada tahun 2014 silam.

Hotel No. 12 digelar mulai tanggal 15-24 September di Main Atrium Senayan City. Dan tak tanggung-tanggung, membutuhkan waktu 8 bulan bagi ID12 untuk mempersiapkannya. Pameran tersebut merupakan buah karya dari kedua belas desainer, diantaranya yaitu Shirley Gouw, Joke Roos, Roland Adam, Yuni Jie, Fifi Fimandjaja, Sammy Hendramianto, Vivianne Faye, Anita Boentarman, Reza Wahyudi, Eko Priharseno, Prasetio Budi dan Ari Juwono sendiri. Menggunakan sistem pengundian, masing-masing desainer menangani ruang hotel yang berbeda, di setiap suasana ruang memiliki sentuhan Indonesia sesuai cara dan gaya masing-masing desainer.




Sumber : wolipop.com cnnindonesia.com
Sumber Gambar Sampul : https://www.satuharapan.com

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini